Berita Sidoarjo

Antisipasi Banjir, Pemkab Sidoarjo Memastikan Semua Rumah Pompa Berfungsi dengan Baik

Antisipasi banjir, sejumlah rumah pompa terpasang di beberapa titik rawan banjir di Sidoarjo.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Wakil Bupati Sidoarjo Subandi saat mengecek rumah pompa di Perum Griya Mapan Sentosa yang berada di Waru, Sidoarjo, Sabtu (16/12/2023). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Sejumlah rumah pompa terpasang di beberapa titik rawan banjir di Sidoarjo. Seperti di dekat Lippo Mal, dua pompa di dekat Sungai Sidokare, enam pompa di kawasan Tropodo Waru dan lima pompa di wilayah Tanggulangin.

Memasuki musim penghujan, Pemkab Sidoarjo berusaha memastikan semua rumah pompa berfungsi dengan baik. Supaya sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menarik volume air yang menggenang, pompa bisa digunakan secara maksimal.

“Setidaknya ada 14 rumah pompa yang disiagakan di titik-titik rawan banjir. Semua kami pastikan pastikan berfungsi baik, karena sekarang sudah masuk musim penghujan,” kata Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Subandi usai mengecek kondisi rumah pompa di Perum Griya Mapan Sentosa, Sabtu (16/12/2023).

Semua perlengkapan pompa-pompa itu dicek secara detail. Dipastikan berfungsi dan layak untuk digunakan saat intensitas curah hujan tinggi.

Petugas yang berjaga, juga diwanti-wanti agar rutin memeriksa kondisi pompa yang ada, serta selalu waspada setiap kali hujan deras mengguyur.

Wabup Sidoarjo Subandi juga mengingatkan kepada jajaran Pemerintah Desa Tambak Sawah dan Desa Tropodo juga ikut ambil bagian dalam upaya penanganan banjir. Termasuk mengecek dan memastikan kondisi rumah pompa berfungsi baik.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk mau kerja bakti membersihkan sampah ataupun enceng gondok yang ada di aliran sungai. Gerakan bersih–bersih sungai selalu dimasifkan, supaya fungsi sungai berjalan bagus, mampu menampung volume air di musim hujan seperti sekarang ini,” urainya.

Keberadaan rumah pompa memang sudah dirasa manfaatnya oleh warga yang tinggal di lokasi langganan banjir. Seperti yang disampaikan Diana, warga perumahan P&K yang bersebelahan dengan Sungai Cantel di Waru.

Menurut dia, dulu banjir di daerah tersebut selalu berlangsung lama, tiga sampai empat hari baru surut. Tapi sekarang, sejak ada rumah pompa di sana, banjir bisa lebih cepat surut. Biasanya dua hari sudah surut meski ketinggian air sampai sekira 30 centimeter.

“Warga di sini juga berharap agar plengsengan Sungai Cantel ditinggikan. Kemudian dibuatkan dam agar ketika terjadi banjir rob, airnya tidak sampai masuk ke rumah warga” harap Diana.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved