Berita Surabaya
SMA Double Track Berikan Peluang Penambahan Kompetensi bagi Lulusan SMA yang Tak Lanjut Kuliah
Upaya percepatan kemandirian siswa dalam program SMA Double Track telah berhasil memberdayakan siswa saat lulus sekolah.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - Program SMA Double Track telah memasuki tahun kelima.
Upaya percepatan kemandirian siswa dalam menunjukkan keterampilan dan pemasaran produk ini telah berhasil memberdayakan siswa saat lulus sekolah.
Hingga saat ini, sebanyak 51.853 siswa telah menerima pelatihan program, di antaranya 31.858 telah sukses bekerja mandiri dan beriwaurasaha dengan total transaksi selama 5 tahun mencapai lebih dari Rp. 6 miliar.
Kepala SMAN Pujer 1 Bondowoso, Rudi Siswo Hariono mengungkapkan di Bondowoso terdapat lima SMA yang memiliki program double track, yaitu SMAN 1 Sukosari, SMAN 1 Tapen, SMAN 1 Pujer, SMAN 1 Prajekan, dan SMAN Grujugan Bondowoso.
Dikatakannya lima sekolah ini termasuk sekolah di wilayah pinggiran, sehingga siswa yang memiliki kemauan melanjutkan perguruan tinggi cukup terbatas.
"Double track sangat membantu menyiapkan anak yang tidak melanjutkan perguruan tinggi untuk mempunyai ketrampilan hidup. Karena kalau SMA memang sedikit ketrampilannya. Makanya sangat membantu sekolah pinggiran yang keinginan kuliah siswanya kurang,"ujarnya di sela pameran SMA Double Track yang menjadi rangkaian “Double Track Milenial Entrepreneur Award (MEA) 2023”, Kamis (26/10/2023) di Graha ITS Surabaya yang juga dihadiri Gubernur Jawa Timur.
Sementara itu, Trainer SMAN Grujugan, Edy Purwantono mengungkapkan di sekolah tempatnya melatih ada ketrampilan desain grafis dan alat boga dan minuman.
Para siswa mengikuti kegiatan double track di luar hari sekolah, misalkan Sabtu dan Minggu.
"Misalkan KBM pulang lebih awal mereka ke lab untuk menambah ilmu. Apalagi siswa sudah rutin mendapat pesanan kaos dan souvenir gantungan kunci, pin dan mug,"ujarnya.
Dikatakan Edy, minat siswa di sekolahnya untuk program double track sangat tinggi, sehingga mereka berusaha menjual dan memasarkan produknya.
"Grujugan kan daerah pinggiran, perbatasan Bondowoso dengan Jember. Rata-rata memang tidak melanjutkan. Jadi ini buat bekal para siswa,"ujarnya.
Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengungkapkan program SMA Double Track merupakan embrionya untuk menampung anak-anak yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.
Para siswa diasah kreativitas dan kompetensinya sesuai dengan kondisi kebutuhan skill di DUDI.
Hal ini untuk menyiapkan lulusan agar siap terjun ke masyarakat melalui rintisan wirausahan maupun bekerja di industri.
"Program ini menyasar pada satuan pendidikan yang berada didaerah terpencil dengan siswa yang tidak memiliki minat melanjurkan ke perguruan tinggi. Dengan pembekalan skill di Double Track ini siswa bisa terbekali keterampilannya," ujar dia.
Melihat tren positif dan peminatan yang cukup tinggi tiap tahunnya, Dindik Jatim akan terus mengembangkan program secara berkelanjutan dan bermanfaat bagi msyarakat luas.
Pria yang juga Pj Wali Kota Batu ini menyebut ada progres jangka panjang dalam pengembangan SMA Doubke Track.
Di tahun pertama progres itu, berpusat pada sekolah sebagai pelatihan.
Pada tahun pertama program, infrastruktur digital dibangun untuk mendukung pengembangan program, melalui berbagai platform yang disediakan.
Selanjutnya, di tahun kedua pelaksanaan program dilakukan penguatan sekolah sebagai pusat produksi setelah menjadi pusat pelatihan.
"Serta penguatan pasar komunitas, menciptakan lapangan kerja, memberikan wawasan berwirausaha dan memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Masuk di tahun ketiga fokus utama kami adalah pembinaan caloj tenaga kerja terlatih dari alukni double track. Dan penguatan komunitas melalui DT (Double Track) Mart," jelasnya.
Diuraikan Aries, di tahun ketiga ini pelaksanaan program SMA Double Track mengalami pergeseran dari pendekatan pembelajaran yang berbasia individu menjadi pembinaan secara kelompok dengan anggota empat sampai enam siswa yang kemudian disebut Kelompok Usaha Siswa (KUS).
Selanjutnya, di tahun keempat KUS yang terbentuk kemudian dikembangkan dan ditingkatkan untuk kemandirian siswa dengan menyediakan fasilitas pembiayaan bekerja sama dengan bank UMKM Jawa Timur, Bank BNI dan Bank Mandiri.
"Masuk tahun kelima ini, kami lebih menekankan pada pengembangan layanan cipta kerja oleh DUDI dan KUS yang disesuaikan dengan keterampilan abad 21 dengan kolaborasi bersama Unicef melalui pembekalan digital skills," terangnya.
Apresiasi pelaksanaan program juga disampaikan Kepala Balai PTI Kemdikbudristek, Asep Sukmayadi.
Menurutnya program ini mampu melakukan pengembangan prestasi yang diinginkan pemerintah selama ini, di mana ada penanaman nilai-nilai kemandirian, kewirausahaan dan kreativitas siswa yang terus dibekali dan diasah.
Ini juga terbukti dari hasil Festival Entrepreneur dan Kewirausahaan, di mana Jatim membawa 10 medali, dengan rincian 4 medali emas dan 6 medali perak.
Prestasi ini dicatatkan salah satunya dari SMA Double Track.
"Sudah jelas bahwa anak-anak SMA di Double Track sudah diperjuat dengan pembinananya secara masif dan hasilnya bisa dilihat di tingkat nasional. Kita akan coba kurasi dan masukkan dalam database milik BPTI sebagai salah satu apresiasi Kemdikburistek," pungkasnya.
Berita Surabaya Hari Ini: Peluncuran Koperasi Digital, Jadwal Commuter Line yang Baru |
![]() |
---|
Berita Surabaya Hari Ini: Golkar Buat Lomba Cipta Oleh-oleh, Investasi Mulai Naik, Prestasi Pelajar |
![]() |
---|
8 Landmark dan Ikon Budaya Kota Surabaya, Daya Tarik Wisata Ibu Kota Jawa Timur |
![]() |
---|
Rute dan Lokasi Parkir Parade Surabaya Vaganza, Hari Ini 25 Mei 2025 Mulai Pukul 13.00 WIB |
![]() |
---|
Patuhi Larangan Wisuda SMA/SMK di Jatim, Ini Cara Sederhana SMAN 2 Surabaya Rayakan Kelulusan Siswa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.