Banjir di Sidoarjo

Beragam Upaya Dilakukan Pemkab Sidoarjo untuk Mengatasi Banjir

Beragam upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jatim, untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi. 

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
BANJIR SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Subandi dan sejumlah pejabat saat sidak lokasi banjir di Jalan Raya Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Selasa (17/6/2025). Beragam upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi.  

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Beragam upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi. 

Jangka pendek, pemerintah mengoperasikan pompa untuk mengalirkan air di lokasi banjir supaya cepat surut.

Jangka panjangnya, semua sungai di Sidoarjo harus dinormalisasi. 

Secara bertahap, normalisasi sudah dilakukan di beberapa titik. Khususnya wilayah yang menjadi langganan banjir.

Seperti Sungai Mbah Gepuk, menjadi penyebab banjir di kawasan Candi dan Tanggulangin. 

“Normalisasi kami lakukan secara bertahap. Sementara difokuskan di wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir, seperti Tanggulangin, Candi hingga Porong. Selain itu, Pemkab Sidoadjo juga akan membangun dam di wilayah Kedungpeluk,” kata Bupati Sidoarjo Subandi.

Baca juga: Memasuki Musim Kemarau, Tapi Banjir Masih Mengancam Sidoarjo

Menurut Bupati Subandi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim juga telah mengucurkan dana sebesar Rp 37 miliar.

Diharapkan, dana besar ini bisa menangani masalah banjir yang selama ini melanda wilayah Sidoarjo. 

Normalisasi juga dilakukan di Sungai Sidokepuh, mulai dari Ngaban hingga Kedungpeluk dengan total panjang sungai mencapai enam kilometer. 

"Tahap awal, dua kilometer dari Ngaban hingga Balonggabus, kemudian dilanjutkan 3,8 kilometer dari Balonggabus ke jembatan Kedungpeluk,” urainya. 

Selain melakukan pengerukan, lanjut Subandi, pihaknya akan melakukan melakukan pembersihan tumbuhan liar yang menyumbat aliran air. Sampah atau tanaman liar bakal dibersihkan semua. 

"Sungai-sungai besar di Sidoarjo merupakan kewenangan pemerintah pusat, namun kami tetap melakukan pendampingan teknis, seperti pembersihan dan pengangkatan tanaman liar,” lanjutnya. 

Sungai-sungai di kawasan Waru juga menjadi sasaran. Karena daerah itu juga kerap kebanjiran. 

Dalam program ini, keberadaan bangunan liar (bangli) di sepanjang sungai kerap menjadi kendala. Makanya, dalam program ini penertiban bangli menjadi perhatian.

Beberapa bulan terakhir, sejumlah bangli mulai ditertibkan. Termasuk lima titik bangli di kawasan Pepelegi dan beberapa daerah lain.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved