Selasa, 19 Mei 2026

Berita Surabaya

PT Merdeka Copper Gold Terus Komitmen pada Green Mining di Lokasi Tambang

PT Merdeka Copper Gold,Tbk (IDX:MDKA) sejak 2012 memulai operasi tambang emas Tujuh Bukit di Banyuwangi.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
sri handi lestari/surya.co.id
Operasi Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, yang saat ini sudah menggunakan 100 persen listrik EBT yang disuplai dari PLTP Kamojang Jawa Barat, sehingga mampu menggurangi efek Gas Rumah Kaca dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Merdeka Copper Gold,Tbk (IDX:MDKA) sejak 2012 memulai operasi tambang emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur.

"Kami berharap dapat terus berkontribusi dalam pembangunan Indonesia dan kemajuan hidup manusia," kata Albert Saputro, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Dengan menjadikan keberlanjutan sebagai dasar operasinya, Merdeka berkomitmen untuk menerapkan ESG (Environment, Social and Governance) untuk memberikan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingannya.

Sebagai hasilnya, tahun 2023 lalu Grup Merdeka mendapat berbagai penghargaan, diantaranya predikat rating 'A' dari Morgan Stanley Capital International (MSCI/ Lembaga Pemeringkat Global) sebagai perusahaan tambang mineral dengan pengelolaan ESG terbaik di Indonesia.

Pengakuan ini menjadi pengakuan dan pembuktian dari komitmen dan kinerja ESG proporsional yang dibangun Merdeka hingga saat ini.

Jejak inovasi Merdeka dibuat dengan semangat memperbaiki kualitas lingkungan melalui program rehabilitasi, reklamasi dan upaya dekarbonisasi.

"Operasi Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, saat ini menggunakan 100 persen listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) yang disuplai dari PLTP Kamojang Jawa Barat, sehingga mampu menggurangi efek Gas Rumah Kaca dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil," jelas Albert.

Merdeka juga sudah menggunakan bahan bakar bio-diesel B-35 yang merupakan campuran bahan bakar nabati (BBN) berbasis 35 persen minyak kelapa sawit, untuk operasional kendaraan dan alat berat.

Di Tambang Tembaga Wetar, Maluku Barat Daya, Merdeka juga mulai berinovasi menggunakan modul surya, sebagai subtitusi energi selain listrik konvensional.

Albert menyampaikan bahwa keberlanjutan adalah dasar utama operasi bisnis dan kerja Merdeka karena kesinambungan bisnis ditentukan oleh seberapa kuat komitmen pelestarian lingkungan dijalankan dengan sebaik-baiknya melalui berbagai cara, salah satunya dengan inovasi subtitusi energi.

“Pada konsep keberlanjutan dan upaya dekarbonisasi, kami menandatangai MoU penggunaan energi baru terbarukan dari PLN yang memiliki akses di daerah. Di operasi tambang emas Tujuh Bukit Banyuwangi sudah 100 persen. Nah, untuk area kami yang belum terjangkau PLN, upaya dekarbonisasi dilakukan dengan mengkaji penggunaan energi solar dan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan," beber Albert.

Merdeka juga melakukan kontribusi efektif dan tepat sasaran kepada masyarakat di kawasan lingkar tambang operasi dan proyek yang dikelolanya.

Komitmen dalam membantu peningkatan pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian beasiswa.

Di Banyuwangi, Jawa Timur, PT Bumi Suksesindo (PT BSI/anak perusahaan) yang mengelola Tambang Emas Tujuh Bukit, telah menggelontorkan total 841 beasiswa pendidikan yang bervariasi mulai dari jenjang SD hingga S1 Perguruan Tinggi sampai tahun ini.

PT BSI juga menyerap tenaga kerja lokal yang berhasil dan berprestasi dalam program beasiswa ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved