Rabu, 22 April 2026
Grahadi

Pemprov Jatim

Upacara 17 Agustus di Grahadi Surabaya Berlangsung Meriah, Dihadiri Ratusan Warga

Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Gedung Negara Grahadi Surabaya berlangsung meriah, Sabtu (17/8/2024).

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra
Suasana setelah upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (17/8/2024). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Gedung Negara Grahadi Surabaya berlangsung meriah, Sabtu (17/8/2024). 

Tak hanya pengibaran bendera, upacara yang berlangsung di halaman Grahadi ini juga diisi serangkaian penampilan mulai tari hingga musik hiburan untuk warga. 

Pada upacara ini, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menjadi Inspektur upacara. 

Dengan ditemani sang istri, Adhy tampil mengenakan baju adat pengantin dari suku Osing Banyuwangi dengan perpaduan warna hitam dan merah. Jajaran Forkopimda Jawa Timur juga hadir secara langsung. 

Sementara, ada ratusan warga yang berkesempatan langsung mengikuti upacara di lokasi. Pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berlangsung khidmat. 

Seusai upacara, banyak penampilan disuguhkan. Mulai gelar tari, drum band oleh siswa SMAN 3 Taruna Angkasa Jatim hingga penampilan musik dari DJ Fakedopp bersama penyanyi dangdut kenamaan asal Jawa Timur, Difarina Indra. Penampilan ini pun membuat pejabat dan undangan berbaur bersama. 

Adhy Karyono menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) ingin agar perayaan 17 Agustus ini dinikmati oleh masyarakat. Sekaligus sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap negara Indonesia. 

"Maknanya kami harus memelihara hasil kemerdekaan ini, harus kami jaga betul. Isi kemerdekaan yang bermanfaat," kata Adhy seusai upacara. 

Lebih jauh, Adhy mengenalkan slogan 'Jawa Timur Gerbang Nusantara Baru' yang dinilai selaras dengan tema Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yakni 'Nusantara Baru Indonesia Maju'. 

Menurut Adhy, hal ini bukan tanpa alasan. Sebab, hal ini dilihat betapa strategisnya Jawa Timur terhadap IKN. 

"Kami melayani 20 provinsi untuk produksi kita, lumbung pangan kita surplus ke sana, termasuk untuk Kalimantan Timur. Ketika membangun saja, ternyata material yang dibutuhkan di sana banyak sekali dari sini. Hampir 70 sampai 80 persen," ungkap Adhy.

➢ IKUTI UPDATE BERITA MENARIK LAINNYA di GOOGLE NEWS SURYA.CO.ID

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved