Kamis, 14 Mei 2026

MDKA Perluas Energi Bersih, Reklamasi Tambang Capai 143 Hektare

Merdeka Copper Gold memperluas energi terbarukan, reklamasi tambang, dan efisiensi emisi sepanjang 2025.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumen MDKA
REKLAMASI - MDKA memperluas penggunaan energi terbarukan dan mencatat peningkatan pengelolaan lingkungan di sejumlah unit operasional sepanjang 2025, sebagaimana dilaporkan dalam Laporan Keberlanjutan MDKA 2025. Merdeka mereklamasi 49,60 hektare lahan di area tambang sepanjang 2025 sehingga total akumulasi reklamasi mencapai 143,56 hektare hingga akhir tahun. 

Ringkasan Berita:
  • PT Merdeka Copper Gold memperluas penggunaan energi terbarukan di tambang emas dan nikel sepanjang 2025.
  • Total reklamasi lahan tambang mencapai 143,56 hektare, disertai rehabilitasi DAS seluas 6.084 hektare.
  • MDKA juga mencatat penghematan 563.293 liter B40 dan mempertahankan rating A MSCI ESG selama tiga tahun berturut-turut.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Merdeka Copper Gold Tbk (Merdeka/MDKA) memperluas penggunaan energi terbarukan, dan memperkuat pengelolaan lingkungan di sejumlah unit operasional sepanjang 2025.

Langkah tersebut tercantum dalam Laporan Keberlanjutan MDKA 2025 dan dilakukan seiring pengembangan proyek strategis Grup Merdeka, termasuk Tambang Emas Pani di Gorontalo serta pengembangan operasional nikel di Sulawesi.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan transisi energi dan pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting dalam arah pengembangan perusahaan ke depan.

“Seiring pengembangan proyek-proyek strategis Merdeka, kami terus mendorong penerapan operasional pertambangan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” kata Albert pada Rabu (13/5/2026).

Tambang Mulai Gunakan Energi Bersih

Merdeka saat ini menjalankan dua pendekatan utama dalam transisi energi, yakni penggunaan listrik bersih melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero) serta pemanfaatan panel surya di area operasional perusahaan.

Tambang Emas Tujuh Bukit yang dikelola PT Bumi Suksesindo, diketahui telah menggunakan listrik dari pembangkit listrik tenaga air melalui pembelian REC dari PLN sejak 2022.

Sementara itu, Tambang Emas Pani mulai efektif menggunakan listrik bersih bersumber dari PLTA Bakaru sejak 1 Januari 2026. Skema tersebut, dijalankan berdasarkan perjanjian REC antara anak usaha Merdeka Gold Resources dengan PT Management Energy Indonesia yang merupakan entitas anak PLN.

“Selain itu, panel surya telah diintegrasikan di Tambang Tembaga Wetar, Tambang Emas Tujuh Bukit, dan Tambang Nikel SCM sebagai sumber energi terbarukan pendukung operasional,” jelas Albert.

Efisiensi B40 dan Reklamasi Tambang

Sepanjang 2025, optimalisasi efisiensi bahan bakar di Tambang Nikel SCM menghasilkan penghematan sebesar 563.293 liter B40.

Seluruh entitas anak Merdeka, kini juga telah menggunakan bahan bakar B40 di area operasional sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju bahan bakar yang lebih rendah emisi.

Di sisi lingkungan, perusahaan mereklamasi lahan tambang seluas 49,60 hektare sepanjang 2025. Dengan tambahan tersebut, total reklamasi lahan tambang yang telah dilakukan mencapai 143,56 hektare hingga akhir tahun.

Program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) yang dijalankan perusahaan juga mencakup area seluas 6.084 hektare di luar wilayah tambang.

Fakta Penting MDKA Sepanjang 2025:

  • Tambang Emas Pani mulai memakai listrik bersih dari PLTA Bakaru
  • Penghematan bahan bakar B40 mencapai 563.293 liter
  • Total reklamasi lahan tambang mencapai 143,56 hektare
  • Rehabilitasi DAS mencapai 6.084 hektare
  • Seluruh entitas anak tersertifikasi ISO 14001:2015
  • MDKA mempertahankan peringkat A MSCI ESG Ratings tiga tahun berturut-turut

Pertahankan Rating ESG

Albert mengatakan, seluruh entitas anak Merdeka kini telah tersertifikasi ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan.

Tak hanya itu, Merdeka juga mempertahankan peringkat A dalam MSCI ESG Ratings selama tiga tahun berturut-turut.

Capaian tersebut menjadikan MDKA sebagai satu-satunya perusahaan sektor diversified metals and mining di Indonesia yang memperoleh peringkat tersebut.

Menurut perusahaan, penguatan infrastruktur energi bersih, efisiensi operasional dan pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang, untuk mendukung praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan di tengah tuntutan global terhadap industri rendah emisi.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved