Makam Dibongkar di Bogor

SOSOK Suarma Ahli Pandai Besi yang Jasadnya Utuh dan Wangi Usai Makamnya Dibongkar, Anak: Bapak Baik

Jasad Suarma, menjadi salah satu yang ditemukan utuh dan mengeluarkan wangi melati saat pembongkaran makam di Bogor.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Musahadah
Kolase Surya.co.id
Jasad Suarma, menjadi salah satu yang ditemukan utuh dan mengeluarkan wangi melati saat pembongkaran makam di Bogor. 

SURYA.CO.ID - Heboh pembongkaran makam di Desa Kalong I dan II, Bogor, lantaran berada di lahan PT PLN, ternyata memiliki kisah lain.

Bukan masalah pemindahan makam yang menjadi viral, melainkan beberapa jasad yang diklaim masih utuh meski sudah dikubur puluhan tahun.

Menurut laporan Tribun Jabar, setidaknya ada tujuh jasad yang dikabarkan masih utuh. Sementara dua di antaranya, mengeluarkan wangi melati.

Rupanya, lima dari tujuh jasad itu merupakan satu keluarga.

Mereka adalah, Sanijan, Suarma, Nurjanah, Sama, dan Mariam.

Tujuh jasad di pemakaman Bogor masih utuh setelah dilakukan pembongkaran. Menurut Ketua RT setempat, tujuh jasad itu pun mengeluarkan wangi melati.
Tujuh jasad di pemakaman Bogor masih utuh setelah dilakukan pembongkaran. Menurut Ketua RT setempat, tujuh jasad itu pun mengeluarkan wangi melati. (Kolase Surya.co.id)

Salah satu keluraga yang masih hidup, Satria, memberikan keterangan mengenai jasad keluarganya yang masih utuh dan mengeluarkan wangi melati itu.

Berdasar penuturan Satria, sang ayah, Suarma, adalah seorang ahli pandai besi dan sudah meninggal dunia sejak 30 tahun lalu.

Makam Suarma terpaksa dibongkar karena lahan pemakaman tersebut akan digunakan untuk proyek PLN.
Makam pandai besi ini merupakan satu dari 211 yang akan dipindahkan imbas proyek PLN.

Ketika dipindahkan sebenarnya ada tujuh jasad yang menjadi sorotan.

Dari tujuh jasad ini, lima di antaranya adalah keluarga Satria.

Yang dimana, dua jasad di antaranya mengeluarkan wangi melati.

Mereka adalah Suarma dan adik Satria, Nurjanah.

"Wanginya kaya melati," kata Satria.

Satria mengatakan ayahnya wafat sekitar 30 tahun silam.

"Saya lupa tahun berapa, perkiraan sudah 30 tahun lebih dimakamkan," kata Satria.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved