Kamis, 21 Mei 2026

Dampak PMK Kembali Merebak di Mojokerto, Peternak Sapi Kecil Merana Setelah Tabungannya Musnah

Ia mengaku ada tujuh ekor ternak sapi yang dirawatnya terdampak dan satu di antaranya mati terpapar PMK.

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Deddy Humana
surya/Mohammad Romadoni (Romadoni)
Peternakan sapi skala besar terdampak wabah PMK di Kabupaten Mojokerto. 

Petugas menemukan tujuh kasus yaitu, enam ekor sapi sakit terjangkit PMK dan satu sapi mati.

"Tambahan kasus PMK Desa Sambiroto, 7 tertular di antaranya 6 hewan ternak sapi sakit dan 1 mati," ucap Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Distan Mojokerto, Tutik Suryaningdyah.

Tutik mengungkapkan kondisi terkini kasus PMK telah menyebar di 16 kecamatan. Dengan rincian, paling banyak kasus PMK terjadi di Kecamatan Kutorejo dengan total 58 sapi dan Pacet 33 sapi.

Kemudian di Kecamatan Jetis 25 kasus dan Kecamatan Puri 20 kasus. Sapi yang terpapar PMK di Kecamatan Gedeg 18 kasus, Jatirejo dan Trawas masing-masing 15 kasus, Dlanggu 14 kasus, Mojoanyar 13 kasus, Dawarblandong 8 kasus, Mojosari 4 kasus serta Pungging 3 kasus.

"Laporan dari peternak di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko yaitu tujuh kasus PMK. Penyebaran PMK total 16 dari total 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto," ujar Tutik.

Kasus PMK pada ternak sapi di Kabupaten Mojokerto meningkat dari 241, menjadi 247 kasus. Dengan rincian sebanyak 226 ekor sapi sakit terpapar PMK, dan 14 ekor mati serta sembilan potong paksa akibat terjangkit wabah tersebut. ****

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved