Rabu, 20 Mei 2026

Berita Surabaya

PT Merdeka Copper Gold Terus Komitmen pada Green Mining di Lokasi Tambang

PT Merdeka Copper Gold,Tbk (IDX:MDKA) sejak 2012 memulai operasi tambang emas Tujuh Bukit di Banyuwangi.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
sri handi lestari/surya.co.id
Operasi Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, yang saat ini sudah menggunakan 100 persen listrik EBT yang disuplai dari PLTP Kamojang Jawa Barat, sehingga mampu menggurangi efek Gas Rumah Kaca dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. 

Selain beasiswa, bentuk kepedulian terhadap pendidikan juga ditunjukan Merdeka melalui PT BKP-BTR (Batutua Kharisma Permai – Batutua Tembaga Raya/Anak Perusahaan) yang mengelola operasi Tambang Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya.

PT BKP-BTR memberikan bantuan sosialisasi kurikulum merdeka ke sekolah-sekolah di wilayah Pulau Wetar sekaligus memberikan bantuan pembangunan sarana prasarana sekolah di sekitar wilayah operasinya.

"Kegiatan tersebut merupakan realisasi kerja sama program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) BKP-BTR," jelas Albert.

Grup Merdeka selalu terbuka dengan segala bentuk kegiatan kolaboratif sepanjang memiliki tujuan kepentingan bersama dan tidak merugikan masyarakat.

Dalam kegiatan sosialisasi inklusivitas dan keberagaman, Merdeka mengandeng Komnas Perempuan dan komunitas terkait, untuk bersama melakukan kegiatan yang memberikan ruang bagi saudara-saudara kita yang mempunyai keterbatasan pada Hari Perempuan Sedunia tahun ini.

"Di samping itu, kami juga kerap melakukan aksi-aksi sosial yang manfaatnya langsung dirasakan," terang Albert.

Sebagai contoh, tahun ini Merdeka menggelar Voluntary Program berbasis internal dalam kegiatan kemanusiaan dan lingkungan dengan pihak luar seperti Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) dan penanaman biopori bersama di sekolah Muhammadiyah 8 Jakarta dan penanaman 1000 bibit mangrove di sekitar teluk Jakarta.

Seluruh program kolaboratif yang dilakukan Merdeka bertujuan untuk membantu, meringankan beban individu dan komunitas dengan keterbatasan.

Selain itu, kegiatan kolaboratif lewat aksi lingkungan juga menjadi prioritas perusahaan dalam upaya rehabilitasi alam.

Di usianya yang ke-12 tahun ini, Merdeka semakin dewasa dalam menjalankan bisnis pertambangan mineral yang berorientasi pada kepatuhan dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

"Merdeka berharap senantiasa dapat memberikan kontribusi baik melalui inovasi maupun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan," papar Albert.

Dari sisi bisnis, di tahun ke-12 Merdeka memiliki fundamental yang semakin kuat, yang dibangun melalui unit-unit usahanya di Indonesia.

Kini, Merdeka tengah menjawab tantangan transformasi yang kompleks, dalam melebarkan unit bisnis dan potensi pengelolaan yang signifikan di Indonesia, bertransformasi ke proyek-proyek masa depan yang menjanjikan seperti Proyek Emas Pani dan Proyek Tembaga Tujuh Bukit yang diperkirakan segera beroperasi penuh dalam waktu dekat.

“Ada beberapa proyek ekspansi yang kami jalankan. Pertama, sebagai wujud dukungan upaya hilirisasi nikel pemerintah kami telah membangun fasilitas pengolahan nikel HPAL (High Pressure Acid Leach)," ungkap Albert.

Kedua, Proyek Emas Pani di Gorontalo akan menjadi salah satu tambang open pit terbesar di Indonesia, yang diperkirakan bisa beroperasi di akhir 2025.

"Dan terakhir, Proyek Underground Tujuh Bukit di Banyuwangi sudah menyelesaikan tahap studi kelayakan saat ini, sehingga perkembangannya on the track," pungkas Albert.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved