Pembunuhan Vina Cirebon

Yakin Iptu Rudiana Diduga Langgar Kode Etik Berat di Kasus Vina Cirebon, Eks Wakapolri: Sangat Fatal

Mantan Wakapolri Oegroseno meyakini bahawa Iptu Rudiana diduga melanggar kode etik berat dalam kasus Vina Cirebon. Sangat fatal.

kolase Youtube
Manatan Wakapolri Oegroseno dan Iptu Rudiana. Oegroseno Yakin Iptu Rudiana Diduga Langgar Kode Etik Berat di Kasus Vina Cirebon. 

Dia menangis sambil mencium batu nisan Eky. 

"A Eky tenang ya A. Embap sudah 8 tahun ditinggal A Eky, embap terus berjuang, terus berjuang mencari keadilan buat A Eky, A tenang ya disana, Ya Allah. Ya Allah ampuni hamba tenangkan anak hamba di sana, ampuni dosa Ya Allah," ratap Iptu Rudiana.

Curhat ke Eks Kabareskrim

kolase foto Ipt Rudiana di kasus Vina Cirebon. Desak Iptu Rudiana Segera Terus Terang Soal Kasus Vina Cirebon, Eks Wakapolri Contohkan Kasus Sambo.
kolase foto Ipt Rudiana di kasus Vina Cirebon. Desak Iptu Rudiana Segera Terus Terang Soal Kasus Vina Cirebon, Eks Wakapolri Contohkan Kasus Sambo. (kolase Warta Kota)

Ternyata selama ini Iptu Rudiana mencurahkan hatinya atau curhat ke mantan Kabareskrim Polri (Purn) Ito Sumardi. 

Curhatan Iptu Rudiana lalu dibongkar Ito Sumardi dalam wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Kamis (25/7/2024). 

Ito Sumardi mengaku mendapat pesan Iptu Rudiana sebagai dalam posisi sebagai pensiunan Polri.

Ia bercerita jika Iptu Rudiana tak henti-hentinya menangis setiap kali melihat pemberitaan di televisi terkait kasus kematian anaknya.

Iptu Rudiana mengaku diperlakukan tidak adil atas pengungkapan kasus kematian anaknya di tahun 2016 lalu.

Terlebih, setelah adanya rentetan peristiwa dikabulkannya prapradilan Pegi Setiawan dan pengajuan peninjauan kembali (PK) dari terpidana Saka Tatal.

"Jadi dia tuh selama ini menurut Rudiana, dia melihat TV tuh dia sedih, berkali-kali menangis demi Tuhan, dia ngomong gitu. Kenapa? 'Saya diperlakukan tidak adil, Padahal saya kehilangan anak saya'. Anak kandung siapa, Apakah orang tua yang mau anaknya meninggal," kata Ito Sumardi.

Di situ, Ito menyadari jika Iptu Rudiana merupakan seorang manusia biasa yang ingin mendapat keadilan, serta kepastian hukum dalam kasus kematian anaknya.

Apalagi, lanjut dia, Rudiana tidak mengenal secara langsung para terpidana yang telah dihukum sebelumnya, termasuk Saka Tatal.

"Nah, kalau misalnya itu dibebaskan mungkin buat Rudiana waktu itu udah selesai. Tinggal nyari lagi siapa pelaku utamanya. Pelaku yang sebenarnya siapa," imbuhnya.

Selain itu, Ito turut menyadari posisi Polri yang saat ini terkesan tidak mau banyak bicara dalam kasus tersebut.

Termasuk, Iptu Rudiana yang tidak banyak muncul untuk menyampaikan sesuatu dalam kasus ini.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved