Berita Viral

Setelah Larang Study Tour, Dedi Mulyadi Kini Otak-atik 3 Aturan Sekolah, Bikin Siswa Patuh ke Guru

Setelah larang sekolah melakukan study tour, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini juga mengotak-atik aturan sekolah. Bisa bikin siswa patuh guru.

Youtube Dedi Mulyadi
GEBRAKAN DEDI MULYADI - Dedi Mulyadi langsung memecat Kepala Sekolah SMAN 6 Depok di hari pertama dia dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat, Kamis (20/2/2025). Setelah Larang Study Tour, Dedi Mulyadi Kini Otak-atik 3 Aturan Sekolah. 

SURYA.co.id - Setelah larang sekolah melakukan study tour, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini juga mengotak-atik aturan sekolah.

Menurut Dedi, aturan tersebut diberlakukan agar siswa jadi lebih patuh kepada guru.

Ada tiga aturan sekolah yang bakal diotak-atik oleh Dedi Mulyadi.

Tiga aturan baru tersebut dibuat Dedi Mulyadi tak serta merta terjadi.

Dedi sebelumnya telah mendengarkan curhatan dari orang tua siswa terkait biaya mahal sekolah anaknya hingga cerita para guru.

Baca juga: Ikuti Jejak Dedi Mulyadi Larang Sekolah Adakan Study Tour, Inilah Sosok Wagub Banten Achmad Dimyati

Karenanya guna memantapkan lagi peraturan baru tersebut, Demul baru-baru ini berbincang dengan sosok tenaga pendidik kenalannya, kepala sekolah SMAN 3 Purwakarta, Asep Mulyana.

Berikut tiga aturan sekolah tersebut dirangkum dari youtube Dedi Mulyadi.

  1. Larang wisuda di jenjang pendidikan TK sampai SMP

Dalam obrolannya itu, Kang Dedi membahas banyak hal.

Hal utama yang diulas Dedi berdasarkan konten TikToknya yang belakangan viral adalah terkait dengan wisuda.

Diakui Demul, ia akan membuat aturan baru yakni melarang sekolah TK sampai SMP untuk menggelar acara wisuda.

Sebab kata Dedi Mulyadi, wisuda saat TK hingga SMP tidak cocok dibuat, lantaran mengeluarkan biaya sia-sia.

"Saya kan melarang di sekolah itu bikin kegiatan wisuda. Karena wisuda itu menurut saya cocoknya S1, atau diploma 3. Ini TK wisuda, SD wisuda, SMP wisuda. Nah ujung wisuda ini kan biaya lagi, ribut lagi," kata Dedi Mulyadi dilansir TribunnewsBogor.com pada Minggu (2/3/2025).

Alih-alih wisuda, Kang Dedi lebih menyarankan agar kelulusan siswa TK sampai SMP dilakukan dengan cara menggelar acara kesenian.

Nantinya Kang Dedi siap menyiapkan anggaran guna pembangunan gedung serba guna di semua sekolah di Jabar.

"Bisa enggak di sekolah itu kelulusannya, misalnya ya di sekolah aja diselenggarakan, seperti zaman dulu kita, kan kita pernah sekolah. Kelulusan dibikin di sekolah, bila perlu nanti pemerintah Provinsi membangun ruang pertunjukan di setiap sekolah, yang kapasitasnya 1000 orang, nanti secara bertahap kita bangunkan," ujar Kang Dedi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved