Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Jember

Kemeriahan di Balik Lambannya Laju Parade Pegondi Jember, Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Dan waktu seakan ikut melambat saat menaiki pegon, meski ternyata sampai sekarang mampu bertahan di tengah gempuran zaman

Tayang:
Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Deddy Humana
surya/imam nawawi
Salah satu dari puluhan pegon (pedati) yang dihias dalam Parade Pegon di Pantai Watu Ulo Jember saat puncak perayaan Kupatan atau Lebaran Ketupat, Minggu (21/4/2024). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Setiap tahun bersamaan Kupatan atau Lebaran Ketupat, ratusan ekor sapi memenuhi pesisir Pantai Wisata Watu Ulo di Jember, berikut pegon atau pedati yang ditariknya. Tetapi bukan karena sapinya yang berwisata melainkan bersamaan tradisi Parade Pegon di puncak perayaan Kupatan, Minggu (21/4/2024).

Tidak berbeda dengan perayaan yang lalu, puluhan pegon yang masing-masing ditarik sepasang sapi digiring berbaris menuju pantai di Selatan Jember itu. Kali ini tidak kurang dari 50 pegon yang berpawai, sebagai simbol ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Puluhan tukang pegon memulai pawai ini dari Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu Jember sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian barisan pegon itu beriringan ke arah Selatan sejauh 6 KM menuju Pantai Watu Ulo.

Seluruh kendaraan tradisional dan sapi yang digunakan dihiasi sedemikian rupa agar tampil menarik. Rata-rata hiasan yang digunakan berupa janur kuning.

Dan sekitar pukul 10.00 WIB, iringan pegon tiba di Pantai Watu Ulo untuk melakukan pertunjukan dan ritual khusus memandikan sapi di pinggir pantai Selatan.

Bupati Jember, Hendy Siswanto memimpin langsung proses ritual memandikan sapi, dengan menyiramkan air ke tubuh hewan penarik itu menggunakan gayung. Setelah memandikan sapi, Bupati Hendy menyerahkan dua buah terong yang dipetik dari dua gunungan ketupat dan sayuran untuk Parade Pegon itu.

Setelah itu acara pun dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Sendratari Kolosal Singgahsana Watu Ulo. Lalu ditutup dengan rebutan gunungan ketupat dan buah sayur di pinggir pantai.

"Ini tradisi tahunan dari warga di pesisir Pantai Selatan Jember. Khususnya tujuh hari setelah Lebaran Idul Fitri. Festival pegon dan festival budaya ini sudah diwariskan turun temurun," kata Hendy.

Menurutnya, kegiatan itu simbol bentuk rasa syukur para peternak, petani dan nelayan atas hasil bumi yang bisa dinikmati hingga sekarang. "Dan bentuk rasa syukur itu diwujudkan dengan gunungan-gunungan untuk sajian yang disedekahkan kepada masyarakat. Dan adanya pegon bentuk adanya usaha peternakan," kata Hendy.

Hendy mengataka, sebelum munculnya angkutan motor di zaman dulu, pegon merupakan transportasi tradisonal yang sering digunakan masyarakat untuk pembangunan daerah. Dan waktu seakan ikut melambat saat menaiki pegon, meski ternyata sampai sekarang mampu bertahan di tengah gempuran zaman.

"Karena dulu jalannya belum pakai aspal dan tanah semua. Maka transportasi yang pas saat itu adalah pegon, dengan tenaga sapi meski jalannya pelan," urainya.

Karenanya, Hendy mengajak warga yang punya pegon untuk berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember. Sebab kendaraan tradisional tersebut mulai langka. "Agar saat weekend, alat transportasi ini bisa dikenalkan kepada masyarakat sebagai wisata dengan biaya murah. Agar anak muda juga bisa merasakan naik pegon," ucapnya.

Dan karena tidak secepat kendaraan modern, maka laju pegon butuh waktu. Bahkan untuk berjalan sejauh 1 KM saja, butuh waktu satu jam. "Karena memang tenaganya sapi. Yang bisa diambil bukan kecepatannya, tetapi angle-nya. Karena naik pegon itu terasa lembut tanpa ada gronjalan," selorohnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember, Bambang Rudiyanto menambahkan, Pemkab Jember akan mengusulkan Parade Pegon sebagai warisan budaya tak benda ke Kemendikbud Ristek.

"Dan kami juga usulkan Festival Pegon ini ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, agar bisa tampil di event nasional Nusantara," kata Bambang.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved