Berita Viral

Setelah Larang Study Tour, Dedi Mulyadi Kini Otak-atik 3 Aturan Sekolah, Bikin Siswa Patuh ke Guru

Setelah larang sekolah melakukan study tour, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini juga mengotak-atik aturan sekolah. Bisa bikin siswa patuh guru.

Youtube Dedi Mulyadi
GEBRAKAN DEDI MULYADI - Dedi Mulyadi langsung memecat Kepala Sekolah SMAN 6 Depok di hari pertama dia dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat, Kamis (20/2/2025). Setelah Larang Study Tour, Dedi Mulyadi Kini Otak-atik 3 Aturan Sekolah. 

Gedung serba guna tersebut kata Dedi juga bisa dipakai untuk pertunjukkan di luar kelulusan siswa.

Misalnya untuk pertunjukkan tari sekolah, musik, menonton film berkualitas bersama murid, dan kegiatan positif lainnya.

2. Buku kenangan sekolah

Kedua, hal yang diperhatikan Kang Dedi selanjutnya adalah terkait dengan aksi para murid yang mengeluarkan banyak uang untuk buku kenangan alias Buku Tahunan.

Baca juga: Usai Tegur Kades Wiwin Komalasari yang Geli Bawa Jomet, Dedi Mulyadi Klarifikasi: Salah Persepsi

Kang Dedi syok saat mengetahui harga Buku Tahunan siswa yang selama bertahun-tahun bak jadi tradisi.

"Jadi album kenangan itu mahal juga. Kami para guru sudah menyarankan, yang tadinya barang cetakan (foto) ganti aja sama digital. Itu antara Rp150 ribu sampai Rp450 ribu album kenangan," ungkap Asep Mulyana.

"Oh jadi anak-anak punya album kenangan? oh itu, saya menyimpan seluruh Ni Hyang di akun saya, tidak di album karena album mah suka hilang. Oh itu yang diributin itu album kenangan, saya baru tahu," ujar Kang Dedi.

Menurut Pak Asep, buku dan foto kenangan para siswa sejatinya bisa dialihkan dengan menyimpannya di media digital saja alih-alih cetak.

Hal itu bisa memangkas biaya pembuatan.

Setuju dengan hal tersebut, Dedi pun meminta agar para siswa tidak lagi mencetak buku tahunan melainkan mengalihkannya dengan media penyimpanan digital.

"Dan album kenangan itu mahal?" tanya Kang Dedi.

"Ya dari Rp150 ribu sampai Rp450 ribu per anak. Karena ada kelas ada, angkatan ada," ujar Asep.

"Setiap anak punya album kenangan dalam bentuk cetakan harganya Rp150 ribu sampai Rp450 ribu, ya susah atuh mahal," kata Kang Dedi.

"Dan yang mengelola mereka, sekolah enggak ikut-ikutan," pungkas Asep.

"Jadi anak-anak inisiatif bikin album kenangan, yang sebenarnya bisa disimpan dalam simpanan digital," imbuh Kang Dedi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved