Senin, 13 April 2026
Grahadi

Pemprov Jatim

Dishub Jatim Siapkan Angkutan Intermoda Agar Terkoneksi dengan Bandara Dhoho Kediri

Pemprov Jatim berkomitmen untuk menyediakan layanan angkutan intermoda jelang beroperasinya Bandara Dhoho Kediri pada bulan Oktober 2023 mendatang.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berkomitmen untuk menyediakan layanan angkutan intermoda jelang beroperasinya Bandara Dhoho Kediri pada bulan Oktober 2023 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Nyono menegaskan, bahwa penyediaan angkutan intermoda ini akan diwujudkan khusus untuk wilayah kabupaten sekitar Kediri. Agar masyarakat bisa terkoneksi dengan mudah dari maupun menuju Bandara Dhoho Kediri.

“Bandara Dhoho Kediri insya Allah akan beroperasi pada bulan Oktober 2023. Maka, saat ini kami sedang menyiapkan angkutan intermoda agar masyarakat bisa terkoneksi layanan angkutan pendukung dari maupun menuju bandara,” kata Nyono kepada SURYA.CO.ID, Senin (7/8/2023).

Sebagaimana diketahui, Bandara Dhoho Kediri memiliki panjang runway 3.300 meter dan lebar 45 meter. Bandara ini memiliki terminal suas 18.000 meter persegi dan akan mampu melayani 1,5 juta penumpang per tahun. Saat ini, pembangunan fisik bandara sudah 93 persen.

Bandara Dhoho Kediri juga diproyeksikan untuk melayani penerbangan untuk ibadah umrah maupun haji bagi masyarakat di wilayah selatan dan barat Jawa Timur.

Oleh sebab itu, dikatakan Nyono, dengan padatnya traffic bandara nantinya, maka kebutuhan layanan intermoda harus segera diwujudkan.

“Kalau untuk jalan Tol Kediri-Tulungagung, saat ini sudah proses pembangunan oleh Gudang Garam, insya Allah April 2024 tolnya akan selesai. Selain itu, nanti juga akan ada peningkatan jalan provinsi dan nasional,” tegasnya.

Terkait angkutan penghubung intermoda, dikatakan Nyono, bahwa sejumlah trayek bus sudah disiapkan. Total ada tiga trayek yang disiapkan untuk diusulkan ke Kementerian Perhubungan.

Yang pertama, yaitu Bandara Dhoho-Stasiun Kediri-Monumen Simpang Gumul-Kampung Inggris Pare-Bandara Dhoho.

Trayek kedua, Terminal Magetan-Terminal Maospati-Terminal Kertosono-Tol Ngawi-Bandar Kertosono-Bandara Dhoho.

Dan untuk trayek ketiga, Alun-alun Ponorogo-Terminal Selo Aji-Sun City Madiun-Tol Madiun-Bandar Kertosono-Bandara Dhoho PP.

“Angkutan pemadu moda ini akan kami luncurkan seiring operasional Bandara Dhoho. Karena kalau sudah ada aktivitas operasi bandara, maka angkutan ke wilayah sekitarnya harus kami intergrasikan. Jangan sampai nggak konek, karena kasihan penumpang,” imbuhnya.

Lebih jauh, penyediaan angkutan intermoda ini akan dilakukan dengan pihak ketiga atau swasta. Saat ini, trayek tersebut sudah ditawarkan ke swasta dan sudah ada beberapa perusahaan otomotif yang berminat.

“Jadi busnya dari swasta, tapi trayeknya ijin ke kami. Dan nanti sifatnya komersial ya, bukan tarif ekonomi dan tarifnya diserahkan ke pasar serta bergantung pada fasilitas layanan,” tegas Nyono.

Karena bandara ini akan mulai beroperasi Oktober, maka dipastikan Nyono, angkutan intermoda juga akan diluncurkan di bulan yang sama.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved