Pilkada Jombang 2024

Kekerasan Perempuan-Anak Jadi Dosa Besar Pendidikan di Jombang, Ini Solusi Gus Salman-Mundjidah

Khalid menjelaskan, dalam UPTD PPA di Jombang tahun 2023 terdapat 133 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Deddy Humana
surya/Anggit Puji Widodo (anggitkecap)
Debat Perdana Pilkada Jombang di Hotel Yusro Peterongan. 


SURYA.CO.ID, JOMBANG - Pertanyaan mengenai kasus kekerasan kasus kekerasan  perempuan dan anak yang masih tinggi di Kabupaten Jombang, menjadi materi dalam debat Pilkada Jombang, Sabtu (19/2024) malam. 

Cawabup KH Salmanudin Yazid atau Gus Salman menyebut, persoalan itu bisa diantisipasi dengan memperbaiki pendidikan dasar. Sedangkan cabup petanana, Mundjidah Wahab memilih tindakan preventif dan kuratif pada kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak. 

Pertanyaan mengenai cara mengatasi tinggi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jombang itu, diajukan salah satu panelis, Muhammad Khalid Mawardi. Sesuai pertanyaan, kedua calon diminta memaparkan langkah kongkret atau riil  untuk menangani tingginya kasus itu.

Khalid menjelaskan, dalam UPTD PPA di Jombang tahun 2023 terdapat 133 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Antara bulan Januari sampai Juni 2024 terdapat 117 kasus serupa. 

"Ini menunjukkan bahwa di Kabupaten Jombang masih mengalami tiga praktik dosa besar dunia pendidikan," ucap Khalid membaca pertanyaan tersebut. 

"Bagaimana paslon menanggapi kasus kekerasan seksual khususnya terhadap anak peserta didik serta kebijakan dan strategi yang konkrit yang bisa dilaksanakan oleh dua paslon?" lanjut Khalid. 

Mendapatkan pertanyaan tersebut, paslon nomor urut 2 mendapatkan kesempatan untuk menjawab pertanyaan panelis. Cawabup KH Salmanudin Yazid atau Gus Salman pun mengambil posisi untuk menjawab pertanyaan. 

Gus Salman mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, harus diawali dengan pendidikan dasar. Menurut Calon Wakil Bupati (Cawabup) nomor urut 2 itu, kualitas pendidikan di Jombang harus dibenahi. 

Ia menjelaskan, kalau kualitas pendidikan dibenahi maka hasilnya akan dirasakan setelah beberapa tahun kemudian.

"Indikator pendidikan yang baik itu harus menguasai ilmu pengetahuan, kemudian memiliki moral yang baik. Artinya berakhlakul karimah. Sepandai apapun orang, ketika akhlaknya bejat maka nilainya minus dan bahkan di bawah  minus," ucap Gus Salman. 

Ia juga melanjutkan, peserta didik juga harus memiliki keterampilan dari berbagai bidang. Lalu, jika ingin target pendidikan yang baik tercapai, maka kurikulum pembelajaran harus disusun dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar. 

"Kurikulum tidak harus sama, muatan lokal tidak harus sama, semuanya dicampur menjadi satu. Kurikulumnya harus disesuaikan dan tidak bisa disamaratakan antara Kecamatan Wonosalam, Bareng dengan Jombang Kota. Yang kedua adalah kesejahteraan guru harus ditingkatkan. Bagaimana mau mengajar anak-anak kita ketika kesejahteraan guru tidak ditingkatkan," papar Gus Salman. 

"Bagaimana seorang guru mengajar dia masih memikirkan dapurnya sendiri memikirkan ekonomi diri sendiri. Dan guru-guru harus mendapatkan upah minimum sesuai Kabupaten Jombang," tambahnya. 

Sementara itu, Paslon nomor urut 1 yang diwakili oleh Mundjidah Wahab menjawab, untuk mengatasi permasalahan tersebut pihaknya menawarkan dua penanganan yakni preventif dan kuratif. 

"Saat kami menjabat sudah bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengadakan sosialisasi pra nikah. Dan sudah disepakati oleh seluruh penyuluh Kemenag. Kemudian, kita melihat juga sekolah ramah anak, pesantren ramah anak, kemudian kita juga punya Sekoper Berlian artinya sekolah keluarga perempuan," kata Mundjidah.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved