Berita Bisnis
Menyelamatkan Generasi Sandwich: Dari Mental, Finansial Hingga Jamsos
Istilah Generasi Sandwich, merujuk pada orang-orang usia produktif yang secara simultan merawat 2 generasi lain
Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - “Ya Allah, kalau memang Engkau sedang menguji kami, silakan ambil saja semua harta kami. Ambil semua. Tetapi biarkan keluarga kami tetap berkumpul jadi satu”
Itulah kira-kira doa yang diucapkan Panca (39) saat keluarganya sedang dalam fase yang sulit. Sepanjang yang dia ingat, itu terjadi sekitar 10 tahun yang lalu. Dia belum menikah kala itu.
Panca adalah seorang pria yang sudah bertahun-tahun dia merantau ke Surabaya. Bekerja di sebuah industri percetakan.
Sulit untuk menyimpulkan apa yang dirasakan Panca saat dia bercerita tentang masa-masa sulitnya 10 tahun yang lalu. Ada sedikit rasa getir. Tetapi terselip juga rasa kebanggaan karena masa-masa itu dapat dia lalui dengan baik.
“Dulu saya tidak tahu istilah sandwich generation. Tetapi sekarang saya tahu kalau apa yang saya alami itu dinamai demikian.” Katanya, Rabu (13/11/2024)
Dia pun ingat, jauh sebelum mengalami fase yang dia sebut ‘titik nol’, kehidupan keluarganya sudah tidak baik-baik saja, secara finansial.
“Saya bungsu dari 4 bersaudara. Keluarga kami memang miskin. Bahkan, waktu masih usia sekolah, kami sudah terbiasa menghadapi penagih utang yang datang ke rumah. Saat itu, berbohong kepada penagih utang, berpura-pura tidak tahu di mana orang tua kami, sudah sangat biasa,” kenangnya.
Singkat kata, dengan berbagai kekurangan, Panca dan 3 kakaknya berhasil menyelesaikan sekolah. Tetapi hanya Panca yang bisa mendapat gelar Sarjana. Itupun karena bantuan pendidikan dari sebuah yayasan di Kota Malang. Sedangkan 3 kakaknya harus puas hanya belajar sampai SMA.
Rupanya, saat Panca dan 3 saudaranya sudah bekerja, situasi tak benar-benar membaik. Sebaliknya, gaji mereka seolah tak pernah cukup.
“Yang terjadi malah situasinya semakin buruk karena waktu itu orang tua terjerat utang ke rentenir di kampung kami. Bunganya tak terhitung lagi. Bahkan lebih besar daripada pinjaman pokok. Sampai-sampai kami 4 bersaudara kecewa berat pada orang tua kami,” kenangnya.
Kekecewaan Panca dan 3 saudaranya berujung pada penyesalan mendalam orang tua mereka. Saking merasa bersalah, sang ibu yang terjerat utang pada rentenir, sempat berusaha mengakhiri hidup dengan menelan pil obat tidur sebanyak-banyaknya.
“Saya ingat waktu itu Ibu di kamar sudah menelan pil CTM sebanyak-banyaknya. Itulah saat-saat yang saya sebut Titik Nol. Saat di mana saya mengikhlaskan semua apa yang kami miliki diambil, yang penting keluarga kami tetap utuh,” lanjutnya.
Tragedi percobaan bunuh diri itu memaksa Panca dan 3 saudaranya kembali berdiskusi untuk mencari jalan keluar. Solusi pertama yang mereka sepakati adalah meninggalkan kampung tersebut dan pindah ke rumah kontrakan lain yang lebih jauh.
“Kami merasa kampung itu toxic. Karena orang tua dengan mudahnya bertemu dengan rentenir dan meminjam uang tanpa memikirkan bunga. Sebenarnya itu juga karena memenuhi kebutuhan yang tidak bisa kami bantu penuhi. Jadi agar ini tidak terulang lagi, kami harus angkat kaki dari kampung itu,” tuturnya.
“Soal bagaimana melunasi pinjaman, kami akan nego dengan rentenir tadi dan membahas skema pelunasan. Prinsipnya, semua utang orang tua kami yang hampir 100 juta itu, pada akhirnya menjadi tanggungan kami,” lanjutnya.
Generasi Sandwich
Rumah Sakit Jiwa Menur
drg Vitria Dewi
pakar perencanaan keuangan
Ratna Achjuningrum
RA Consulting
Surabaya
sandwich generation
| Gerak Cepat PLN UIT JBM Amankan Suplai Listrik Pelanggan di Surabaya Jelang Nataru |
|
|---|
| PTP Nonpetikemas Songsong Tahun 2025 dengan Ekspansi dan Inovasi |
|
|---|
| Bank Jatim dan Bank NTT Teken SHA, Tindak Lanjut dari Kelompok Usaha Bank |
|
|---|
| Bank Jatim dan Bank Banten Lanjutkan Proses KUB : Tandatangani Shareholder Agreement |
|
|---|
| PLN Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Ke Madura Aman Jelang Natal dan Tahun Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Ilustrasi-pekerja-generasi-Z-di-tempat-kerja.jpg)