Siswa SMP di Kota Batu Tewas Dikeroyok

Kisah Lengkap Siswa SMP di Batu Tewas Diduga Dianiaya Usai Belajar Bareng, Divideo, 5 Anak Diamankan

Ini lah cerita lengkap siswa SMP di Batu tewas usai dianiaya teman sekolahnya. Aksinya divideo hingga 5 anak diamankan.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID/Dya Ayu
Suasana rumah duka siswa SMP di Kota Batu, Jatim, yang tewas diduga usai dikeroyok teman sekelas, Jumat (31/5/2024). 

SURYA.CO.ID I BATU - Inilah kisah lengkap RKW (13), siswa SMP di Kota Batu yang meninggal dunia diduga dianiaya teman sekelasnya usai belajar kelompok pada Rabu (29/5/2024) lalu.

RKW meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu pada Jumat (31/5/2024). 

Siswa SMP kelas 7 di Kota Baru ini dilarikan ke rumah sakit pada Jumat pagi karena mengeluh sakit di kepala diduga usai di keroyok teman sekelasnya. 

R, saudara kembar RKW mengungkapkan, awalnya RKW izin belajar kelompok dan diantar sang ibu ke rumah temannya.

Tidak diketahui pasti bagaimana akhirnya R bertemu dengan A dan diduga dikeroyok oleh A dan saudaranya di daerah Pesanggrahan Kota Batu.

Baca juga: Sosok Anak Terduga Pelaku yang Pukuli Siswa SMP di Kota Batu Jatim hingga Meninggal Diungkap

“Pulang-pulang dia lapor ke saya cerita kalau dia habis dipukuli A dan saudaranya,” kata R, Jumat (31/5/2024).

R menjelaskan, semakin hari sakit yang dirasakan saudara kembarnya itu semakin terasa hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit pada Jumat pagi.

“Habis itu 3 hari kemudian atau hari ini, dia bangun tidur tadi sempat minta tolong ke saya sambil merintih sakit-sakit dan bilang tolong. Tapi saya tinggalin saja karena masih sempat buka HP. Terus ternyata pas saya tinggal mandi dia akhirnya bilang ke ibu kalau sakit karena di keroyok,” ujarnya.

Setelah dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 07.00 Wib, RKW mendapat perawatan dan dari hasil pemeriksaan mengalami pendarahan di kepala hingga dijadwalkan akan menjalani operasi pada Jumat siang.

Sayangnya sebelum di operasi, RKW  menghembuskan nafas terakhir.

“Jam setengah 7 pagi di merintih sakit sama ibu dan dibawa ke rumah sakit. Pas di rumah sakit tidak tahu gimana ceritanya jam setengah 11 siang mendapat kabar saudara saya sudah gak ada,” jelasnya.

Pihak keluarga telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Rudi Kiswoyo mengatakan, saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan. Sementara korban RKW masih berada di RS Hasta Brata.

“Masih kami lakukan pendalaman,” tutur Rudi kepada Suryamalang.com.

Berikut kisah lengkap kasus ini: 

1. Divideo 

Menurut R, penganiayaan terhadap saudara kembarnya itu sempat direkam teman-teman pelaku. 

“Dipukul dan ditendang. Dibagian kepala, dada, kaki dan punggung. Ada videonya juga. Yang memvideo itu teman-teman A, tidak melerai malah memvideo,” tutur R.

Diakui R, setelah dipukuli itu RKW mengaku sakit semua badan dan kepalanya.

Tapi tidak berani bilang ke orangtuanya karena diancam kalau ngomong akan dipukuli lagi. Kamis itu masih sekolah, sorenya masih main sepak bola. Baru Jumat pagi kerasa pusing yang gak bisa ditahan. 

2. Firasat saudara kembar  

R mengaku sempat mendapat firasat saat di sekolah. Kebetulan RKW dan R sama-sama bersekolah di SMPN di Kota Batu, namun beda kelas.

“Saudara saya ini tadi dibawa ke rumah sakit pagi, terus agak siang sekitar jam 10.30 Wib tubuh saya tiba-tiba merasa lemes, rasanya dingin, lalu tiba-tiba nangis. Ternyata pulang-pulang dapat kabar kalau saudara saya sudah gak ada. Selain saudara kembar, kakak saya ini juga sahabat saya,” tutur R sambil mengusap air mata saat ditemui di rumah duka, Jumat (31/5/2024).

R menuturkan sebelum dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, RKW sempat meminta tolong kepadanya dan mengeluhkan sakit di bagian kepala.

“Tadi dia bangun tidur sempat minta tolong ke saya sambil merintih sakit dan bilang tolong. Tapi tidak saya hiraukan karena masih sempat buka HP. Terus ternyata pas saya tinggal mandi dia akhirnya bilang ke ibu kalau sakit karena di keroyok dan dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

3. 5 anak diamankan 

Rumah duka siswa SMP meninggal diduga meninggal dikeroyok, di Jalan Bromo, Kelurahan Sisir, Kecamatan/Kota Batu, Jatim, Jumat (31/5/2024).
Rumah duka siswa SMP meninggal diduga meninggal dikeroyok, di Jalan Bromo, Kelurahan Sisir, Kecamatan/Kota Batu, Jatim, Jumat (31/5/2024). (SURYA.CO.ID/Dya Ayu)

Satreskrim Polres Batu telah mengamankan 5 anak yang diduga terlibat dalam penganiayaan RKW.

Menurut Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Rudi Kuswoyo saat ini polisi telah melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kasus tersebut.

Termasuk mengamankan anak-anak yang ada di dalam video perundungan yang dilakukan pada Rabu (29/5/2024) lalu di kawasan sekitar Pesanggrahan Kota Batu.

“Kami sudah mengamankan 5 orang anak berhadapan dengan hukum. Saat ini tengah dalam tahap dimintai keterangan,” kata Rudi Kuswoyo, Jumat (31/5/2024).

Rudi menuturkan, dari 5 anak yang berhadapan dengan hukum tersebut ada yang satu sekolah dengan korban dan ada juga yang beda sekolah.

“Ya, ada yang satu sekolah ada yang teman bermain,” ujarnya.

Sementara itu terkait kronologi kejadian hingga mengakibatkan korban RKW meninggal dunia, polisi masih belum dapat memberikan keterangan sebab 5 anak yang berhadapan dengan hukum masih dimintai keterangan. 

“Proses pemeriksaan masih berjalan sehingga  kronologi masih belum. 5 anak ini masih diperiksa di Mapolres Batu,” jelasnya.

4. Bukan kali pertama

Menurut nenek korban, Tutik pemukulan yang dialami cucunya itu tak terjadi sekali ini saja, namun ini sudah menjadi kali kedua.

“Sebelumnya waktu baru masuk SMP itu sudah pernah dipukul juga. Terus saya kasih tahu cucu saya agar tidak bermain dan berteman dengan dia (A,red) karena nakal, dari pada saya usir. Setelah dikasih tahu, si A ini sudah tidak pernah kesini,” kata Tutik, Jumat (31/5/2024).

Tutik mengatakan, meski rumah korban dan pelaku itu hanya berbeda gang, namun sejatinya keduanya bukan merupakan teman yang akrab dan baru kenal saat SMP. 

“Rumahnya dekat sini tapi tidak berteman akrab. Hanya biasa saja. Temenan baru SMP itu,” ujarnya.

Sementara itu M (12) teman satu sekolah RKW dan A yang sama-sama bersekolah di SMPN mengatakan jika semasa hidup RKW merupakan teman yang baik dan tidak banyak tingkah.

“Dia anaknya baik banget, asyik dan bisa diajak bercanda. Kalau marah tidak sampai mukul atau arogan gitu,” tutur M.

Berbeda dengan A, menurut teman-temannya yang datang melayat ke rumah duka mengatakan jika A dikenal sebagai pribadi yang sering berantem dan suka mengejek teman-temannya dengan memanggil nama orangtua. 

“Kalau sama A saya tidak begitu kenal cuma tahu saja, anaknya memang tempramen, sering berantem dan suka nantang-nantang teman-teman yang lain,” jelasnya.

5. Didatangi Pj Wali Kota

Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai saat datang ke rumah duka RKW (12) di Jalan Bromo, Gang 4 Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jatim, Jumat (31/5/2024).
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai saat datang ke rumah duka RKW (12) di Jalan Bromo, Gang 4 Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jatim, Jumat (31/5/2024). (SURYA.CO.ID/Dya Ayu)

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai datang ke rumah RKW (12) di Kota Batu pada Jumat (31/5/2024).

Kedatangan Aries Agung Paewai untuk memberikan ucapan belasungkawa kepada keluarga RKW, sekaligus mendengar langsung cerita keluarga siswa yang diduga meninggal karena dikeroyok teman sekelasnya berinisial A dan saudara A yang berinisial L di dekat vila disekitar Pesanggrahan Kota Batu pada Rabu (29/5/2024) lalu.

Usai takziah, Aries Agung Paewai mengatakan kejadian perundungan seperti ini tak dapat dibiarkan dan pihaknya meminta seluruh pihak khususnya sekolah dan orang tua untuk melakukan penguatan pengawasan kepada siswa baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

“Tentunya yang pertama saya turut berduka cita dengan kejadian ini. Ini berita duka yang tidak kita inginkan. Berikutnya saya perintahkan Kepala Dinas Pendidikan Batu untuk segera menggelar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS,red) agar kegiatan diluar jam sekolah seperti kerja kelompok dilakukan di area sekolah. Ini supaya kejadian serupa tidak terulang kembali sebab saya dengar peristiwa ini terjadi di luar jam sekolah dengan alasan kerja kelompok,” kata Aries Agung Paewai, Jumat (31/5/2024).

Lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur itu meminta agar seluruh kepala sekolah dan orang tua memberikan pengawasan lebih kepada siswa dan anak-anaknya.

Terlebih kegiatan siswa di luar sekolah seperti belajar kelompok baiknya dilakukan di dalam lingkungan sekolah, agar memudahkan pengawasan kepada anak.

Sementara itu terkait kasus ini Pemkot Batu menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian meski 5 anak yang berhadapan dengan hukum masih dibawah umur.

“Tapi kami juga berharap dari Komisi Perlindungan Anak tetap memberikan perhatian karena ini masih anak usia dini. Kami harap tidak lepas dari perhatian,” jelasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved