Sabtu, 25 April 2026

Kapal Induk atau Pulau Terdepan?

Sebagai negara dengan anggaran pertahanan terbatas termasuk kebijakan penghematan APBN, sudah selayaknya Indonesia bijak dalam mengalokasikan dana.

Editor: Adrianus Adhi
Istimewa
Probo Darono Yakti, Dosen Hubungan Internasional, FISIP Universitas Airlangga 

Sebagai negara dengan anggaran pertahanan terbatas termasuk kebijakan penghematan APBN, sudah selayaknya Indonesia perlu bijak dalam mengalokasikan dana dengan memprioritaskan modernisasi sistem pertahanan pulau sembari mempertimbangkan pengembangan kapal induk secara bertahap.

Keseimbangan antara ambisi proyeksi kekuatan global dan kebutuhan pertahanan realistis, Indonesia dapat membangun sistem pertahanan maritim yang lebih efektif dan efisien untuk menjaga kedaulatan wilayahnya sebagai Poros Maritim Dunia.

Probo Darono Yakti, Dosen Hubungan Internasional, FISIP Universitas Airlangga
Probo Darono Yakti, Dosen Hubungan Internasional, FISIP Universitas Airlangga (Istimewa)

*) Probo Darono Yakti

Direktur Center for National Defence and Security Studies

Deputi Direktur Program Emerging Indonesia Project

Dosen Hubungan Internasional dan Periset CSGS FISIP UNAIR

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved