Minggu, 26 April 2026

Waspada Istidraj, Jebakan Azab Berbalut Kenikmatan

Tidak ada perintah untuk berkejaran jadi pemimpin, jadi presiden, atau jadi wakil presiden atau jadi anggota legislatif!

Editor: irwan sy
Istimewa
Pengasuh Pesantren Salafiyah Seblak Jombang, A Halim Mahfudz. 

Tetapi; “Sesungguhnya balasanKu kuat dan keras!” Namun manusia tidak merasakan hal itu dan mengira penundaan itu adalah penghormatan dan pemuliaan bagi mereka di atas orang-orang beriman. Dan karena mereka selalu membuat makar dan tipu daya, sehingga Allah memperlakukan mereka seperti yang biasa mereka lakukan.

Kenikmatan tersebut bisa jadi peringatan akan azab Allah apabila diberikan kepada orang yang sering melalaikan ibadah dan merasa tenang dalam maksiatnya.

Apalagi jika istidraj ditambah nafsu, tamak dan hasut.

Mengabaikan aturan dan undang-undang, menipu rakyat dan merasa tidak ada yang bisa menghentikan dirinya!

Kebatilan, meskipun semakin luas penyebarannya, namun ia akan ditarik secara berangsur-angsur kepada kebinasaan: "Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui".

Kami akan menarik mereka secara berangsur-angsur (menuju kebinasaan), “dari arah yang tidak mereka ketahui.” Kami memberi keleluasaan mereka dengan harta, anak, kekuasaan dan pengaruh. Kami memberi mereka keleluasaan dalam rizki dan pekerjaan, agar mereka terpedaya dan tetap berada di atas apa yang memudaratkan mereka. Ini adalah balasan tipu daya Allah atas mereka dan balasan tipu daya Allah pada musuh-musuhNya amat kokoh dan kuat. Siksaan mereka akan benar-benar sampai pada mereka.

A Halim Mahfudz

Pengasuh Pesantren Salafiyah Seblak Jombang

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved