Berita Viral

Rekam Jejak Abdul Hadi, Anggota DPR yang Sebut Insiden Juliana Marins Jadi Momen Evaluasi Basarnas

Inilah rekam jejak Abdul Hadi, anggota DPR yang sebut insiden Juliana Marins jadi momen evaluasi Basarnas

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase DPR RI/Istimewa
JATUH - Anggota Komisi V Anggota DPR, Abdul Hadi, yang sebut insiden Juliana Marins jadi evaluasi Basarnas. Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad Juliana Marins 

Tim SAR gabungan berjibaku dengan medan ekstrim dan sempat dilanda hujan.

Samsul Padli salah satu tim SAR yang ikut mengangkat jenazah Juliana menuturkan, saat mengangkat dan menarik jenazah korban, ia harus ekstra hati-hati dan membutuhkan waktu berjam-jam. 

“Kalau ditarik ada longsoran pasir, ada batu juga. Kita naikkan dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang,” kata Samsul saat ditemui di posko SAR Gabungan di Resort Sembalun, Rabu (25/6/2025) malam.

Dia melanjutkan, sebelum dievakuasi dan ditarik ke atas, ia  sempat bermalam menemani jenazah di kedalaman 600 meter.

“Kami berempat yang menginap, ada dari Basarnas juga,” sambungnya.

Samsul mengakui, bahwa ia terpaksa bermalam dengan korban, karena konsisi malam saat ia sampai ke lokasi titik jatuhnya korban.

“Turun sampai sana malam, mau tidak mau harus kita tunggu,” kata korlap SAR Lombok Timur ini. 

Dia menyampaikan, medan penyelamatan di Rinjani tidak mudah, sebab kontur tanah dan banyaknya bebatuan, dan berpasir.

“Itu berat naikin jenazah,” akunya.

Penyebab Tewas Bukan Hipotermia 

Dokter Forensik yang menangani jenazah Juliana Marins, Ida Bagus Putu Alit, memprediksi Juliana bertahan hidup sekitar 20 menit. 

Alit menyebut, terdapat luka di seluruh tubuh korban.

Terutama luka lecet geser yang menandakan bahwa korban memang tergeser dengan benda-benda tumpul.

“Kemudian kita juga menemukan adanya patah-patah tulang. Terutama di daerah dada, bagian belakang, juga tulang punggung dan paha,” katanya..

Kemudian, dari patah-patah tulang inilah terjadi kerusakan pada organ-organ dalam serta pendarahan sehingga dapat disimpulkan bahwa sebab kematian itu adalah karena kekerasan tumpul, yang merusak organ-organ dalam dan pedarahan. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved