SOSOK 4 Polwan Tangguh yang Pertama Jadi Anggota Gegana Brimob, Latihan Berat dan Teken Kontrak Mati

Inilah sosok 4 Polwan tangguh yang pertama kali jadi anggota Gegana Brimob. Latihan Berat dan Teken Kontrak Mati.

Kompas.com
Sosok 4 Polwan Tangguh yang Pertama Jadi Anggota Gegana Brimob. Simak kisah mereka. 

SURYA.co.id - Inilah sosok 4 Polwan tangguh yang pertama kali jadi anggota Gegana Brimob.

Keempat Polwan tersebut harus menjalani serangkaian latihan fisik yang berat.

Itu karena memang tugas mereka sebagai pasukan khusus Polri memang sangat menantang.

Seperti menjinakkan bahan peledak, kontraterorisme dan pemberontakan, penyelamatan sandera, penanganan ancaman kimia-bilogi-radiasi (KBR), sampai intelijen.

Selain itu, mereka juga harus mengabdikan hidupnya untuk menjalankan segala tugas brimob.

Artinya, mereka sudah teken kontrak mati dengan Brimob.

Tim Jihandak dari Satbrimobda Polda Jatim saat mengevakuasi benda mencurigakan yang diletakkan di depan rumah Ketua RW di Kota Madiun.
Tim Jihandak dari Satbrimobda Polda Jatim saat mengevakuasi benda mencurigakan yang diletakkan di depan rumah Ketua RW di Kota Madiun. (Rahardian Bagus)

Identitas ke-4 Polwan yang pertama kali menjadi anggota Pasukan Gegana adalah Ina Rochmatin, Atanasia Tri Basuki, Sayekti, dan Reny Irawati.

Meraka mengukir sejarah pada Juni 1990 dengan menjadi Polwan pertama yang ditempatkan sebagai anggota pasukan Gegana Brimob.

"Kalau sudah masuk Brimob, hidup mati kami hanya untuk Brimob. Kami memang sudah teken kontrak mati ...," kata Ina yang dibenarkan ketiga rekannya, seperti dikutip dari surat kabar Kompas edisi 1 September 1991.

Mereka mengakui tidak mudah buat menjadi anggota Gegana. Apalagi bersaing dengan sejawat mereka yang laki-laki.

Sebab, untuk jadi anggota pasukan khusus Polri, seseorang harus menempuh latihan fisik yang relatif lebih berat dibandingkan dengan latihan fisik kepolisian umumnya.

Akan tetapi, ke-4 Polwan itu menghapus keraguan tersebut.

Dalam pendidikan dasar bintara Brimob selama 3,5 bulan (Agustus-November 1990) yang diikuti 80 siswa, empat di antaranya polisi wanita, dua dari empat polwan ini masuk dalam 10 besar lulusan terbaik.

Mereka dinilai terbaik dalam hal ketrengginasan, kecendekiaan, ketabahan dan pengumpulan nilai.

Kepala Bagian Polisi Wanita Mabes Polri, Letkol (Pol) Kusbandiah Benjamin mengatakan, keberadaan Ina dan ketiga rekannya dalam Pasukan Gegana Korps Brimob menjadi kebanggaan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved