Dukung Asta Cita Swasembada Pangan, Petrokimia Gresik Teken Kerjasama Dengan 73 Mitra se-Indonesia

tetapi juga membantu meningkatkan efektivitas penyerapan nutrisi bagi tanaman sehingga meningkatkan produktivitas pertanian

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad sugiyono (sugiyono)
Jajaran Direksi Petrokimia Gresik usai menandatangani SPJB bersama 73 mitra produksi pupuk di Gresik, Sabtu (18/1/2025) lalu. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - PT Petrokimia Gresik (PG) selaku anggota holding PT Pupuk Indonesia (PI) siap mendukung Asta Cita swasembada pangan dan pertanian Indonesia berkelanjutan. 

Hal itu dilakukan dengan menandatangani Perjanjian Kerjasama Kemitraan produksi Pupuk organik Petroganik 2025 bersama 73 mitra dari berbagai daerah di Indonesia. 

Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) itu dilakukan Senior Vice President (SVP) Mitra Bisnis Petrokimia Gresik, Eko Suroso, dan disaksikan Direktur Utama (Dirut) PG, Dwi Satriyo Annurogo bersama perwakilan mitra, Sabtu (18/1/2025) lalu. 

Dalam acara tersebut Dirut PG, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 644/kPTS/SR.310/M/11/2024, pada tahun 2025 pemerintah kembali mengalokasikan pupuk organik bersubsidi sebesar 500 ribu ton. 

Sementara PG mendapat tugas menyalurkan pupuk organik bersubsid 447.596 ton ke sembilan provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 

“Sebagai bagian dari usaha mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, program pupuk organik subsidi ini  berkontribusi dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan," kata Dwi Satriyo, dalam rilis Humas PG, Minggu (19/1/2025). 

"Petroganik tidak hanya memperbaiki struktur tanah, tetapi juga membantu meningkatkan efektivitas penyerapan nutrisi bagi tanaman sehingga meningkatkan produktivitas pertanian,”  jelasnya.

Dwi Satriyo menambahkan, sistem kemitraan pupuk organik bersubsidi memberikan dampak positif, tidak hanya kepada petani tetapi juga pada lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat. 

“Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah pertanian, peternakan dan limbah organik lainnya mampu mengurangi pencemaran. Dari sisi sosial-ekonomi, program ini menciptakan lapangan kerja baru, baik di lini produksi, penjualan, maupun logistik, sehingga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal,” imbuhnya. 

PG juga intensif memberikan pendampingan dan pembinaan kepada mitra, mulai dari pengelolaan bahan baku hingga produk akhir. 

Perubahan standar nasional Indonesia (SNI) pada tahun 2024 menjadi langkah strategis untuk melindungi petani dari produk yang tidak sesuai dengan kesuburan tanah. 

Dilanjutkan Dwi Satriyo, pemerintah kembali memasukkan pupuk organik ke dalam skema pupuk bersubsidi sejak tahun 2024. Pada tahun tersebut, PG menerima penugasan sebesar 381.662 ton dari Pupuk Indonesia (Persero). 

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mendukung pemberdayaan petani sekaligus tercapainya swasembada pangan nasional. 

Selain itu Dwi Satriyo berharap program ini dapat berjalan lebih optimal, memberikan manfaat yang lebih besar bagi para petani dan masyarakat luas. Serta dapat mendukung percepatan swasembada pangan nasional dan mewujudkan pertanian Indonesia yang berkelanjutan. 

“Guna mengantisipasi kebutuhan di awal tahun 2025, Petrokimia Gresik telah mengamankan stok sebanyak 76.247 ton. Petrokimia Gresik juga akan bekerja sama dengan 73 mitra produksi yang memiliki total kapasitas produksi 552.200 ton guna memastikan kebutuhan tahun 2025 ini dapat terpenuhi,” pungkasnya. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved