Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

MASA LALU Danu yang Disebut Yoris Derajatnya Diangkat Korban Kasus Subang, Dirawat Sejak Balita

Masa lalu Danu kembali diungkit lagi Yoris Raja Amanullah, anak sulung dan kakak korban pembunuhan ibu dan anak di Subang,

Editor: Musahadah
kolase youtube heri susanto/yoris &family;
Yoris kecewa dengan Danu yang ikut menyeret jenazah ibunya, Tuti Suhartini di kasus Subang. 

SURYA.CO.ID - Masa lalu Muhammad Ramdanu alias Danu kembali diungkit lagi oleh Yoris Raja Amanullah, anak sulung dan kakak korban pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu. 

Yoris mengaku kecewa dengan Danu setelah melihat prarekonstruksi dimana sepupunya itu ikut menyeret jasad sang ibu, Tuti Suhartini setelah dihabisi ayahnya, Yoseh Hidayat.

Kekecewaa Yoris ini beralasan karena Tuti Suhartini selama ini sangat sayang Danu dan mengangkat derajat anak angkat Wak Ida tersebut. 

 Yoris pun tak menyangka Danu bisa setega itu kepada jasad Tuti yang selama ini baik padanya.

"Geram, gak nyangka, kesal," kata Yoris melalui Pengacaranya, Leni Anggraeni, kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (3/11/2023).

Baca juga: NASIB Danu Usai Prarekonstruksi Kasus Subang: Tak Kunjung Dilindungi LPSK, Keselamatannya Terancam?

"Padahal mamah orang yang selalu sayang ke Danu mengangkat harkat derajat dia," jelasnya.

Ia juga tak kuasa melihat ibunya diseret para tersangka.

"Yosep, Arighi, Abi, Danu seret jenazah mamah. Duh hayang ceurik mamah kuat dikitu-kitu, jeung Amel kuat dikitu-kitu (pengen nangis mamah dan Amel diperlakukan seperti itu)," jelas Yoris.

Yoris bahkan mengupamakan perlakuan mereka seperti iblis.

"Mereka iblis lebih dari iblis," tandasnya.

Dengan kenyataan itu, awalnya Yoris tidak setuju jika Danu menjadi justice collaborator.

Namun, belakangan hati Yoris luluh dan menyetujuinya. .

Hal itu diungkap oleh Leni Anggraeni, Pengacara Yoris kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (3/11/2023)..

"Setuju aja kalau jadi JC selama ini untuk membuka kebenaran dan keadilan buat bu Tuti dan Amel," kata Leni.

Namun menurut Leni, Yoris tidak terima jika Danu dihukum ringan.

"Tapi tidak setuju kalau hukuman dikurangin terlalu banyak," jelasnya.

Sebab menurut Leni, Danu sudah dua tahun menutupi dan menyembunyikan fakta ini dari Yoris dan kepolisian.

"Kemana aja 2 tahun ini dan kenapa begitu teganya melakukan itu padahal sama Yoris juga sering ngobrol. Kenapa waktu itu gak cerita lebih awal mungkin bisa dicegah pembunuhan ini," pungkasnya.

Benarkah Danu diangkat derajatnya oleh keluarga Tuti?

Di tayangan channel youtube Heri Susanto, Jumat (5/11/2021), Danu mengungkap asal usulnya.

Danu mengaku bukan anak kandung Idha, saudara Tuti Suhartini.

Danu hanyalah anak angkat yang dirawat Idha sejak bayi.

Sejak balita, Danu yang lahir di Jakarta pada tahun 2000 ini sudah dirawat Ny Idha di Subang. 

"Saya meanganggap Mama Idha sebagai ibu kandung.

Dari kecil, dari bayi (dirawat)," katanya.

Saat disinggung kondisi orangtua kandungnya, Danu hanya menyebut, ayah ibunya kini tinggal di Jawa tanpa menyebut alamat pastinya. 

Dia mengaku memiliki saudara kembar perempuan yang kini tinggal bersama orangtua kandungnya. 

"Namanya Dani, cewek," akunya. 

Danu mengaku hubungannya dengan keluarga kandung dan saudara kembarnya cukup baik. 

"Terakhir pas kelas 2 SMP, pas liburan, selesai semesteran," katanya. 

Meski hanya anak angkat, Danu mengaku sangat menyayangi Ny Idha. 

Hal ini ditunjukkan saat dia diperiksa bersama ibunya itu di Polres Subang belum lama ini. 

Danu menuntut Ny Idha turun dari tangga dan menggandeng ibunya yang saat itu kondisinya kurang sehat sepanjang jalan. 

Selama ini Danu juga berhubungan baik dengan keluarga korban Tuti dan Amel. 

Bahkan, setahun terakhir dia dipercaya Yoris untuk bekerja di yayasan Bina Prestasi Nasional, milik keluarga ini. 

Setelah pembunuhan itu terjadi, Danu diberi perintah khusus oleh Yoris Raja Amanullah, anak Tuti untuk menjaga rumahnya. 

Perintah itu pun dilakukan dengan sungguh-sungguh. 

Dia terus mengawasi rumah Tuti sehari setelah pembunuhan.

Saat melihat ada seseorang yang diakuinya sebagai polisi membawa kunci dan masuk ke rumah TKP, dia pun memotret dan mengirimkan ke Yoris. 

Danu yang saat itu memantau TKP bersama para pengurus yayasan juga manut saja saat diminta masuk dan menguras bak mandi korban. 

"Awalnya Danu gak tahu itu polisi. Setelah Danu mendekati. Langsung lewat garis polisi. Pak polisi buka kunci. Langsung minta: tolong keruk air.

Kenal Danu. Langsung tiba-tiba nyuruh, Nu tolong nyerukin air," cerita Danu. 

Danu tidak berpikir apa yang dilakukannya itu akan menariknya terlalu jauh di kasus ini.

"Ya, namanya juga ada yang masuk. A' Yoris mengamanatkan Danu untuk ada di TKP. Niat menjaga TKP, kemungkinan ada barang-barangn yang hilang, dari pihak keluarga, dari A yoris juga," katanya. 

KIni setelah menjalani pemeriksaan marathon di polisi, Danu mengaku capek, bahkan kondisi kesehatannya pun ngedrop,  

"Harapannya semoga kasus ini cepat terungkap dan siapa pelakunya. Danu terus berdoa," tukasnya. 

Pengacara Sebut Danu Jadi Suruhan

Danu saat menyeret jasad Tuti (kiri). Danu Balas Kebaikan Tuti dengan Perbuatan Keji.
Danu saat menyeret jasad Tuti (kiri). Danu Balas Kebaikan Tuti dengan Perbuatan Keji. (kolase Tribun Bogor)

Di bagian lain, pengacara Danu, Achmad Taufan menerangkan Danu terpaksa ikut menyeret jasad Tuti.

Menurutnya, Danu melakukan itu karena diperintah Yosef.

"Itu semua diperintah Yosef. Kan bukan Danu saja, termasuk tersangka lain," kata Taufan saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Jumat (3/11/2023).

"Yosef orang yang paling dekat. Mimin, Arighi dan Abi orang yang sangat berkepentingan dalam kehidupan Yosef dan dalam yayasan, mengingat korban yang kuasai yayasan," kata Achmad Taufan.

Namun begitu, Taufan berujar, sebagai anak seharusnya Yoris lebih mengenal korban.

Ia juga mempertanyakan kondisi Yosef dan Yoris yang saling memprovokasi.

"Harusnya Yoris kembalikan ke dirinya. Dia yang paling mengenal bapaknya, mengenal korban. Lalu ada apa kok bisa keluarga saling provokasi sampai terjadi pembunuhan," kata Taufan.

Sementara Danu, walau masih memiliki keterikatan persaudaraan, namun posisinya tak bisa berbuat banyak.

Dalam kehidupan sehari-hari, Danu menjadi bawahan dari keluarga Tuti.

Ia sering disuruh-suruh.

"Terus apa daya Danu ?apa Danu bisa pada kejadian malam itu menolak Yosef, apa bisa pada malam itu Danu melindungi korban? Apalagi seumur Danu yang hidup di bawah kasta ekonomi mereka, selalu disuruh-suruh sama semua," katanya.

Taufan mengatakan mestinya Yoris bersyukur karena Danu mau mengungkap tabir gelap kasus Subang.

"Kita semua mesti bersyukur di luar kesalahan Danu tapi Danu berani membongkar dan menyerahkan dirinya sebagai tersangka demi bongkar masalah ini. Masyarakat aja bersyukur seharusnya apalagi Yoris. Mesti banyak bersyukur, sujud syukur, dukung Danu bongkar kasus ini apalagi pelaku utama bapak kandungnya," tutup Achmad Taufan.

>>Update berita-berita terkini kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved