Pembunuhan Vina Cirebon
Yakin Rivaldy alias Ucil Tak Terlibat Kasus Vina Cirebon, Ini Alibi Kuat 2 Temannya Saat Kejadian
Rivaldy alias Ucil, terpidana kasus Vina Cirebon diyakini tak terlibat. Dua teman punya alibi kuat.
SURYA.CO.ID - Terpidana kasus Vina Cirebon, Rivaldy Aditiya Wardhana alias Ucil, memiliki harapan baru untuk bisa terlepas dari hukuman penjara seumur hidup yang telah diterimanya.
Dua orang teman siap bersaksi untuk bisa melepaskan Rivaldy alias Ucil dari penjara.
Dua orang ini mengaku bersama Rivaldy alias Ucil saat kejadian tewasnya Vina Dewi Arsita alias Vina Cirebon dan Muhammad Rizky alias Eky.
Mereka adalah Aldo dan Alvian.
Aldo meyakini pada 27 Agustus 2016, Rivaldi alias Ucil bersama dengannya di rumah.
Baca juga: Tabiat Rivaldy alias Ucil Terpidana Kasus Vina yang Buat Sidang PK Diskors, Berani Singgung Rudiana
"Jam 4 sore Ucil datang ngobrol aja, Alvian datang minta anter pulang, jam 8an balik lagi. Di rumah Aldo ada teman nongkrong, minum-minum aja," kata Aldo dikutip dari Youtube TVOne pada JUmat (7/9/2024).
Aldo mengingat kejadian Sabtu 27 Agustus 2016 karena bertepatan dengan ulang tahun kakaknya, Rere.
Saat itu mereka merayakan dengan nongkrong dan minum-minum bersama.
Selesai nongkrong dan teman-temannya pulang, Aldo, Rere dan Ucil masuk ke dalam rumah.
"Aldo tidur duluan, terakhir lihat Ucil mau ganti celana mau tidur. Aldo tidur jam 10 bangun 10.30 siang masih ada Ucil juga, Ucil nyamperin, dia tuh mau minta anter," kata Aldo.
Namun karena Aldo tak memiliki motor dia tak menyanggupi permintaan Ucil.
Sampai sore datanglah Alvian.
"Sore Alvian datang lagi, akhirnya dianterin sama Alvian. Seharian full di rumah Aldo gak kemana-mana," kata Aldo.
Alvian bercerita saat di rumah Aldo, Ucil memang meminta antar pulang bertemu ayahnya untuk minta uang.
"Saya mau ke rumah Aldo jam 4 ada Rivaldi sama Aldo. Aldo lagi masukin ayam, Rivaldi lagi duduk sambil ngeroko minum es. Rivaldi minta anter minta uang ke bapaknya. Saya izin ke Aldo anter Rivaldi. Saya jalan ke bapaknya minta uang bapak rivaldi ketemu di gang depan pom bensin. Saya makan di nasi goreng di seberang jalan Cipto. Sekitar jam 8 kurang lebih saya pulang lagi ke rumah Aldo, sudah banyak orang lagi nongkrong," kata Alvian.
Pada pukul 22.00 WIB pun Alvian melihat Aldo dan Rivaldi masuk ke dalam rumah.
"Jam 10 bubar saya pulang. Abis bubar lihat Aldo sama Rivaldi masuk ke rumah," katanya.
Pada 28 Agustus 2016, Rivaldi kembali meminta Alvian mengantarnya karena Aldo tak ada motor.
"Keesokan harinya baru pulang saya anter Rivaldi ke rumah tangkil di gang, saya pulang lagi ke rumah Aldo jelang magrib soalnya langitnya udah gelap. Saya ngobrol si Ucil datang ke sekitaran jam 9 bawa perempuan," kata Alvian.
Sampai pada 30 Agustus 2016, Ucil ditangkap polisi atas kasus penganiayaan dan kepemilikan senjata tajam.
Rivaldi alias Ucil ditangkap setelah menganiaya pacarnya.
Dia kemudian ditahan di Polsek Barat Utara Cirebon.
Namun, saat ditahan di Polsek Barat Utara Cirebon, dia tiba-tiba didatangi ayah Eky, Iptu Rudiana.
Iptu Rudiana langsung mencecar Ucil dengan kejadian tewasnya sang anak, Eky.
Merasa tidak tahu dan sudah berada di tahanan tiga hari, Ucil pun mengelaknya.
Namun, Iptu Rudiana terus menudingnya dengan mengatakan teman-temannya sudah mengaku.
Tak hanya itu, kepala Ucil juga dibenturkan ke teralis tahanan.
"Saya terus dijedot-jedotin ke teralis. Nanti dulu pak, apa-apaan pak," ungkap Ucil menceritakan protesnya saat itu, dikutip dari tayangan Telusur TVOne pada Jumat (6/9/2024).
Setelah itu, lanjut Ucil, muncul lah tersangka lain, Sudirman yang disuruh penyidik untuk menunjuk siapa yang terlibat di kasus Vina.
Saat itu Sudirman menunjuk Ucil yang memiliki tatoo di badannya.
Namun saat itu Sudirman menyebut nama dia Andika.
Merasa namanya bukan Andika, Ucil kembali protes.
Namun protesnya tak ditanggapi polisi yang akhirnya meminta dia ikut ke Polres Cirebon Kota.
Di Polres Cirebon Kota, Ucil bertemu dengan tersangka lain, Hadi Saputra dkk yang juga mengalami hal serupa, dipukuli para penyidik.
"Dijudge kamu yang bunuh, kamu yang nusuk, kamu yang memerkosa," ungkap Ucil sambil terus mengaku tidak tahu menahu hal itu.
Bahkan saking kesal protesnya tidak ditanggapi, Ucil sampai minta dibunuh atau dimatikan saja.
"Saya dimasukin ke sel, yang lain juga sama mereka juga digituin. (Tersangka) yang lain pun saya gak kenal," katanya.
Setelah dipaksa mengaku, Ucil lalu dipindah ke tahanan Polda Jabar selama 2-3 bulan untuk menyembuhkan luka-lukanya.
Setelah itu dia dikembalikan ke Polsek dan dititipkan ke Rutan Pelabuhan.
Tak lama setelah itu, dia disidang atas kasus kepemilikan senjata tajam dan divonis 1 tahun 6 bulan penjara.
Dan, tak lama setelah itu dia dilimpahkan lagi untuk kasus Vina Cirebon.
"Tiba-tiba pelimpahan kasus vina. Apa apaan pak. Saya tanda tangan aja enggak.
Saya marah-marah di tempat persidangan. Saya tanda tangan aja gak, Sampai mati pun enggak. Gak pernah tanda tangan saya," akunya.
Ucil mengaku sampai saat ini tidak pernah tanda tangan BAP di Polres.
"Saya tanda tangan di polsek saja. Di polres gak pernah tanda tangan," katanya.
Ucil pun mengaku tidak tahu isi BAP karena merasa tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan.
Namun saat dakwaan dibacakan di persidangan dia baru tahu kalau dituduh menusuk hingga memerkosa korban Vina.
"Saya bantah semua, dari awal persidangan juga. Saya tanda tangan saja tidak," katanya.
Kini harapan Ucil mulai tumbuh ketika banyak pihak yang memperhatikan kasusnya dan akhirnya dia bisa mengajukan permohonan PK.
"Harapan saya semoga terbuka seluas-luasnya. Saya bisa kumpul lagi sama keluarga. Bisa jagain adik-adik saya. Saya yakin, Allah tidak akan pernah tidur. Pengadian sesungguhnya menanti di akherat nanti," tukasnya.
Disiksa hingga Didatangi Maung

Tak disangka tubuh terpidana kasus Vina Cirebon, Rivaldi alias Ucil ternyata kebal.
Ucil mengaku tak merasa sakit ketika disiksa penyidik kasus Vina Cirebon.
Ayah Rivaldi, Asep Kurnadi bercerita meski tubuh anaknya kecil namun masih bisa bertahan dari siksaan penyidik kasus Vina Cirebon.
"Kecil banget makanya beda, segitu kecilnya diinjak-injak, yang lain pada pecah ngegeser," kata Asep.
Akibat siksaan itu, kata Asep, Rivaldi sampai tak berdaya dan kritis.
Saat itulah, kata Asep ada sosok uyutnya yang menghampiri Rivaldi.
"Waktu keadaannya darurat antara hidup dan mati datang uyunya Rivaldi," katanya.
"Dijilatin semua dari ujung kaki sampai ujung kepala sama maung," tambah Asep.
Setelah itu Rivaldi kemballi menerima penyiksaan.
Namun kali ini, kata Asep, Rivaldi sama sekali tidak merasakan sakit seperti semula.
"Akhirnya Rivaldi nerima siksaan lagi gak kerasa, sampai steples, gak kerasa udah. Kata Rivaldi kebal, 'udah kebal pah semenjak ketemu Paman Maung aja'," kata Asep.
"Gak bilang apa-apa, udah pergi lagi. Antara sadar dan tidak, hidup dan mati," tambahnya.
Padahal di antara 8 terpidana, Rivaldi alias Ucil yang paling banyak menerima penyiksaan dari penyidik kasus Vina Cirebon.
"Paling banyak penyiksaannya," kata Asep.
Kini, harapan Asep kembali muncul setelah Ucil dan teman-temannya mengajukan PK.
Asep tak menyangka jika anaknya itu menjelma menjadi sosok dewasa setelah 8 tahun mendekam di jeruji besi.
Bahkan Asep juga mengatakan, Rivaldi saat ini dalam kondisi sehat.
"Dia sekarang gemuk. Udah bujang dia," ucapnya dilihat TribunnewsBogor dari Youtube Feri, Selasa (27/8/2024).
Lebih lanjut, Asep menejlaskan, jika ada wejangan yang diberikan terhadap Rivaldi.
"Saya tadi ngobrol dengan Rivaldi, saya nanya kesehatannya. Alhamdulillah Rivaldi sehat," bebernya.
"Saya coba nenangin agar dia sabar di dalam," tambahnya.
"Saya juga berpesan agar berdoa agar dikabul PK nya. Cuma seperti itu saja saya ngasih nasihat," ungkap Asep.
Asep membeberkan, jika Rivaldi adalah anak yang pendiam tapi memiliki jiwa solidaritas yang tinggi.
"Rivaldi itu anaknya diam. Dia kalau sayang sama orang, sayang banget. Solidaritasnya tinggi," jelasnya.
"Anaknya tidak neko-neko. Walau diam dia sangat baik sama teman," sambungnya.
Di sisi lain, Asep meminta maaf terhadap semua pihak yang sulit untuk menemuinya.
Asep beralasan jika sulit dihubungi karena dia tak memiliki smartphone.
"Maaf ya, saya tidak punya smartphone. Itu masalahnya," paparnya.
"Ada handphone tapi tidak ada Whatasappnya. Jadul," sambung Asep.
Kepada publik, Asep membeberkan bagaimana awal mula ia mengetahui sang anak Rivaldi menjadi pelaku pembunuhan Vina dan Eky.
Dalam siniar yang tayang di kanal YouTube Diskursus Net pada Selasa (30/7/2024) kemarin, Asep mengaku baru mengetahui Rivaldi jadi pelaku pembunuhan Vina dan Eky melalui internet.
Parahnya, Asep harus melihat kondisi Rivaldi yang babak belur imbas penyiksaan yang dilakukan oknum polisi kepada anaknya.
Foto-foto Rivaldi yang babak belur itu pun diketahuinya dari internet.
Asep mengaku saat itu ia merasa bak diterpa gunung runtuh usai mengetahui kondisi Rivaldi saat itu.
"Waktu kejadian itu waduh saya kayak runtuhnya gunung Pak. Masyaallah benar enggak saya bilang, karena saya kan tahunya dari internet Pak, kejadian itu," kata Asep kepada Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel yang memandu siniar itu.
Asep kemudian langsung menemui Widyaningsih, pengacara Rivaldi dan menanyakan tentang nasib anaknya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Kesaksian Teman Bareng Ucil Saat Malam Kasus Vina, Rayakan Ultah Kakak Kini Malah Divonis Tusuk Eky
Rivaldy alias Ucil
kasus Vina Cirebon
Terpidana Kasus Vina Cirebon
Sidang PK Terpidana Kasus Vina
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Iptu Rudiana
Tak Tahan Lihat 7 Terpidana Kasus Vina Cirebon, Jutek Ingatkan Prabowo: Jangan Sampai Ada Keranda |
![]() |
---|
Ingat Sudirman Terpidana Kasus Vina Cirebon yang Ditembak Peluru Karet? Tiba-tiba ke Rumah Sakit |
![]() |
---|
7 Terpidana Kasus Vina Cirebon Bisa Lolos Pidana Seumur Hidup dengan Remisi Perubahan, Jutek Beraksi |
![]() |
---|
Kondisi Miris Sudirman Terpidana Kasus Vina Cirebon Usai PK Ditolak, Otto Hasibuan: Harus Dicek |
![]() |
---|
2 Jalan agar Terpidana Kasus Vina Cirebon Bisa Lolos Hukuman Seumur Hidup, Ini Kata Otto Hasibuan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.