Minggu, 26 April 2026

Waspada Istidraj, Jebakan Azab Berbalut Kenikmatan

Tidak ada perintah untuk berkejaran jadi pemimpin, jadi presiden, atau jadi wakil presiden atau jadi anggota legislatif!

Editor: irwan sy
Istimewa
Pengasuh Pesantren Salafiyah Seblak Jombang, A Halim Mahfudz. 

Manusia menyusun aturan dan undang-undang, tapi manusia pula yang langgar etika dan tatakrama.

Tak ketinggalan adalah perilaku jin dan setan terkutuk. Jin kafir alias setan menggoda manusia, godaan mereka seakan itu pilihan terbaik agar manusia lupa pada perintah diciptakan di dunia.

Sering manusia tidak penyadari tipu daya setan!

Saking eloknya godaan, manusia sering salah anggap godaan setan itulah jalan harus mereka tempuh.

Setan menjadikan bahan godaan mereka seperti adu domba, fitnah atau memerangi orang-orang beriman sebagai pilihan.

Diriwayatkan dalam salah satu cerita Perang Badar, setan menyerupakan dirinya menjadi seseorang dari pasukan kafir kemudian berkata kepada orang-orang kafir: “Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang melawan kalian pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindung kalian”.

Namun, ketika kedua pasukan muslim dan kafir telah saling berhadapan, setan itu melihat pasukan muslim yang didampingi dan didukung para malaikat, mereka berkelebat ke belakang, mundur, ketakukan dan menghilang.

Di lain pihak, Allah SWT melimpahkan rizki, kebahagiaan, dan kenikmatan dunia lainnya kepada setiap orang yang Dia kehendaki. Tetapi firman Allah; Kami akan memberi mereka harta, anak-anak dan kenikmatan-kenikmatan sebagai tipu daya bagi umat manusia sehingga mereka tidak menyadari bahwa semua itu adalah justru menjadi sebab kebinasaan mereka.

Inilah istidaj!

Manusia bisa terperosok ke dalam istidraj! Istidraj adalah kubangan kenikmatan yang diberikan kepada seseorang yang jarang beribadah dan sering melakukan maksiat tetapi hidupnya terus dilimpahi kenikmatan.

Contoh istidraj dapat berupa kenikmatan dunia seperti harta, pengaruh, kekuasaan, dan kedudukan.

Kenikmatan tersebut sering membuat manusia terlena dan lupa bahwa semuanya ada batasannya dan semuanya titipan Allah SWT.

Allah menguji Firaun dengan istidraj hingga dia tidak pernah sakit selama 400 tahun!

Ada istidraj melanggar aturan, menginjak etik, merusak tatakrama, menabrak hukum, tetapi semua pelanggaran berlalu bak angin semilir, tak tertangani oleh manusia tapi ada dalam catatan Allah.

Allah menangguhkan dan memanjangkan umur mereka agar semakin berdosa.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved