Berita Gresik
Di Forum WWF Bali, Ecoton Desak Peran Perempuan dan Anak dalam Pengelolaan Sumber Daya Air
Aksi Brantas sebagai model inovatif meningkatkan partisipasi masyarakat, perempuan dan anak dalam pemulihan kualitas air sungai.
Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, GRESIK - World Water Forum (WWF) ke-10 yang dihadiri perwakilan banyak negara di Bali, juga menjadi kesempatan bagi Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) untuk menyuarakan pentingnya peran masyarakat dalam pengelonaan sumber daya air (SDA).
Lembaga yang bergerak di bidang lingkungan hidup terutama pada daerah aliran sungai itu, menyinggung Aksi Brantas sebagai model inovatif meningkatkan partisipasi masyarakat, perempuan dan anak dalam pemulihan kualitas air sungai.
Sebab dalam pengelolaan SDA belum mendapat ruang yang cukup dan dibatasi, kemudian lembaga koordinasi formal kurang memberikan akses informasi serta partisipasi pada masyarakat luas.
Direktur Ecoton, Daru Setyorini yang juga salah satu panelis di WWF ke-10 di Bali dalam rilisnya, Jumat (24/5/2024) menyebutkan, komposisi anggota forum koordinasi dari elemen masyarakat perempuan dan anak seringkali belum terwakili.
Pengelolaan SDA masih didominasi kepentingan korporasi dan pembangunan infrastruktur pengairan yang seringkali mengabaikan keterlibatan masyarakat dalam semua tahapan pelaksanaan program pengelolaan SDA.
Sehingga memicu ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia serta dampak kerusakan lingkungan yang merugikan masyarakat lokal.
“Salah satu tema yang membahas keterlibatan penuh semua pemangku kepentingan adalah sesi tematik T1E2 yaitu tentang penanganan pencemaran air dengan perencanaan berbasis sains dan pelibatan penuh semua stakeholder,” kata Daru.
Lebih lanjut Daru menambahkan, pentingnya meningkatkan kapasitas masyarakat komunitas peduli lingkungan agar mampu berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sumber daya air, pemulihan kualitas air dan kerusakan sungai.
Serta mengembangkan solusi lokal yang efektif mengurangi ancaman kerusakan sungai di daerahnya. “Perempuan dan anak adalah kelompok yang rentan terdampak polusi lingkungan, namun belum mendapat akses informasi dan partisipasi dalam pengelolaan sumber daya air," kata Daru.
"Untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya air terpadu dan partisipatif, Ecoton berkolaborasi dengan lima lembaga di Belanda dan Indonesia dalam menginisiasi proyek pemulihan kualitas air Sungai Brantas,” tambahnya.
Menurut Daru, salah satu tujuan proyek ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat di Sungai Brantas, khususnya perempuan dan anak.
Caranya, Ecoton memberikan pelatihan pemantauan pencemaran dan kerusakan sungai melalui program Citizen Science dan menjalin koordinasi dan kolaborasi. “Forum ini untuk menjalankan aksi solusi dengan Pemerintah, Lembaga Pendidikan dan Komunitas,” urai Daru. *****
Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conser
Ecoton berbicara di WWF 2024
World Water Forum (WWF)
WWF di Bali 18-25 Mei 2024
Ecoton jelaskan Aksi Brantas di forum WWF
peran perempuan dalam sumber daya air
pengelolaan dan pelestarian sumber daya air
Sehari Ditangkap Langsung Disidang, 2 Penjaga Warkop di Gresik Didenda Rp 300 Ribu Akibat Jual Miras |
![]() |
---|
Jurus Lempar Batu Melukai Mata 2 Orang, 2 Oknum Pesilat di Gresik Dikirim ke Penjara |
![]() |
---|
Gelar Gebyar Disabilitas di Gresik, Gus Yani Apresiasi Bantuan Mobil Antar-Jemput dari Bank Jatim |
![]() |
---|
Penggerebekan Rumah di Menganti Gresik, Polisi Amankan Ratusan Botol Miras |
![]() |
---|
Razia Kafe di Utara Gresik, Puluhan Botol Miras Berhasil Disita |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.