Komitmen Dukung Hilirisasi Produksi Tambang, Smelter di KEK JIIPE Gresik Akan Beroperasi Lebih Cepat

Tony menambahkan, beroperasinya kembali Smelter PTFI pada pekan ketiga Mei 2025 adalah sebuah capaian yang sangat baik. 

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad sugiyono (sugiyono)
HILIRISASI TAMBANG - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas bersama para karyawan Smelter PTFI berselfie. Dengan memprioritaskan keselamatan, PTFI berupaya maksimal agar perbaikan dan commissioning smelter selesai lebih cepat dan efisien, Kamis (22/5/2025). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - PT Freeport Indonesia (PTFI) berhasil mengakselerasi perbaikan smelter, sehingga beroperasi lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan. 

Smelter PTFI beroperasi kembali pada pekan ketiga Mei 2025 dan itu adalah sebuah capaian yang sangat baik. Sekaligus bukti nyata resiliensi perusahaan mengatasi tantangan serta melaksanakan komitmen terhadap hilirisasi.

Direktur PTFI, Tony Wenas menjelaskan saat ini smelter sudah mulai beroperasi dan akan menghasilkan katoda tembaga pada pekan keempat bulan Juni 2025. 

“Setelah dimasukkan konsentrat, diolah di furnace menjadi anoda tembaga, kemudian dibawa ke electrorefinery untuk menjadi katoda tembaga,” kata Tony dalam rilis Humas PTFI, Kamis, (22/5/2025).

Tony menambahkan, beroperasinya kembali Smelter PTFI pada pekan ketiga Mei 2025 adalah sebuah capaian yang sangat baik. 

“Produksi smelter sebetulnya akan dimulai pekan ketiga Juni 2025. Namun pada perkembangannya, proses perbaikan dapat diselesaikan lebih cepat,” imbuhnya. 

Diketahui, PTFI menggunakan pesawat-pesawat kargo berbadan lebar untuk mempercepat pengiriman material dari luar negeri. Antara lain Boeing 747 dan tiga kali perjalanan Antonov-AN124 dengan total lebih dari 300 ton. 

Tony menambahkan, perusahaan melakukan berbagai upaya maksimal di antaranya mengerahkan tenaga kerja sekitar 2.000 orang untuk perbaikan dengan skema kerja dua shift dan fokus pada perbaikan, pengadaan, konstruksi dan instalasi. 

“Dengan memprioritaskan keselamatan, kami berupaya maksimal agar perbaikan dan commissioning smelter selesai lebih cepat dan efisien. Setiap tahap, kami lakukan dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan, agar smelter secepatnya kembali berproduksi.” jelas Tony.

Saat ini Smelter PTFI telah beroperasi kembali dan akan memasuki fase ramp-up, yaitu kapasitas produksi yang meningkat secara bertahap dari 40 persen hingga mencapai produksi penuh 100 persen pada Desember 2025.

“Akselerasi perbaikan dan produksi smelter ini menjadi bukti nyata PTFI sebagai perusahaan tambang terintegrasi dari hulu hingga hilir, yang mendukung penuh program hilirisasi sumber daya mineral yang ditetapkan pemerintah sekaligus komitmen terhadap Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK),” katanya.

Tony juga menegaskan, kembali beroperasinya Smelter PTFI ini menjadi langkah strategis yang tidak hanya mendukung kemandirian industri dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“Sebagai bagian dari visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, PTFI berkomitmen terus berkontribusi dan memberikan nilai tambah bagi bangsa dan negara,” urainya. 

Dalam memastikan kelancaran mulai beroperasinya Smelter di Kawasan Eonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate ( JIIPE) Kecamatan Manyar Gresik, Chairman of the Board Freeport-McMoRan, Richard C Adkerson dan Presiden & CEO Freeport-McMoRan, Kathleen Quirk bersama Tony Wenas turun langsung ke Gresik.

“Kedatangan pimpinan FCX ini adalah untuk memastikan Smelter PTFI mulai beroperasi kembali dengan baik setelah kejadian kebakaran pada 14 Oktober 2024,” pungkasnya. *****

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved