Rabu, 6 Mei 2026

Pilgub Jatim 2024

Poltracking Indonesia: Suara Nahdliyin Jadi Kunci Pilgub Jatim 2024

Suara pengikut Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin di Jawa Timur menjadi kunci bagi pasangan calon yang bertarung di Pilgub Jatim 2024

Tayang:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
Istimewa/Tangkapan Layar
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Suara pengikut Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin di Jawa Timur (Jatim) menjadi kunci bagi pasangan calon yang bertarung di Pilgub Jatim 2024

Selain itu, pemilih Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto di Jatim, dinilai juga menjadi salah satu faktor penting untuk pemenangan. 

Analisa ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda, berdasarkan temuan survei yang dilakukan pihaknya terkait Pilgub Jatim 2024, Kamis (19/9/2024). 

Survei ini digelar dalam rentang waktu 4-10 September 2024, yang melibatkan 1200 responden di 38 kabupaten/kota. 

Dalam penjelasannya, Hanta Yuda menyebut, bahwa Jawa Timur tidak bisa dipisahkan dengan Nahdliyyin. 

Sebab, pemilih dengan kategori ini persentasenya sangatlah besar, yakni berada di angka sekitar 80 persen. Termasuk secara kultur, banyak mendominasi masyarakat. 

"Kiai Khos dan berpengaruh, termasuk pesantren juga sangat banyak sekali di Jawa Timur," kata Hanta Yuda saat rilis daring survei bertajuk Peta Elektoral Pilkada Jawa Timur 2024 : Pertarungan Tiga Srikandi yang disiarkan secara daring. 

Survei Poltracking ini juga memotret kecenderungan pemilih yang berafiliasi dengan NU. 

Berdasarkan temuan survei tersebut, Khofifah-Emil saat ini mendapat dukungan 60,8 persen dari responden Nahdliyin, kemudian Risma-Gus Hans 19,7 persen dan Luluk-Lukman 2,4 persen. 

Bagi Hanta, temuan ini cukup masuk akal, mengingat posisi Khofifah yang merupakan Ketua Umum PP Muslimat NU dalam beberapa periode kepemimpinan. 
Hal ini juga menjadi tantangan bagi dua paslon di sisa waktu 2,5 bulan jelang Pilgub Jatim ini. 

"Tapi kalau dilihat semua calon punya basis NU. Bu Luluk karena diusung PKB memiliki hubungan cukup kuat dengan NU. Begitu juga wakil Bu Risma, KH Zahrul Azhar Asumta juga merupakan bagian dari warga NU," ungkapnya. 

Meski saat ini nampak dukungan besar Nahdliyin kepada Khofifah-Emil, namun Hanta Yuda menyebut, jika dalam politik semua selalu dinamis. Apalagi, masih ada 2,5 bulan waktu tersisa. Sehingga, sudah hampir pasti setiap calon akan menyasar berbagai ceruk potensial. 

Termasuk pemilih dengan kategori Nahdliyin yang merupakan mayoritas di Jawa Timur

"Kita akan lihat perkembangannya nanti. Tapi memang per hari ini berdasarkan data, pemilih NU cenderung memilih Khofifah-Emil," ujar Hanta. 

Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi menyebut, Pilkada Jawa Timur selalu menarik untuk diperhatikan. 

Hal itu lantaran Jawa Timur menjadi daerah strategis dengan jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) kedua terbesar di Indonesia. 

"Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur selalu menjadi isu nasional, dan elite-elite nasional pun juga menjadikan Jawa Timur sebagai perhatian khusus," ungkap Masduri. 

➢ IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved