Memunculkan Solusi, Gaya Komunikasi Ganjar Pranowo Dinilai yang Dibutuhkan Masyarakat
Di sisi lain, dengan gaya komunikasi yang ‘semanak’, membuat Ganjar Pranoeo bisa merasakan langsung apa yang dirasakan warganya.
SURYA.CO.ID, SEMARANG – Sudah menjadi kebiasaan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sejak awal menjabat untuk berkeliling hingga ke desa-desa.
Melaksanakan program Ngopi Bareng Gubernur, Ganjar mengecek langsung pelaksanaan program dan bantuan hingga menginap di rumah warga.
Ganjar terus memastikan apa yang sudah menjadi programnya terlaksana dengan baik dan bantuan benar-benar tersalurkan.
Bukan hanya itu, Ganjar menyampaikan, jika dengan bertemu masyarakat, ia akan mendapat banyak masukan, akan tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi sehingga bisa mengambil keputusan dengan cepat.
“Dengan ngopi dan ngobrol santai di rumah warga, kita bisa lebih detail mendengar keluhan dan persoalan yang mereka hadapi. Karena dengan ngobrol santai, kita bisa bicara lebih terbuka, tanpa tedeng aling-aling. Sehingga, apa-apa yang perlu kami kerjakan juga dapat dipetakan secara terperinci,” tuturnya.
Seperti halnya saat mengecek bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk penanganan kemiskinan ekstrem di Desa Gumingsir, Kecamatan Peganten, Kabupaten Banjarnegara pada Senin (25/7/2023) lalu.
Di salah satu rumah penerima bantuan, ternyata Ganjar menemukan ada anak usia 15 tahun yang putus sekolah.
Mengetahui hal tersebut, tentu Ganjar langsung memberikan solusi agar anak itu bisa sekolah lagi.
Ganjar meminta Pemkab dan dinas terkait untuk mencarikan sekolah dan memastikan sekolahnya gratis serta mengawal pelaksanaannya.
“Sekolahnya kami carikan, Pemda kami minta membantu kalau bisa minggu ini bisa, mumpung tahun ajaran baru, agar bisa langsung sekolah,” tandasnya.
Sementara itu, Dosen Departemen Psikologi Universitas Brawijaya Sukma Nurmala mengatakan, apa yang dilakukan Ganjar itu adalah yang dibutuhkan masyarakat.
Bukan hanya sekedar komunikasi yang enak dan terbuka, namun solusi yang dihadirkan adalah sesuatu yang dinanti dari seorang pemimpin.
Menurut Sukma, cara komunikasi Ganjar yang luwes dan berempati serta lugas, membuat masyarakat yang diajak ngobrol merasa nyaman. Sehingga, warga tak sungkan untuk menumpahkan segala unek-unek yang ada di benak mereka.
“Karena merasa dekat, warga tak sungkan untuk mengutarakan secara gamblang apa yang menjadi problem mereka, persoalan yang dihadapi sehari-hari,” kata Sukma saat dihubungi, Jumat (28/7/2023).
Di sisi lain, dengan gaya komunikasi yang ‘semanak’, membuat Ganjar bisa merasakan langsung apa yang dirasakan warganya. Sehingga, terjadi jalinan komunikasi dua arah yang positif dan saling menumbuhkan empati hingga muncullah solusi.
“Masyarakat akhirnya bisa menilai, ini lho pimpinanku. Orang ‘atas’ yang saya hormati, tapi ternyata rendah hati dan mau hadir di tengah-tengah masyarakat kecil tanpa merasa ada sekat. Bukan pemimpin yang berjarak, yang hanya berada di awang-awang, melainkan sosok pemimpin yang mengayomi dan mau turun langsung dan mendengarkan, setelah itu mencarikan solusi dan selesai," katanya. (*)
Ganjar Pranowo
Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
kemiskinan ekstrem
Kecamatan Peganten
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Semarang
Ojol di Bojonegoro Menggelar Doa Bersama dan Salat Ghaib untuk Affan Kurniawan |
![]() |
---|
Ya Hanana Lirik Arab, Latin dan Arti |
![]() |
---|
Kondisi Demonstrasi di Surabaya Kian Memanas, Massa Kembali Bakar Pos Polisi, Kali Ini Dekat KBS |
![]() |
---|
Polres Kediri Gelar Salat Ghaib untuk Affan Kurniawan, Berlangsung Haru dan Khidmat |
![]() |
---|
Hadir di GIIAS Surabaya 2025, VinFast Serius Kembangkan EV di Indonesia dengan Pabrik di Subang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.