Berita Gresik

Anak-Anak Jadi Detektif Sungai, Cara Ecoton Ajarkan Kepedulian Lingkungan Sungai Brantas

anak-anak detektif sungai diajak untuk melakukan observasi melalui biotilik dan penelitian mikroplastik di Sungai Kedak.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad sugiyono (sugiyono)
Anak-anak jadi detektif sungai di Sekolah Alam Ramadhani Mojoroto Kota Kediri untuk observasi kesehatan sungai melalui biotilik dan penelitian mikroplastik di Sungai Kedak, Kamis (4/7/2024). 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Yayasan kajian ekologi dan konservasi lahan basah (Ecoton Foundation) asal Desa/Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik mengadakan sekolah alam detektif sungai di Sekolah Alam Ramadhani Mojoroto Kota Kediri, Kamis (4/7/2024).

Koordinator kegiatan sekolah alam detektif sungai, Tonis Afrianto mengatakan, anak-anak detektif sungai diajak untuk melakukan observasi kesehatan sungai melalui biotilik dan penelitian mikroplastik di Sungai Kedak.

Sungai Kedak merupakan salah satu sungai yang mengalir ke sungai induk yaitu Brantas. "Observasi ini bertujuan untuk mengajak anak-anak ikut menjaga sungai, khususnya melihat kualitas air menggunakan indikator biota dan melihat kontaminasi mikroplastik yang dapat membahayakan lingkungan, sekaligus mengancam kesehatan manusia," kata Tonis Afrianto melalui rilis Ecoton.

Dalam kegiatan sekolah alam detektif Sungai, para siswa banyak melakukan observasi di sungai, agar siswa mengetahui kondisi lingkungan, apakah kotor dan penuh plastik.

"Saat ini banyak anak muda yang cuek, sehingga melalui sekolah alam detektif sungai ini, diharapkan bisa memberikan kesempatan anak muda untuk menyumbang solusi keselamatan lingkungan,” papar Tonis.

Sementara hasil kegiatan observasi di Sungai Kedak, kesehatan sungai termasuk kurang baik."Berdasarkan pengamatan biotilik mendapatkan skor 2,5 yaitu tercemar sedang.

"Sementara dalam pengamatan mikroplastik mendapat kontaminasi partikel filamen, fragmen dan fiber. Sumbernya dari sampah plastik, seperti kresek, sachet dan kain," jelasnya.

Sementara Ahmad Isa Ramadhan, siswa SD Laboratorium Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri mengatakan, dari kegiatan ini ia mendapat pemahaman mendalam tentang bahaya mikroplastik dan pentingnya mengurangi penggunaan plastik.

"Diharapkan semakin banyak warga yang sadar dampak buruk plastik dan berkomitmen untuk membawa tas belanja sendiri dan pengurangan plastik dalam kehidupan sehari-hari," kata Ahmad.

Kegiatan tersebut juga didukung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Imam Muttaqin.

Imam mengatakan, mengajak anak-anak detektif sungai bisa menjadi edukasi untuk menjaga lingkungan dengan mengurangi plastik kresek, serta mengajak orang tua dan keluarga untuk memilah sampah sejak dari rumah.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini, sebab penting untuk menjaga sungai Brantas dari limbah rumah tangga dan polusi plastik. Kota Kediri sudah memiliki Perwali Nomor 40 Tahun 2023 tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai," kata Imam. *****

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved