Berita Gresik
Analisa 20 Tahun Sungai Brantas, Ecoton Temukan Suhu Air Meningkat dan Ancam Kepunahan Plankton
jika plankton hilang maka organisme-organisme akan kehilangan sumber makanannya dan populasinya akan menurun
Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO,ID, GRESIK - Tim Peneliti Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) memaparkan hasil analisis terhadap kondisi air Sungai Brantas selama 20 tahun. Dari kajian itu, Ecoton menemukan adanya peningkatan suhu air sungai sejak tahun 1994 sampai 2024.
Peneliti Perubahan iklim Ecoton, Tasya Husna mengatakan, dampak peningkatan suhu air menyebabkan punahnya plankton dan ikan di Sungai Brantas. Sehingga diperlukan upaya penegakan hukum bagi industri pencemar dan masyarakat yang memanfaatkan sungai sebagai tempat sampah.
“Buangan limbah cair tidak terkendali dari industri dan permukiman warga menyebabkan penurunan kualitas air sungai Brantas, polutan limbah cair menyebabkan peningkatan 10 kali lipat sumbangan emisi gas rumah kaca dari sungai ke atmosfer. Ini menyebabkan bumi makin panas, sehingga suhu air meningkat dan mendorong kepunahan biota air sungai.” kata Tasya dalam rilis Ecoton, Jumat (7/6/2024).
Tasya menambahkan, penelitian yang dilakukan Ecoton menemukan 4 fakta terkait hubungan sungai dengan perubahan iklim dan sebaliknya. Yaitu kualitas air Sungai Brantas melebihi baku mutu, sehingga kenaikan suhu sungai seiring dengan peningkatan suhu udara.
"Jumlah plankton yang ditemukan di Sungai Brantas hilir didominasi jenis plankton yang toleran terhadap pencemaran dan ancaman kerusakan ekosistem, akibatnya terjadi penurunan kuantitas beberapa jenis plankton," imbuhnya.
Menurut Tasya, jika plankton hilang maka organisme-organisme akan kehilangan sumber makanannya dan populasinya akan menurun.
"Terjadi gangguan pada rantai makanan akibat hilangnya plankton dan dapat mempengaruhi sumber daya makanan manusia. Ikan dan makanan laut lainnya yang dikonsumsi manusia bergantung pada plankton sebagai sumber makanannya," jelasnya.
Sedangkan menurut founder dan Ketua Peneliti Ecoton Foundation, Prigi Arisandi, data tahun 2019 Indonesia menduduki nomor 2 kepunahan ikan tertinggi setelah Filipina. "Hal ini salah satu akibat berkurangnya makanan ikan, yaitu plankton,” kata Prigi.
Karena itu, Ecoton merekomendasikan kepada pemerintah pusat agar meningkatkan kepedulian terhadap ekosistem sungai dengan mengurangi beban pencemaran air.
Dan dibutuhkan peran pemerintah dalam pengawasan pembuangan limbah ke sungai baik dari perusahaan maupun rumah tangga, dan membangun IPAL komunal di area permukiman untuk mengolah limbahnya
“Perusahaan yang membuang limbah ke sungai melebihi baku mutu air limbah juga harus ditindak tegas, agar kualitas sungai tetap terjaga, sekaligus mengurangi sumbangan gas yang menyebabkan perubahan iklim di bumi,” katanya. *****
Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conser
Ecoton temukan kenaikan suhu Sungai Brantas
kenaikan suhu sungai musnahkan plankton
biota air kehilangan pakan akibat plankton musnah
sampah sumbang kenaikan suhu sungai
Sehari Ditangkap Langsung Disidang, 2 Penjaga Warkop di Gresik Didenda Rp 300 Ribu Akibat Jual Miras |
![]() |
---|
Jurus Lempar Batu Melukai Mata 2 Orang, 2 Oknum Pesilat di Gresik Dikirim ke Penjara |
![]() |
---|
Gelar Gebyar Disabilitas di Gresik, Gus Yani Apresiasi Bantuan Mobil Antar-Jemput dari Bank Jatim |
![]() |
---|
Penggerebekan Rumah di Menganti Gresik, Polisi Amankan Ratusan Botol Miras |
![]() |
---|
Razia Kafe di Utara Gresik, Puluhan Botol Miras Berhasil Disita |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.