Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

KEUANGAN Yosef Tersangka Dalang Kasus Subang Terkuak: Tak Digaji, Minta-minta ke Korban untuk Ongkos

Kondisi keuangan Yosef Hidayat terungkap sebelum kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang diduga didalanginya.

Editor: Musahadah
kolase istimewa/instagram
Yosef Hidayat diduga sebagai dalang pembunuhan ibu dan anak di Subang yang tak lain adalah istri dan anak kandungnya. Nasibnya sebelum kejadian terungkap. 

SURYA.co.id - Kondisi keuangan Yosef Hidayat terungkap sebelum kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang diduga didalanginya.

Yosef Hidayat adalah suami dan ayah korban pembunuhan kasus Subang, Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu.

Yosef baru ditangkap dan ditetapkan tersangka setelah saksi kunci kasus Subang, Muhammad Ramdanu alias Danu menyerahkan diri dan mengungkap kronologis kejadian.

Hingga berita diunggah, penyidik Polda Jabar belum mengungkap motif pembunuhan yang diduga didalangi Yosef dengan melibatkan Danu dan istri muda, Mimin Mintarsih dan dua anak tirinya, Arigi dan Abi.

Namun, sejumlah pihak menduga pembunuhan ini berlatar belakang ekonomi.

Baca juga: NASIB Mimin Tersangka Kasus Subang yang Belum Ditahan Polisi, Terus Beralibi Meski Dipojokkan Danu

Yosef yang merupakan pendidikan Yayasan Bina Prestasi Nasioal ternyata sudah didepak dari yayasan pendidikan tersebut.

Bahkan, Yosef tidak mendapat bayaran dari yayasan yang saat itu dikelola anak sulungnya, Yoris Raja Amanullah, istri, Tuti Suhartini dan anak bungsunya Amalia Mustika Ratu.

Hal ini terungkap saat Yoris diwawancara di program Aiman Kompas TV di awal-awal kasus ini terjadi.

Kondisi keuangan Yosef sempat ditanyakan presenter Aiman Wijaksono dalam program Aiman yang tayang di Kompas TV, Senin (27/9/2021). 

Baca juga: Kriminolog Sebut Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Tak Mungkin Tanpa Jejak, Libatkan Pembunuh Bayaran?

Saat itu Aiman menanyakan alasan hubungan Yoris dan Yosef yang renggang setelah kasus pembunuhan tersebut.  

Yoris pun membeber alasannya karena saat ini setiap kali bertemu, sang ayah suka meminta uang kepadanya. 

Aiman lalu menanyakan alasan Yosef meminta uang sementara dia dikenal sebagai orang kaya yang memiliki yayasan, hobinya main golf dan pernah membelikan sang istri mobil Alphard. 

Yoris lalu membantah kabar itu. 

Menurutnya saat ini yang mengelola yayasan adanya dia, Amel dan sang ibu. Sementara Yosef hanya sebatas mengontrol. 

Terkait keuangan, Yosef sudah di-cut alias tak diberi oleh sang mama.

"Karena papa boros. 

"Kalau papa minta uang sedikit untuk transport, untuk baju dari mama," katanya. 

Diakui Yoris, di yayasan itu setiap bulannya dia mendapatkan gaji Rp 12 juta. 

Sementara Amel dan ibunya masing-masing mendapat Rp 10 juta. 

Sementara sang ayah tak mendapat sepeser pun.  

Hal itu dilakukan karena ketika ayahnya mengelola yayasan itu bersama istri muda. keuangannya tidak beres, 

Lalu, bagaimana sang ayah memenuhi kebutuhannya? 

Menurut Yosef, ayahnya itu masih bisa meminta kepada Amel. 

Terkait kehidupannya dengan istri muda, Mimin dan pemenuhan kebutuhannya, Yoris mengaku tidak tahu. 

Namun dipastikan tidak mendapatkan bagian dari yayasan. 

Yosef Diduga Dalangnya

Kekejaman Yosef akhirnya terungkap setelah Danu bersuara.

Danu menceritakan saat itu dia diajak oleh Yosef ke TKP pada 17 Agustus 2021, sekira pukul 22.00 WIB.

Menurut Danu, dilansir TribunnewsBogor.com, ia diminta oleh Yosef untuk membantunya pada malam itu, namun tak diberi tahu akan membantu apa.

Setibanya di rumah Tuti dan Amel di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Danu diminta oleh Yosef menunggu di luar rumah.

Berdasarkan pengakuan Ramdanu, pada tengah malam sekira hampir pukul 01.00 WIB, kedua anak Mimin, Arigi dan Abi tiba-tiba datang.

Setelah itu Danu pun diminta untuk mengambil golok yang berada di dapur.

Menurut pengakuannya, Arighi yang menerima golok itu dari Danu.

Dirinya pun lalu kembali diminta menunggu di luar rumah.

"Alasannya untuk jaga situasi. Jadi memang dalam posisi ini Danu hanya diposisikan di situ. Tapi setelah saya analisa kenapa mengarah ke Danu, ternyata sejak awal Danu sudah dipola," kata Pengacara M Ramdanu, Achmad Taufan kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (19/10/2023).

Saat itu menurut pengakuan Danu, kondisi rumah dalam keadaan gelap.

Ramdanu pun tiba-tiba dikagetkan dengan suara teriakan Amel dari dalam rumah.

Spontan ia pun langsung masuk ke dalam rumah tersebut.

"Danu masuk ke dalem lihat Amel lagi koma, sakaratul maut gitu. Dia hanya lihat Abi jedukin kepala Amel ke tembok," kata Taufan.

Menurutnya posisi Amel saat itu berada di dalam kamar.

Kepada polisi, Danu pun mengaku melihat Tuti sudah terbaring di kamarnya yang berada tepat di samping kamar Amel.

"Entah itu meninggal atau enggak Danu gak tahu kan gelap," kata dia.

Melihat hal itu, Danu pun sempat bengong lalu terduduk.

Namun Ramdanu tiba-tiba dipanggil oleh Yosef.

"Langsung dipanggil sama Pak Yosef untuk gendong almarhumah Bu Tuti ke ruang tv," jelasnya.

Menurut pengakuan Danu, posisi Tuti dan Amel setelah dieksekusi berada di kamar masing-masing.

"Bu tuti terbaring, Amel duduk mepet ke tembok," jelasnya.

Menurut Danu, untuk jenazah Amel diangkat sendiri oleh Yosef.

"Kalau Amel yang angkat dari kamar ke kamar mandi, dari kamar mandi ke mobil Alphard itu Pak Yosef sendiri," katanya.

Danu melihat Mimin datang ke TKP saat dini hari.

"Mimin datang saat mayat Tuti mau diangkat dari kamar ke ruang tv. Danu lihat sekelebat (Mimin datang) dan langsung ke kamar mandi," pungkas Taufan.

Kala itu, Danu sempat disuruh mengangkat tubuh korban dan memasukkannya ke mobil.

Namun di momen itu, Danu hanya melihat peran tiga tersangka lainnya.

"Danu disuruh bantu ngangkat, (yang angkat korban) itu Danu, Arighi, Abi, Yosef.

Menurut saya keempat orang ini sudah cukup mengangkat korban," imbuh Achmad Taufan.

Berbeda dengan tiga tersangka lainnya, pergerakan Mimin sama sekali tidak terpantau oleh Danu.

Karenanya peranan Mimin dalam kasus Subang masih belum diketahui.

Sementara itu, Danu justru melihat dengan jelas gerak-gerik Arigi dan Abi yang seolah ingin membuat TKP berantakan.

"Danu enggak tahu full eksekusinya karena Danu disuruh lihat situasi, Danu bingung 'ini pada ngapain'. Danu enggak tahu. Setelah (mayat korban) di mobil, Arighi dan Abi masih ngobrak-ngabrik, Yosef juga ngobrak-abrik, bu Mimin enggak tahu gerakannya apa," kata Taufan.

Sebelum pulang setelah adzan subuh, Danu sempat melihat Yosef menyalakan mobil Alphard.

Seperti diketahui, mobil Alphard adalah tempat ditemukannya jasad Tuti dan Amalia.

"Pak Yosef saat dia nyalain Alphard itu Danu lihat," imbuh Taufan.

"Setelah Danu pulang. Izin kedua setelah disuruh ngangkat, disuruh nyiram, habis itu dia pulang, sampai jam 7 kan Yosef yang di situ," sambungnya.

Yoris Minta Yosef Dihukum Seberat-beratnya

Yoris saat datangi makam Tuti dan Amel setelah tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang terkuak.
Yoris saat datangi makam Tuti dan Amel setelah tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang terkuak. (Tribun Jabar)

Setelah kasus ini terungkap, anak sulung Yosef dan almarhum Tuti, Yoris Raja Amanullah akhirnya bisa bernafas lega karena tak akan ada lagi netizen yang memojokkannya.

Karena para tersangka kasus Subang kini sudah terungkap, dan bukan Yoris salah satunya.

Yoris merasa bersyukur sekaligus sedih ketika mendengar ayah kandungnya terlibat dalam pembunuhan itu.

Hal tersebut diungkapkan Yoris saat berziarah ke makam Tuti dan Amalia di kompleks Pemakaman Istuning, Desa Jalancagak, Subang pada Kamis (18/10/20203).

"Siang ini, saya didampingi istri dan pengacara melakukan ziarah kubur ke ibu dan Amel, sebagai ucapan rasa syukur atas terungkapnya kasus pembunuhan yang menimpa ibu dan adik saya yang terjadi 2 tahun silam," ujar Yoris, melansir dari Kompas.com.

"Kami keluarga besar korban, merasa lega dan tenang dengan telah terungkapnya kasus pembunuhan yang menimpa ibu dan adik saya tersebut," tambah dia.

Selain itu Yoris juga berharap kasus pembunuhan ibu dan adiknya bisa segera disidangkan di pengadilan.

"Kami keluarga besar korban tentunya, pelaku ingin dihukum seberat-beratnya tanpa pandang bulu, sekalipun pelakunya ayah saya sendiri," ucapnya.

"Jadi mereka para pelaku termasuk ayah saya, berharap bisa dihukum seberat-beratnya," tambah dia.

Ia pun mengungkapkan perasaannya saat tahu kasus pembunuhan ibu dan adiknya yang terjadi dua tahun lalu mulai terungkap.

"Perasaan saya tentunya gembira bercampur, sedih, kesal dan juga kecewa.

Gembira karena kasus ini akhirnya terungkap sudah lebih dari 2 tahun, sedih, kesal dan kecewa karena pelakunya orang dekat yang tak lain keluarga sendiri seperti ayah saya yang begitu teganya menghabisi nyawa mamah istrinya sendiri dan juga adik saya Amelia yang tak lain darah dagingnya sendiri," ungkapnya.

Namun ia mengatakan semuanya sudah terjadi. "Menerima atau tidak dengan peristiwa kelam tersebut.

Kami keluarga tentunya hanya bisa berharap dalam kasus ini pelaku bisa dihukum seberat-beratnya," kata dia.

"Saya percaya pada penyidik dan hakim di Pengadilan. Para pelaku yang telah menghabisi ibu dan adik saya bisa bisa dihukum seberat-beratnya setimpal dengan perbuatannya," tambah dia.

Baca berita pencarian pembunuh ibu dan anak di Subang lainnya di SURYA.co.id

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved