Pilgub Jatim 2024

Emil Buka-Bukaan Pilih Lanjut Jadi Cawagub Jatim, Dibanding Terima Tawaran Jadi Menteri Prabowo

Apa yang membuat Emil memilih untuk melanjutkan karir politiknya di Jawa Timur bersama Khofifah alih-alih menjadi menteri negara?

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Youtube Surya Online
Wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra bersama Emil Elestianto Dardak 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dua bulan lagi pesta demokrasi di Jawa Timur akan diselenggarakan. Pilgub Jatim menjadi menarik karena juga menjadi daerah dengan jumlah pemilih kedua terbesar di Indonesia. Maju sebagai paslon petahana, Emil Elestianto Dardak sebagai cawagub pendamping Khofifah Indar Parawansa. 

Sebelum resmi mendaftar sebagai cawagub bersama Khofifah, Emil Dardak santer dikabarkan akan masuk dalam kabinet Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. 

Apa yang membuat Emil memilih untuk melanjutkan karir politiknya di Jawa Timur bersama Khofifah alih-alih menjadi menteri negara? Juga bagaimana ceritanya Emil Dardak bisa mulus tanpa resistensi menjadi wagub yang dipilih oleh 15 partai pengusung Khofifah-Emil?

Simak jawabnya dalam wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra bersama Emil Elestianto Dardak berikut ini.

Apa yang membuat Anda lebih memilih sebagai cawagub pendamping Khofifah padahal semua orang tahu bahwa Anda santer disebut akan membantu Prabowo Gibran dalam kabinet ke depan? 

Tentu merupakan suatu kehormatan yang besar ketika kami mendapatkan tawaran untuk membantu Presiden dan Wakil Presiden Terpilih. Tapi prinsipnya kami sebagai anak bangsa harus siap untuk ditugaskan di mana pun.

Namun demikian kami juga ada dalam sebuah amanah yang bahkan telah diberikan sejak akhir tahun 2023 untuk mendapat mendampingi Ibu Khofifah. Yang mana amanah itu telah diberikan langsung oleh Ketum Demokrat Mas AHY yang tentunya dengan persetujuan Ketua Majelis Tinggi Partai yaitu Pak SBY

Maka saat ada penyampaian presiden terpilih dan ada amanah beberapa waktu sebelumnya dari Presiden RI ke-6, maka itu adalah ranahnya suhu-suhu untuk menentukan, kita sebagai anak bangsa harus siap untuk ditugaskan dimana saja. 

Saya pribadi pun wajar sebagai wagub 2019-2024 punya ikatan batin yang tinggi untuk melanjutkan hal-hal yang saya lihat peluangnya luar biasa untuk pembangunan Jawa Timur.

Jadi artinya lebih memilih melanjutkan apa yang sudah dilakukan secara on the track ya?

Bisa dikatakan begitu. Karena contohnya nih, banyak yang tidak sadar bahwa Pasar Turi-Gubeng-Wonokromo-Waru yang menjadi jantungnya transportasi Surabaya Raya keretanya masih single track dan belum listrik. Padahal masyarakat punya cita-cita besar supaya punya KRL dan kereta yang kapasitasnya lebih besar. 

Nah sekarang itu hampir terwujud. Sebuah kerja lama yang sudah kita mulai sejak tahun 2019, proyek SRRL sudah masuk penandatanganan Kementerian Perhubungan dengan KfW Jetman dan akan dilanjutkan dengan Kementerian Keuangan. Bahkan pendanaan tahap awal sudah disecure dengan nilai Rp 3,5 Trilliun. 

Lho dari 2019 sampai sekarang baru penandatanganan?

Iya. Karena menyiapkan infrastruktur memang ada prosesnya, dan itu panjang. Harus ada studi, ada DED dan lain-lain

Dan yang membahagiakan, rangkaian proyek ini juga akan menyediakan enam underpass di Jalan Ahmad Yani untuk menghindari perlintasan sebidang. 

Ini sangat penting. Karena kalau double track akan semakin tinggi frekuensi kereta melintas. Bisa dibayangkan ya sekarang saja kalau ada kereta melintas di dolog dan margorejo itu bisa menimbulkan macet yang panjang. Dampaknya bisa sampai Waru bahkan. 

Jadi di Jatim ini kongkrit apa yang bisa dilakukan, progresnya ada dan dampaknya jelas. Maka kita akan kawal. 

Selain sektor transportasi adalah proyek pembangunan yang juga menjadi pemberat hati Anda untuk tetap stay di Jawa Timur?

Tentu. Kita sedang berusaha untuk menjadikan Jawa Timur menjadi kawasan ekonomi digital. Kita sudah punya KEK Singhasari di Malang. Yang mana King's college London sudah membuka kampus di sana. Ini kampus top 40 dunia. Bekerjasama dengan LPDP, tahun ini sudah mulai running kelasnya.

Ini membuat kita sangat bersyukur. Karena kalau kita mengirim mahasiswa ke Inggris paling hanya satu atau dua. Tapi ini mereka buka kampus di sini tentu mahasiswanya bisa lebih banyak dan biaya pendidikannya tidak semahal kalau kita mengirim ke luar. 

Sebuah kehormatan karena yang dipilih adalah Malang. Maka kita optimis KEK di Malang ini akan menjadi katalis untuk mengembangkan teknologi digital. Karena selama ini yang mau serius belajar digital itu harus pergi ke Batam.

Jadi itu beberapa alasan yang membuat Anda ingin tetap berjuang di Jawa Timur daripada menjadi menteri negara?

Ya itu sekelumit apa apa yang bisa kita lanjutkan di Jawa Timur. Saya dalam posisi manut.  Tapi passion untuk tetep di jawa timur selalu ada dan tidak pernah saya tutup dari siapapun. 

Dan sampai pada akhirnya ada satu titik saya tetap Istiqomah bersama Bu Khofifah adalah saya tetap ditunjuk ibu untuk mewakili beliau untuk hadir di tengah-tengah masyarakat ketika ibu tidak bisa hadir meski saya sudah bukan wakil gubernur. 

Tapi bahwa kami tidak dalam posisi menolak tawaran beliau-beliau. Melainkan saya merasa belum pada fase saya tidak diperbolehkan untuk melanjutkan kebersamaan bersama bu Khofifah. 

Jadi kemudian apakah Anda memberikan jawaban menolak tawaran tersebut atau bagaimana?

Sampai pada suatu titik dimana Partai Golkar saat itu Ketumnya Pak Airlangga Hartarto secara langsung menyampaikan surat rekomendasi secara berpasangan untuk cagub cawagub Jatim, yaitu Khofifah-Emil. Itu menjadi partai pertama yang menyerahkan rekom berpasangan. Karena saat akhir 2023 itu Partai Golkar menyerahkan rekom tapi hanya untuk bu Khofifah. Baru Mei Partai Golkar menyerahkan rekom berpasangan. Yang kemudian diikuti oleh partai-partai lain. 

Saya dengar Anda mendapat dukungan dari koalisi partai KIM Plus karena Anda sosok yang dapat diterima dan disukai dan tidak ada resistensi oleh semua partai-partai di koalisi itu? 

Saya sendiri berusaha untuk menjadi teman yang baik dengan semua partai. Meski saya ketua demokrat jatim tapi saya sebagai wagub saat itu selalu berupaya menciptakan equal distance dengan semua partai. Supaya tidak ada beban psikologis diantara partai lain karena saya ketua salah satu partai di Jatim

Ini yang senantiasa saya junjung tinggi. Terutama sebagai wagub yg diusung lebih dari satu partai.

Saya tentu berharap memang tidak ada resistensi. Saya tidak mau klaim. Tapi Alhamdulillah dari sowan saya ke ketua partai di Jatim hasilnya gayeng. Dan ini bukan hanya saat pilkada tapi sudah lama saya bangun. Jadi tidak ujug-ujug. 

Kalau sesuatu sudah berjalan baik, kenapa nggak dilanjut saja. Dan bu Khofifah juga Alhamdulillah berkenan, maka saya ini keparingan rejekinya beliau-beliau lebih memilih jalan yang paling adem dalam penentuan calon di Jatim. Terlebih karena juga petahana. 

Komunikasi dengan Prabowo Gibran bagaimana? Apakah memang sudah berkomunikasi langsung untuk tawaran ke Anda sebagai Menteri?

Secara pribadi, ada etika saya tidak membuka apa yang saya bicarakan dengan presiden dan wapres terpilih. Tapi ada benarnya bahwa pernah terbahas. Tapi konteksnya lebih eksploratif, jadi dalam konsep pembahasan yang lebih terbuka. Bahwa ada sebuah skenario yang melibatkan banyak pihak termasuk saya di dalamnya.

Di situlah juga mempertimbangan konfigurasi nasional termasuk pilkada dan konstelasi nasional. Saya tidak mereduksi hal itu yes no question. Yang akhirnya kita tahu bahwa Pak Prabowo yang langsung menyerahkan rekomendasi untuk kami untuk Ibu Khofifah dan saya sebagai pasangan cagub dan cawagub di Jawa Timur.

➢ IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved