Minggu, 31 Mei 2026
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Gaet King's College London untuk Buka Program Master di KEK Singhasari Malang

Gubernur Khofifah menjajaki kerja sama dengan King’s College London untuk mengembangkan pendidikan master degree bagi siswa Jawa Timur

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Istimewa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjajaki kerja sama dengan King’s College London (KCL) untuk mengembangkan pendidikan master degree bagi siswa Jawa Timur, Rabu (30/8/2023). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjajaki kerja sama dengan King’s College London (KCL) untuk mengembangkan pendidikan master degree bagi siswa Jawa Timur, Rabu (30/8/2023).

Dalam pertemuan itu, Gubernur Khofifah membahas tentang rencana KCL yang akan membuka program Master of Digital Economy dan Master of Digital Future.

hofifah berharap, program itu nantinya diharapkan akan berjalan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Kabupaten Malang.

"Sesuai rencana, insya Allah prosesnya akan dimulai pada September tahun 2024. Nantinya, sistem pembelajaran yang diterapkan oleh KCL akan dilakukan secara hybrid baik secara online maupun offline di Jawa Timur," kata Khofifah.

Adanya pembukaan program ini, juga seiring dengan meningkatnya kebutuhkan untuk SDM ekonomi kreatif. Termasuk juga di KEK Singhasari yang merupakan KEK untuk ekonomi digital.

Kehadiran Gubernur Khofifah bersama rombongan disambut baik oleh Dr Lian Liu sebagai Global Business Development Manager, serta Prof Hugh Bowden dari Faculty of Arts and Humanities KCL.

Sebagai informasi, KCL merupakan kampus ternama dunia. Berdasakan QS World University Rangking 2023, KCL menempati peringkat ke 37 dunia dan peringkat ke 7 di United Kingdom (UK). Dengan jumlah mahasiswa mencapai 40 ribu orang, di mana lebih dari 50 persen adalah mahasiswa internasional.

Gubernur Khofifah sangat optimis, bahwa kerja sama dengan KCL akan bisa mempercepat peningkatan kualitas SDM di Jatim dan Indonesia pada umumnya. Utamanya, untuk menyongsong dan menyukseskan Indonesia Emas 2045.

"Pertumbuhan industri manufaktur di Jatim cukup tinggi. Jadi kalau Indonesia tahun 2045 prediksi industri manufakturnya baru 30 persen, tapi Jatim di tahun 2022 sudah 31,4 persen," tegasnya.

Sehingga proses penyiapan SDM di Jatim sangat mendesak serta membutuhkan dukungan dari universitas berkelas dunia.

"Upaya yang kami lakukan ini adalah salah satu cara untuk ‘mencangkok’ universitas kelasdunia di Jatim sehingga akselerasi untuk meningkatkan SDM yang siap memberikan penguatan,” ungkap Khofifah.

Ia optimis, King’s Colllege London akan memberikan peningkatan percepatan kualitas SDM untuk mencapai skill dan pengetahuan yang berkelas dunia. Khususnya untuk industri kreatif, media digital dan ekonomi digital.

"Saya harapkan ini juga melibatkan partisipasi perguruan tinggi di Jatim. Sehingga mampu menjadi daya ungkit kampus di Jatim untuk ikut tumbuh Bersama kampus kelas dunia" imbuhnya.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menjelaskan, bahwa Jatim merupakan center of gravity (Pusat gravitasi) di Indonesia. Di mana selain jumlah penduduknya terbesar ke dua di Indonesia. Di bidang pendidikan, Jatim juga memiliki perguruan tinggi terbanyak kedua di Indonesia.

“Sembari menyiapkan infrastruktur di KEK Singhasari, kami juga telah menyiapkan beberapa kampus untuk menjadi alternatif lokasi pelaksanaan perkuliahan dalam kerjasama ini. Salah satunya Unair, karena kami berharap pembelajaran dari King’s College bisa berkolaborasi dengan UNAIR yang fakultas ekonominya merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia dan memiliki ruang kuliah yang sudah sangat representatif,” katanya.

Lebih jauh, Khofifah juga menegaskan, bahwa proses rekrutmen nantinya akan sesuai dengan standar KCL.

Selain itu, pihaknya juga akan mengomunikasikan lebih detail terkait adanya potensi scholarship dari Kementerian Keuangan RI melalui LPDP.

Ke depan, ia berharap kerja sama ini akan memacu universitas di Indonesia, utamanya Jawa Timur, bisa meningkatkan rangking di World University hingga bisa mencapai rangking 100 dunia.

“Kehadiran King’s College di Jatim akan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terkait peningkatan kualitas SDM. Sehingga SDM-SDM Jatim akan siap menjadi punggawa guna merealisasikan Visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved