Rabu, 3 Juni 2026

Pilgub Jatim 2024

Nomor Urut Sesuai Doa dan Harapan Paslon Pilgub Jatim 2024

Rapat pleno pengundian dan penetapan nomor urut Pilgub Jatim 2024 dipimpin Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi yang hadir bersama seluruh komisioner

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra
Tiga Pasangan calon saat menunjukkan nomor ang telah didapat dalam pengundian nomor urut Pilgub Jatim 2024, Senin (23/9/2024). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur rampung melaksanakan pengundian nomor urut tiga pasangan calon Pilgub Jatim 2024, Senin (23/9/2024). Hasilnya, paslon Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim (Luluk-Lukman) mendapat nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (Khofifah-Emil) nomor urut 2 dan disusul pasangan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Risma-Gus Hans).

Pengundian nomor urut ini dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang berlangsung di Hotel Mercure Surabaya dan dihadiri langsung tiga paslon. Pengundian nomor urut ini menjadi tahapan lanjutan setelah Minggu (22/9) kemarin, KPU resmi menetapkan tiga paslon Pilgub Jatim 2024.

Rapat pleno pengundian dan penetapan nomor urut Pilgub Jatim 2024 dipimpin Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi yang hadir bersama seluruh komisioner.

 "Ini sesuai jadwal dan tahapan Pilgub Jatim 2024," kata Aang saat memimpin langsung rapat pleno terbuka tersebut.

Proses pengundian nomor urut ini berlangsung dengan mekanisme yang diatur sesuai regulasi. Sebelum mengambil undian nomor urut, calon wakil gubernur masing-masing terlebih dahulu mengambil antrean di fishbowl yang berisi 14 angka. Urutan pengambilan fishbowl itu berdasarkan kehadiran saat mendaftar.

Nomor yang didapat dari fishbowl itu menjadi acuan untuk giliran mengambil nomor urut. Berdasarkan waktu pendaftaran yang mengambil nomor antrean pertama adalah Emil Dardak, kemudian Zahrul Azhar Asumta Gus Hans dan Lukmanul Khakim.

Dari proses pengambilan antrean nomor itu, Emil mendapat nomor 1, Gus Hans mendapat angka 2 dan Lukman mendapat angka 6. Selanjutnya, berdasarkan angka itu calon gubernur masing-masing mengambil undian nomor urut. Hasilnya, Luluk-Lukman mendapat nomor urut 1, Khofifah-Emil nomor urut 2 dan Risma-Gus Hans nomor urut 3.

Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim mengaku bahagia mendapat nomor urut 1 pada kontestasi Pilgub Jatim 2024.

"Bapak-ibu sekalian, saya sangat berbahagia sekali dan Mas Lukman, kami berdua telah mendapatkan nomor urut satu," kata Luluk dalam sambutannya.

Luluk menilai, nomor satu merupakan nomor kemenangan yang memiliki filosofi kompleks. Semua pihak ditakannya seringkali disatukan dengan seruan satu.

"Insya Allah kita punya tekad yang sama, kita akan punya satu nyali, punya satu jiwa, ada satu barisan, satu gerakan. Nah ini yang akan menjadi modal dasar untuk bisa membangun Jawa Timur," ujar Luluk.

Mantan Ketua Umum Kopri PB PMII ini menjelaskan, semangatnya semakin bertambah setelah mendapat nomor urut 1. Ia meyakini mampu memberikan semangat perubahan untuk Jatim yang lebih maju, masyarakatnya makmur.

Luluk mengatakan, pemerintahan yang tidak dapat merubah kondisi kemiskinan di Jatim tidak perlu dilanjutkan. Jika ingin perubahan yang lebih makmur, butuh tekat yang kuat. Butuh mental perubahan, bahwa kesejahteraan masyarakat Jatim harus dapat diraih dan diwujudkan bersama-sama.

"Gak ada cara lain kecuali memang kita benar-benar mau berubah. Kalau kita ingin mengurangi angka kemiskinan, dimana Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin yang terbesar di Indonesia. Masa iya kemudian ini mau dilanjutkan," kata dia.

Selain muda, lanjut Luluk dan Mas Lukman sudah memiliki pengalaman yang matang dalam kepemerintahan. Pihaknya sudah melakukan pemetaan permasalahan apa saja yang harus dibenahi di untuk mengangkat derajat kesejahteraan Jatim. Angka pengangguran di Jatim sangat tinggi. Kondisi tersebut sebenarnya tidak sejalan dengan posisi geografis Jatim yang memiliki banyak potensi.

Ia juga menegaskan Jatim memiliki kekuatan agraris maritim. Kesuburan tanah dan kekayaan alam begitu melimpah yang idealnya dapat menampung jutaan pekerja. Namun yang terjadi malah kondisi yang sebaliknya.

 "Sekarang angka partisipasi di dunia kerja itu justru disumbangkan lebih banyak oleh mereka yang lulusan SD 42 persen. Sementara yang lulusan SMA sama SMK itu justru penyumbang tingkat pengangguran terbuka," jelas Mbak Luluk.

Khofifah menyampaikan kegembiraannya mendapatkan nomor 2 dalam pengundian nomor urut Pilgub Jatim 2024. Nomor 2 sangat bermakna bagi pasangan Khofifah-Emil. Karena melambangkan semangat dan optimisme keberlanjutan. 

“Alhamdulillah kami tadi sudah mendapatkan nomor urut 2. Angka 2 ini melambangkan optimisme dan semangat untuk mewujudkan dua periode,” kata Khofifah.

“Dan menjadi penyemangat untuk melanjutkan pengabdian Khofifah-Emil mewujudkan Jatim yang maju berprestasi, adil, makmur dan sejahtera,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Khofifah juga menegaskan setelah mendapatkan nomor urut 2 ia langsung sungkem pada gurunya yaitu Nyai Hj Masruroh Wahid. Saat sungkem, ia didawuhi sang guru satu kalimat yang dikatakan Khofifah sangat menyejukkan.

“Beliau guru saya dawuh, khairul umuri ausathuha, yang maknanya yang terbaik adalah yang di tengah-tengah,” ujarnya.

Lebih lanjut Khofifah menegaskan, selama lima tahun memimpin Jatim di periode pertama tahun 2019-2024, telah banyak prestasi yang dihasilkan. Bahkan menjadi provinsi dengan prestasi terbanyak dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

“Jawa timur telah berada pada posisi yang sangat prima menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Dan menjelang 2030, menjadi tahun-tahun yang sangat menentukan sehingga dibutuhkan kerja keras dan jirih payah semua elemen strategis Jawa Timur untuk menyongsong Indonesia Emas,” tegasnya.

Tak hanya itu, Khofifah menegaskan, ikhtiar ke depan Khofifah-Emil adalah senantiasa mendengarkan aspirasi masyarakat, bermasyarakat dengan hangat dan terbuka mewujudkan solusi yang mewujudkan Jatim lebih maju dan berprestasi serta sejahtera.

“Kami Khofifah dan Emil siap untuk mengemban amanah melanjutkan perjuangan kita bersama. Mari kita bergerak bersama, bekerja bersama dan berjuang bersama melanjutkan Jawa Timur yang maju, berprestasi, makmur dan adil serta sejahtera,” pungkas Khofifah.

Pasangan Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta Gus Hans bersyukur mendapat nomor urut 3 dalam Pilgub Jatim 2024. Risma secara khusus menyebut angka ini sesuai dengan doa dari orang tuanya saat memberikan nama dahulu. Yakni kata Tri dalam nama lengkap Risma yang berarti tiga.

"Nama saya kan Tri Rismaharini, jadi cocok nomor tiga. Terima kasih Ibu dan Bapak," ucap Risma.

Risma berharap agar proses Pilgub Jatim 2024 berjalan fair. Sebab proses Pilkada ini akan menentukan nasib seluruh masyarakat Jatim. Mantan Menteri Sosial dan Wali Kota Surabaya itu mengajak agar proses Pilkada dijaga bersama.  

"Agar berjalan baik dan benar, tidak ada kecurangan dan tidak ada gangguan supaya proses ini dirasakan manfaatnya untuk seluruh warga Jawa Timur," ujar Risma yang merupakan politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu, Gus Hans menyebut angka tiga yang didapatkan dirinya bersama Risma sarat akan makna. Baginya angka 3 menunjukan kelahiran, kehidupan dan kematian. Sehingga pasangan yang diusung PDIP dan Hanura itu yakin betul. "Saya menduga, jangan-jangan Gusti Allah percaya bahwa Bu Risma dan saya akan bisa mengurusi semua hal dalam kehidupan di Jawa Timur. Itu dugaan saya, mudah-mudahan benar," ungkap Gus Hans.

Tak hanya makna itu, bagi Gus Hans yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhar Darul Ulum Jombang ini, angka tiga juga identik dengan banyak pelaksanaan ibadah dalam sehari-hari bagi muslim. Misalnya, dalam pelaksanaan rukun wudu' kerap dilakukan tiga kali. Begitu pula dalam bacaan saat rukuk dan sujud saat shalat diutamakan tiga kali bacaan.

 "Mudah-mudahan ini cara Allah untuk gampang mengingat nomor 3," ujarnya.

Gus Hans juga mengungkapkan tim pemenangan sudah terbentuk. KH Imam Bukhori yang merupakan cicit Syaikhona Kholil Bangkalan ditunjuk sebagai panglima tim pemenangan Risma-Gus Hans untuk Pilgub Jatim 2024. Ketokohan Ra Imam diyakini akan mampu mendongkrak suara termasuk di kawasan Madura.

"Insya Allah nanti ketua timsesnya adalah Ra Imam. Dari keluarga besar Syaikhona Kholil menjadi panglima tim pemenangan kita," kata Gus Hans.

Sebagai informasi, Ra Imam merupakan salah satu tokoh asal Bangkalan. Secara garis keturunan dia merupakan cicit mendiang Syaikhona Kholil. Adapun Syaikhona Kholil diketahui adalah Ulama besar dan berpengaruh. Bagi Gus Hans masuknya Ra Imam patut disyukuri.

Apalagi Gus Hans menyatakan tentu tokoh Madura tidak sembarangan. Secara garis keturunan, Gus Hans yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al Azhar Darul Ulum Jombang ini mengaku juga memiliki darah Madura.

"Jadi mbah buyut saya juga Madura. Nyambung-nyambungnya juga, dari sisi nasab keilmuannya juga tidak jauh dari Syaikhona Kholil," ujar Gus Hans. (yus/ima/ffs)

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved