Berita Probolinggo

Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Dibully di Sekolah, Polres Probolinggo Ungkap Bantahan Dari Sang Ibu

Foto lebam di wajah INS viral di media sosial (medsos) dan menimbulkan keresahan warganet yang dikira korban perundungan

Penulis: Ahsan Faradisi | Editor: Deddy Humana
surya/Ahsan Faradisi (ahsan1234)
Unit PPA Satreskrim Polres Probolinggo mendatangi rumah siswi di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang diduga jadi korban perundungan di sekolahnya, Rabu (16/10/2024). 

SURYA.CO.ID, PROBOLINGGO - Seorang siswi SD di Probolinggo sempat mencuat di media sosial (medsos) karena mengalami wajah lebam sehingga diduga merupakan korban perundungan atau bullying.

Bahkan penyidik Polres Probolinggo turun tangan lantaran siswi itu adalah anak berkebutuhan khusus (ABK. Dalam foto yang beredar memang memperlihatkan wajah lebam siswi SD di Kecamatan Sukapura itu, sehingga diduga akibat perundungan. 

Setelah ditelusuri, korban berinisial INS yang merupakan anak dari warga Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.  Memastikan kebenaran informasi tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo mendatangi rumah INS, Rabu (16/10/2024).

Setelah unit PPA mendatangi rumah INS, Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana melalui Kasi Humas Iptu Merdhania Pravita Shanty memastikan, lebam di wajah INS bukan lantaran perundungan atau bullying. 

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh ibu kandung INS, NK (35). Ia membantah informasi tersebut dan menjelaskan bahwa anak pertamanya tersebut memiliki kebutuhan khusus 

"Dari keterangan ibunya, INS adalah ABK gangguan komunikasi dengan temperamen labil. Sejak kelas 3 SD, INS sering menyakiti dirinya sendiri alias self harm ketika emosinya tidak stabil," kata Vita.

Peristiwa lebam yang menimpa INS saat di sekolah itu, lanjut Vita, ketika INS sedang piket di sekolah tiba-tiba moodnya sedang buruk dan marah-marah. Hingga membenturkan kepalanya ke meja kemudian mengalami lebam. 

"Foto lebam di wajah INS viral di media sosial (medsos) dan menimbulkan keresahan warganet yang dikira korban perundungan," tutur Vita. 

Agar tidak terjadi lagi kepada ABK, menurut Vita, maka diperlukan kepedulian semua pihak untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari. 

"Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pendampingan terhadap ABK supaya mereka dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung, tanpa harus menjadi sorotan negatif di masyarakat," pungkasnya. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved