Senin, 20 April 2026

Wawancara Eksklusif

Menag Nasaruddin Umar Ungkap Sejarah Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral

Jadi saya diundang ke United Nations, di PBB juga. Diminta cerita seperti ini soal terowongan toleransi itu.

Editor: Wiwit Purwanto
Tribunnews/Jeprima
TEROWONGAN TOLERANSI - Warga berjalan di Terowongan Silaturahim Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral usai diresmikan di Halaman Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (12/12/2024).Wawancara Eksklusif Menag Nasaruddin Umar sejarah Terowongan Silaturahmi Istiqlal – Katedral, Selasa (28/1/2025). 

SURYA.CO.ID -Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan rumah ibadah dua agama di Jakarta yaitu Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, pada Kamis (12/12/2024) lalu.

Dalam wawancara eksklusif dengan Tribunnews, Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar menceritakan sejarah Terowongan Silaturahmi yang dinilai menjadi simbol toleransi antar-umat beragama.

“Jadi salah satu ikon Jakarta sekarang ini adalah terowongan toleransi.”

“Nah itulah yang menghebohkan itu, satu-satunya terowongan seperti ini di dunia ini.”

“Jadi saya diundang ke United Nations, di PBB juga. Diminta cerita seperti ini soal terowongan toleransi itu. Nah terowongan toleransi ini Pak sangat bermanfaat,” tutur Nasaruddin dalam wawancara eksklusif pada program Ngobrol Bareng Cak Febby (Ngocak Febby), di Studio Tribunnews, Jakarta, Selasa (28/1/2025).

Baca juga: Sejarah Terowongan Silaturahmi Penghubung Istiqlal-Katedral yang Dikunjungi Paus Fransiskus

Terowongan Silaturahmi yang dibangun dengan anggaran APBN sebesar Rp38,9 miliar ini memiliki panjang 34 meter, lebar 4,1 meter, dan kedalaman 6 meter.

Sebelumnya, Paus Fransiskus pernah mengunjungi Terowongan Silaturahmi penghubung antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (5/6/2024).

Kunjungan ke terowongan tersebut dalam rangkaian agenda Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Vatikan itu ke Indonesia.

Berikut petikan wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra dengan Nasaruddin Umar:

Beberapa waktu yang lalu, Pak Presiden Prabowo telah meresmikan terowongan toleransi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Katedral Gereja Katolik di Jakarta. Pak Kiai tentu ikut kontribusi dalam proses pembangunan terowongan toleransi ini. Bisa cerita sedikit Pak Kiai?

Kolase Menag Nasar
WAWANCARA EKSKLUSIF - Tribunnews, dengan Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar menceritakan sejarah Terowongan Silaturahmi yang dinilai menjadi simbol toleransi antar-umat beragama.

Perjuangannya memang betul. Pertama, renovasi. Istiqlal itu kan 45 tahun nggak pernah kena renovasi.

Jadi Pak Presiden Jokowi waktu itu, Pak ini, Senayan sudah kinclong Pak. Oh iya bagus. Bagus sekali ya.

Pak ini, Istiqlal kapan gilirannya Pak? Ini kan sudah 45 tahun belum pernah tersentuh renovasi.

Hanya nempel-nempel. Padahal di sini juga ada hal yang perlu diperbaiki. Kabel-kabel tua itu takutnya nanti kebakaran ya. Karena masih kabel lama kan.

Ke luar lah Pak Jokowi melihat. Nggak sampai 30 menit. Barangkali dia nelpon di mobil waktu itu. Tiba-tiba Pak Menteri PUPR, Pak Basuki, ‘Pak Imam, ada di mana Pak?’

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved