Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

FAKTA BARU Kasus Pembunuhan Subang: Danu Dianggap Tak Pantas Jadi JC, Kelicikan Yosef Tutup Misteri

Inilah fakta kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang menewaskan Tuti dan Amalia dua tahun silam.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
Kolase Surya.co.id
Fakta baru kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, yang terungkap setelah dua tahun. 

SURYA.CO.ID - Inilah fakta kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang menewaskan Tuti dan Amalia dua tahun silam.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi telah menangkap dua dari lima tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak Subang.

Kedua tersangka yang saat ini diamankan oleh pihak kepolisian adalah Ramdanu alias Danu, yang mengungkap kasus, serta Yosef, ayah dari Amalia.

Meksi Danu menjadi tokoh awal yang mengungkap kasus dengan menyerahkan diri ke Polda Jabar, namun permintaannya menjadi Justice Collaborator atau JC, dianggap tak pantas oleh ahli.

Baca juga: DOA Yosef di Makam Tuti dan Amel Terkabul Meski Cuma Akting, Video Lawas Kasus Subang Mendadak Viral

Sementara itu, terungkap pula kelicikan Yosef dalam menyembunyikan misteri kematian Tuti dan Amalia, hingga tega membuat Danu sebagai kambing hitam.

Berikut berita selengkapnya.

1. Danu dianggap tak pantas jadi JC

Menurut Kriminolog Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof Nandang Sambas, permintaan Danu dinilai tidak pantas.

Hal itu karena Danu sempat menutupi kasus ini dari pihak kepolisian dua tahun silam.

Menanggapi permintaan Danu sebagai JC, Prof Nandang Sambas menilai jika Danu tak layak dijadikan JC. Sebab, ada upaya mempersulit dalam penyelidikan kasus ini.

"Saya tidak sepakat untuk dijadikan JC, terlepas dia yang mengaku (pertama) sehingga terungkap," ujar Nandang, Jumat (20/10/2023), melansir Tribun Jabar.

Nandang menilai jika pengakuan Danu, didasari oleh rasa bersalah yang mulai dirasakan setelah dua tahun lebih peristiwa itu terjadi.

"Tidak pantas dapatkan JC karena mempersulit sejak awal. Walaupun sekarang mengaku, mungkin dia merasa dosa dan telah melakukan kesalahan," katanya.

"Tapi nanti akan dipertimbangkan penyidik sampai sejauh mana kalau di dijadikan justice collaboration," tambahnya.

Danu, tersangka pembunuhan ibu dan anak di Subang, terkuak sikap emosionalnya sebelum bongkar sandiwara Yosef cs
Danu, tersangka pembunuhan ibu dan anak di Subang, terkuak sikap emosionalnya sebelum bongkar sandiwara Yosef cs (YouTube Anjas Asmara, Youtube Yahya Mohammed)

Sebenarnya, kata dia, kalau saja sejak awal Danu menceritakan semua kejadian yang dilihatnya kepada kepada Polisi, mungkin Danu hanya akan menjadi saksi.

"Jadi gini, dalam teori hukum pidana, seorang bisa langsung melakukan, bisa menyuruh melakukan, turut serta melakukan atau membujuk orang lain. Harusnya dia ngaku, kalau ngaku bisa saja lepas pertanggungjawaban. Tapikan dia gak lakukan upaya, kalau tak berani lari ngasih tahu yang lain ke tetangga, harusnya," ucapnya.

2. Kelicikan Yosef

Yosef Hidayat yang awalnya bersandiwara menjadi pihak korban yang terdzolimi akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Yosef diduga mendalangi kasus pembunuhan istri dan anaknya dibantu istri mudanya, Mimin Mintarsih dan dua anak tirinya, Arigi dan Abi.

Terungkapnya, kasus ini setelah saksi kunci yang juga tersangka kasus ini, Muhammad Ramdanu alias Danu menyerahkan diri dan membongkar kronologinya.

Dalam keterangannya, Danu mengaku ditelepon Yosef saat sedang di warnet pada 17 Agustus 2023 malam.

Ia disuruh menemani Yosef ke rumah Tuti dan Amel.

Danu diminta menunggu di pojok kiri garasi dalam kondisi lampu padam.

Berdasar pengakuan Danu, kondisi rumah malam itu gelap, mulai dari garasi, ruang dalam, hingga kamar.

Lampu yang menyala hanya di bagian dapur, tempat Danu mengambilkan golok atas perintah Yosef.

 "Dalam situasi begitu kan tegang banget," kata Taufan kepada TribunnewsBogor.com.

Baca juga: KEUANGAN Yosef Tersangka Dalang Kasus Subang Terkuak: Tak Digaji, Minta-minta ke Korban untuk Ongkos

Begini suasana mencekam saat Yosef cs menghabisi istri dan anaknya, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu
Begini suasana mencekam saat Yosef cs menghabisi istri dan anaknya, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu (YouTube/Anjas Asmara, ist, TribunJabar/Dwiki MV)

Danu lari menuju kamar setelah mendengar teriakan Amel.

Dalam kamar, Danu mengaku melihat Tuti yang sudah tergeletak.

"Amel terduduk di pojokan. Kepalanya dibenturkan Abi. Sedangkan bu Tuti gak tau udah meninggal atau belum, karena kan gelap," katanya.

Danu kemudian disuruh mengangkat jasad Tuti Suhartini dari kamar ke ruang TV lalu ke kamar mandi hingga kemudian dimasukkan ke bagasi mobil Alphard hitam di garasi.

Sedangkan jasad Amalia Mustika Ratu diangkat seorang diri oleh Yosef.

"Mana ada keberanian Danu melawan dalam situasi seperti itu. Secara sikologis keluarga dia anak angkat, keluarga dia gak mampu, dia banyak dibantu, ibaratnya kaya pembantu. Danu lebih nurut sama Yosef dan keluarga, ketimbang sama keluarganya sendiri," kata Taufan.

Kata Taufan, Danu disuruh Yosef mengangkat jasad, membersihkan TKP, hingga memercik-mercikan air.

Danu sendiri, menurut Achmad Taufan, sampai dua kali pamit pulang namun tak diizinkan Yosef Hidayah.

"Danu pulang duluan. Izin pertama setelah azan Subuh Danu izin pulang, 'Mang saya mau pulang mang'. "Nanti dulu Nu, nanggung'," kata Taufan menirukan ucapan Danu dan Yosef.

Saat izin pulang kedua kalinya, Danu pun diancam oleh Yosef untuk menjaga rahasia pembunuhan ibu dan anak di Subang.

"Saat akan pulang terakhir pun Yosef bilang ke Danu, 'Awas ya Nu jangan bocor kamu ya'. Diancam begitu, mana berani sekelas Danu," kata Achmad Taufan.

Sebelum kasus ini terungkap, justru Danu berusaha dikambing hitamkan Yosef dengan berbagai cara.

Di awal kasus ini, Yosef mengungkap identitas asli Muhammad Ramdhanu alias Danu yang disebutnya memiliki akses khusus ke lokasi kejadian.

Danu ternyata bukan keponakan asli Tuti Suhartini. 

Yosef menyebut Danu adalah anak angkat dari saudara Tuti yang bernama Idha. 

Idha sendiri menjalani pemeriksaan kembali di Polres Subang bersama dua saudaranya, Yeti Mulyana dan Lilis pada Rabu (6/10/2021). 

"Danu itu anak ibu Idha, tapi anak angkatnya," ungkap Yosef dikutip dari tayangan Telusur di TV One pada Senin (4/10/2021).

Yosef juga menyebut tidak sembarang orang bisa masuk ke rumah korban. 

Hanya Danu saja di luar keluarga inti yang sering ke sana dan memiliki akses khusus. 

Hal itu beralasan karena Danu menjadi pengurus yayasan Bina Prestasi Nasional yang didirikannya sebagai staf tata usaha. 

"Dia kan ikut di dalamnya di sekolah," kata Yosef. 

Sebelumnya dalam wawancara terpisah Yosef menyebut Danu kerap datang malam-malam ke rumah korban. 

Bahkan, di depan penyidik Polres Subang, Yosef menyebut Danu pernah datang malam-malam ke rumah korban tiga hari sebelum pembunuhan. 

Yosef dikabarkan ditangkap setelah Danu berencana menyerahkan diri ke Polda Jabar.
Yosef dikabarkan ditangkap setelah Danu berencana menyerahkan diri ke Polda Jabar. (Kolase Surya.co.id)

Sementara itu, dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam TVOne, saudara Tuti Suhartini, Lilis Sulastri mengaku sebelum masuk datang ke lokasi kejadian, Yosef meminta keponakannya, Muhammad Ramdanu alias Danu untuk masuk ke rumahnya. 

"Waktu pagi, hari Rabu, Danu itu ditelpon Yosef, suruh ke sana, masuk rumah, pas ngeliat rumahnya berantakan. Yosef itu yang nyuruh," ucap Lilis. 

Pengakuan Lilis itu pun langsung ditanggapi keras Yosef. 

"(Saya) tidak telpon Danu. Bohong, itu dia berbuat bohong. Sangat bohong besar. Dusta itu," ucap Yosef dikutip dari channel youtube Koin Seribu 77, Rabu (13/4/2022). 

Yosef memastikan sangat ingat saat itu. 

"Jangankan kepada Danu, kepada Pak Mul (Mulyana-adiknya) aja gak pernah saya hubungi," katanya. 

Menurut Yosef, pernyataan Lilis itu berasal dari pengakuan Danu. 

"Lilis juga tidak tahu yang sebenarnya. Makanya banyak kesaksian-kesaksian palsu, banyak berita dari seorang Danu. Di depan ibu kapolres langsung itu," ujarnya. 

Yosef juga mengaku tidak pernah ketemu Danu di TKP saat kejadian. 

"Sebenarnya saya itu tidak tahu dan tidak ketemu danu. Kasihan Lilis dibohongi Danu," katanya.

Dikatakan Yosef, saat dia kerumah ibu angkat Danu untuk mengabarkan kondisi rumahnya yang acak-acakan, dia tidak melihat Danu. 

Begitu juga ketika dia kembali ke rumahnya. 

"Sudah lapor saya di depan langsung diikuti anggota (polisi). Saya tidak bertemu Danu

Itu Danu berdusta lagi. Fitnah itu, fitnah sekali lagi," katanya. 

Yosef juga membantah pernah masuk sama-sama Danu ke dalam TKP.

"Saya tidak ketemu sama sekali dengan Danu. Pada waktu saya langsung dibawa ke komite SMA Jalancagak. Apa yang disampaikan Danu itu dusta. Sama ibu kapolres dia juga berani berdusta," ungkapnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved