Berita Viral

Duduk Perkara SMK di Bekasi Langgar Larangan Study Tour Dedi Mulyadi, Bantah Aduan, Endingnya Batal

Inilah duduk perkara study tour di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Karya Pembaharuan Bekasi hingga memantik reaksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Editor: Musahadah
kolase TikTok/kompas.com
BATAL STUDY TOUR - Kepala SMK Karya Pembaharuan Kabupaten Bekasi Ahmad Tetuko Taqiyudin akhirnya membatalkan rencana ke Bali setelah disentiil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Dedi menerima aduan dari wali murid (foto kanan). 

"Saya lagi di jalan, mau ke kantor KCD, dipanggil, nanti ya," kata Tetuko saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

SMK Karya Pembaharuan merupakan sekolah swasta yang berlokasi di Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi.

Sekolah ini didirikan di bawah Yayasan Pendidikan Islam Al-Mujahidin yang telah menjalankan kegiatan belajar mengajar sejak tahun 2007.

Penelusuran Kompas.com di lokasi, gedung sekolah didominasi warna hijau dan tampak sepi karena sedang berlangsung uji kompetensi keahlian.

3. Bantah Study Tour

Setelah aduan ini, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Jawa Barat langsung memanggil Kepala SMK Karya Pembaharuan Kabupaten Bekasi Ahmad Tetuko Taqiyudin pada Jumat (25/4/2025). 

Tekuko pun mengklarifikasi bahwa sebetulnya kegiatan yang akan diselenggarakan bukan dalam bentuk study tour, tetapi perpisahan yang diikuti 179 siswa kelas 12 angkatan 2022/2023. 

"Ini yang perlu diluruskan bahwa SMK Karya Pembaharuan sepanjang berdirinya sekolah tidak pernah ada study tour, tapi perpisahan pasca-ujian nasional dan kelulusan siswa," kata Tetuko usai dipanggil KCD Pendidikan Wilayah III Jawa Barat, Jumat. 

Tetuko juga membantah besaran biaya kegiatan perpisahan ke Bali senilai Rp 5-6 juta, sebagaimana aduan seorang wali murid kepada Dedi. 

Ia menjelaskan bahwa sejak penerimaan siswa didik ajaran baru, wali murid sudah menyepakati biaya bulanan yang harus dikeluarkan sebesar Rp 300.000 selama tiga tahun. 

Jumlah tersebut terdiri dari sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) Rp 150.000, tabungan akhir ujian kelas sampai ijazah Rp 50.000, dan perpisahan ke Bali Rp 100.000. 

Nilai tersebut telah disepakati oleh wali murid sejak awal dengan dasar surat penerimaan siswa baru. 

Merujuk kesepakatan tersebut, Tetuko bilang, total biaya perpisahan di Bali bukan Rp 5-6 juta, melainkan Rp 3,6 juta. 

"Perpisahan yang disepakati untuk angkatan tahun ini dari mulai 2022/2023 semenjak mereka kelas 10 itu sebulannya Rp 100.000 selama tiga tahun dengan total Rp 3,6 juta," jelasnya.

4. Batal ke Bali, iuran dikembalikan 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved