Banjir di Sidoarjo

Beragam Upaya Dilakukan Pemkab Sidoarjo untuk Mengatasi Banjir

Beragam upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jatim, untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi. 

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
BANJIR SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Subandi dan sejumlah pejabat saat sidak lokasi banjir di Jalan Raya Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Selasa (17/6/2025). Beragam upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi.  

Pengerukan Sungai Pepelegi juga sudah dilakukan. Ada lebih dari 90 truk hasil pengerukan sungai di sana. Banyak sekali pendangkalan, mungkin karena saking lamanya sungai tersebut tidak dikeruk.

Selanjutnya sungai-sungai yang ada di Gedangan dan Gemurung juga menjadi sasaran pengerukan atau normalisasi. 

“Beberapa sungai lain juga kami normalisasi. Bertahap, untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi,” ujar Bupati Subandi.

Upaya lainnya adalah mengajak semua lapiran masyarakat untuk membersihkan sungai. Sekaligus menjaga dan merawat sungai supaya tetap bersih dan tidak tersumbat.

Selain mengalami pendangkalan, beberapa sungai juga kotor alias dipenuhi sampah. Termasuk sampah rumah tangga, tumbuhan dan sebagainya yang menyebabkan alirannya terhambat.

“Dan setiap akhir pekan, kami gerakkan program jihad merawat kali. Yakni acara kerja bakti membersihkan sungai,” kata Subandi.

Dia turun sendiri dalam program itu. Para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Sidoarjo juga diajak. 

Kemudian, secara bertahap, beberapa lapisan masyarakat juga diajak untuk terlibat.

Seperti yang dilakukan di Kali Pelayaran di Desa Krembangan, Kecamatan Taman, Sidoarjo, akhir pekan lalu. 

Bupati Subandi bersama Dandim dan sejumlah pihak, termasuk ratusan warga bersama-sama membersihkan sungai yang kotor tersebut.

Sebelumnya, enceng gondok terlihat menutup badan sungai. Rumput liar tumbuh lebat di sana-sini. Bahkan di balik tumbuhan enceng gondok yang menyebar itu tersembunyi berbagai macam sampah di bawahnya seperti plastik, popok bayi, kayu, karet dan sebagainya.

Semua dibersihkan beramai-ramai. Sampah dibawa ke pinggir sungai, kemudian diangkut menggunakan truk oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). 

Usai kerja bakti, sungai yang sebelumnya kotor itu pun berubah menjadi bersih.

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved