Persebaya Surabaya

Update Pelatih Baru Persebaya: Uston Nawawi Tak Dapat Dispensasi, Juru Taktik ‘Boneka’ Jadi Opsi?

Berikut update pelatih baru Persebaya Surabaya, opsi pelatih 'Boneka' bakal jaBerikut update pelatih baru Persebaya Surabaya, opsi pelatih 'Boneka' ba

Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Fatkhul Alami
surya.co.id/khairul amin
Uston Nawawi 

SURYA.co.id, - Berikut update pelatih baru Persebaya Surabaya, opsi pelatih 'Boneka' bakal jadi opsi manajemen Bajul Ijo?

Seperti diketahui, Persebaya Surabaya saat ini tengah dalam pencarian pelatih baru.

Hal itu lantaran masa jabatan Uston Nawawi sebagai caretaker telah habis.

Jika tak segera mengumumkan pelatih baru, maka Persebaya Surabaya akan terkena denda sebesar Rp 100 Juta sesuai dengan aturan yang berlaku.

Penampilan apik Persebaya di bawah asuhan caretaker Uston Nawawi tentu membuat manajemen semakin bimbang.

Pencapaian Uston mampu membuat Bruno Moreira cs bangkit dari keterpurukan awal musim dan meraup 4 kemenangan dan 1 hasil imbang.

Hasil itu tentu patut untuk dipertimbangkan agar pelatih berusia 45 tahun itu diangkat sebagai pelatih kepala.

Uston Nawawi, saat memimpin Persebaya lawan Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya
Uston Nawawi, saat memimpin Persebaya lawan Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya (Surabaya.Tribunnews.com/Habibur Rohman)

Sayangnya, lisensi yang dimiliki oleh Uston Nawawi masih belum sesuai regulasi Liga 1 yaitu A AFC Pro. 

Uston sendiri bukan tanpa pergerakan. ia saat ini hanya berjarak dua modul terakhir untuk mendapatkan lisensi yang dibutuhkan agar bisa menjadi pelatih kepala Persebaya.

Baca juga: Striker Persebaya Wildan Ramdhani Ungkap Ambisinya Lawan Madura United

Baca juga: Kisah Arief Catur Pamungkas Bek Persebaya, Bakatnya Diakui Aji Santoso, Hasilnya Dituai Uston Nawawi

Dikabarkan Uston baru akan mendapatkan lisensinya pada awal Desember 2023 mendatang. 

Manajemen Persebaya sendiri sudah meminta dispensasi agar Uston Nawawi bisa terus memimpin tim Bajul Ijo, namun dispensasi itu kabarnya telah ditolak oleh PSSI.

Membuat Persebaya harus memikirkan opsi lain untuk bisa terhindar dari denda.

Sejumlah pelatih asing seperti Divaldo Alves, Paul Munster, Ricardo Rodriguez hingga Mario Gomez dikaitkan dengan Bajul Ijo.

Kedatangan sosok baru tentu akan membuat penyesuaian dan kembali dari 0.

Opsi lain tentu bisa diambil oleh manajemen Persebaya jika ingin tetap mengandalkan Uston Nawawi.

Opsi tersebut adalah merekrut pelatih asing/lokal berlisensi sesuai dengan regulasi sebagai pelatih 'Boneka'.

Pelatih 'Boneka' yang dimaksud ini adalah pelatih yang hanya digunakan untuk keperluan administrasi saja, atau bahasa sederhananya meminjam lisensi.

Jika menggunakan opsi ini, maka Persebaya masih bisa mempertahankan peran Uston Nawawi di balik layar.

Lalu siapa saja kiranya pelatih berlisensi A AFC Pro yang saat ini masih berstatus tanpa klub?

Berikut rangkuman dari SURYA.co.id

1. Liestiadi

Liestiadi terakhir menjadi pelatih di klub profesional dengan menangani Sriwijaya FC 2022-2003. Kariernya bersama Sriwijaya FC tidak berlanjut di kompetisi Liga 2 musim 2023-2024 karena diganti pelatih lainnya.

Sebelum jadi pelatih Sriwijaya FC, jejak kepleatih Liestiadi di sepak bola Indoensia ini cukup malang melintang. banyak klub-klub Liga 1 yang pernah ditangani pelatih kelahiran Medan, Sumatera Utara ini.

Leistiadi tercatat pernah jadi pelatih di Persikabo 1993 (2021-2022), PSIM Yogyakarta (2019), Persipura Jayapura (1917), PSM makassar (2015-2016), Gresik United (2015-2016), Persiba Balikpapan (2014), PSMS Medan (2009).

2. Hanafing

Hanafing merupakan pelatih yang dilahirkan di Sulawesi Selatan (Sulsel), tapi saat jadi pemain mengawali karier dengan bergabung dengan Niac Mitra di kompetisi Galatama. Beberapa klub Indonesia pernah dibelanya dan akhirnya ia menjadi pemain Timnas Indonesia.

Setelah gantung ssepatu sebagai pemain, Hanafing meneruskan langkahnya sebagai pelatih sepak bola. Beberapa klub pernah ditukangi, seperti PSM Makassar, PSIS Semarang, PSIM Yogyakarta, Persiku Kudus dan juga pernah dipercaya sebagai pelatih tim sepak bola PON Jatim.

Selain itu, Hanafing pernah menduduki kursi Direktur Akademi Persebaya mulai 2018-2020.

Kini aktivitas Hanafing lebih banyak sebagai instruktif para pelatih sepak bola yang diadakan di bawah naungan PSSI. Ia juga merupakan intruktur pelatih nasional.

3. Iwan Setiawan

Sosok Iwan Setiawan tidak asing di sepak bola Indonesia. Ia merupakan pelatih kelahiran Medan, Sumatera Utara yang memegang lisensi Pro AFC.

Dilansir dari Wikipedia.org, Iwan Setiawan punya jejek panjang sebagai pelatih di beberapa klub di Indoensia. Ia pernah menjah menjadipelatih di klub-klub besar Indonesia, seperti PSMS Medan (2008), Persibom Bolaang Mongondow (2009), Persija Jakarta (2011-2012), Borneo FC (2014-2015), Perebaya Surabaya (2017-2028), dan Persela Lamongan (2021-2022).


4. Seto Nurdianto

Seto Nurdiaanto terakhir kali menjadi pelatih PSS Sleman untuk Liga 1 musim 2022-2023. Ia menjadi pelatih PSS Sleman tidak sampai selesai karena gagal memberi prestasi.

Selepas dari PSS Sleman, sejatinya ada beberapa klub yang tertarik meminang jasa mantan pemain Timnas Indonesia ini.

Salah satu klub yang tertarik dan sudah membangun komunikasi dengan Seto Nurdianto, yakni Persikabo 1973. Sayang komunikasi dari kedua belah pihak akhirnya tidak berlanjut hingga Seto kembali ke lapangan hijau.

Seto Nurdianto yang saat jadi pemain tergabung di beberapa klub Indonesia, memutuskan tidak gabung ke Persikabo 1973.

Dari empat pelatih berlisensi Pro AFC, baru Iwan Setiawan dan Hanafing yang pernah bekerja di Persebaya

Iwan Setiawan menjadi pelatih Persebaya pada 2017-2018, sedangkan Hanafing dipercaya sebagai Direktur Akademi Persebaya pada periode 2018-2020.

Akankan Persebaya akan merekrut pelatih lokal berlisensi Pro AFC untuk melanjutkan tugas Uston Nawawi sebagai nahkoda Bajul Ijo, kita tunggu bersama update selanjutnya.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved