Disperindag Lamongan Tak Berdaya Harga Cabai Rawit Mengangkasa, Emak-Emak Pasrah : Nikmati Ae Wis!

Salah seorang pembeli, Nur Jannah juga terpaksa mengurangi belanjanya karena harga cabai yang mahal.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri (hanif manshuri)
Salah satu pdagang di Pasar Rakyat Sidomulyo, Kabupaten Lamongan menata cabai rawit yang saat ini sudah mencapai Rp 100 ribu per KG, Minggu (5/1/2025). 

Sebab siklus naik turunnya harga cabai, tomat, bawang, sayuran dan lainnya memang terpengaruh musimi. "Dinikmati ae wis," gerutu Nur Jannah.

Tidak hanya emak-emak, pemda pun tidak berdaya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Anang Taufik mengungkapkan, semua akan kembali pada hukum pasar.

"Produksi cabai menurun karena pengaruh hujan, sehingga pasokan ke pasar otomatis berkurang. Dan dampaknya, harga di tingkat petani juga naik," kata Anang.

Anang memaklumi, pihaknya belum bisa mengintervensi kenaikan harga cabai yang hampir merata di semua pasar di Lamongan. "Kita berharap harganya akan turun dan stabil," pungkas Anang. Jadi untuk sementara, dinikmati ae wis. ****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved