Rabu, 22 April 2026
Grahadi

Pemprov Jatim

Pemprov Siapkan Program untuk Entaskan 724.330 Jiwa Warga Jatim yang Miskin Ekstrem

Tahun ini, Pemprov Jatim akan mengintervensi 724.330 jiwa masyarakat Jatim yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Istimewa
Kepala Bappeda Jawa Timur, Mohammad Yasin. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kepala Bappeda Jawa Timur, Mohammad Yasin menegaskan bahwa tahun ini Pemprov Jatim akan mengintervensi 724.330 jiwa masyarakat Jatim yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.


Intervensi akan dilakukan dalam bentuk pemberian modal udaha sebesar Rp 1,5 juta per KK, yang harapannya akan menjadi modal usaha. Sehingga mereka bisa terentaskan dari status miskin ekstrem.

“Sesuai target Ibu Gubernur, akhir tahun 2023 ini Jatim sudah zero miskin ekstrem. Maka di P-APBD nanti juga akan ditambahkan anggaran untuk intervensi masyarakat miskin ekstrem,” tegas Yasin, Selasa (25/7/2023). 

Ia mengatakan, di APBD 2023 murni setidaknya telah ada akokasi sebesar Rp 3 miliar yang digunakan untuk program tersebut.

Rencananya, jumlah itu akan ditambah di perubahan anggaran keuangan APBD mendatang. Sebab yang saat ini baru ada alokasi untuk 5 kabupaten kantong kemiskinan ekstrem.


“Pemprov Jatim juga menginisiasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrem melalui pencairan bantuan produktif bagi keluarga miskin ekstrem di 5 kabupaten kantong kemiskinan, masing-masing keluarga mendapatkan bantuan senilai Rp.1.500.000 yang digunakan sebagai modal usaha produktif,” tambahnya.


Dikatakan Yasin, upaya penurunan kemiskinan yang dilakukan Pemprov Jatim secara simutlan lewat banyak program. Seperti pemberian PKH Plus untuk lansia. Juga ada program Prokesra, KUR, dagulir serta fasilitasi pembiayaan lainnya.


Penyaluran PKH triwulan 1 tahun 2023 mencapai 99,12 persen atau sebesar 1.554.312 keluarga penerima manfaat, dari total target 1.566.750 keluarga penerima manfaat. 

“Sedangkan untuk prokesra itu, bentuknya adalah subsidi bunga. Sehingga pelaku usaha ultra mikro dan mikro hanya menanggung beban bunga pinjaman 3 persen per tahun" jelasnya.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga telah menyiapkan bantuan usaha untuk pelaku usaha ultra mikro yang diserahkan telah Gubernur Khofifah selama tahun 2022 dan 2023 kepada kepada 6.478 orang pelaku usaha mikro dengan nilai antara Rp 600.000 hingga Rp 2.200.000 yang pembiayaannya dari Baznas Provinsi Jatim dan CSR pelaku usaha.

“Upaya terus kami lakukan agar lapangan kerja terus terbuka. Dan alhamdulillah berdasarkan data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Februari 2023 sebesar 4,33 persen, turun 0,48 persen poin dibandingkan dengan Februari 2022 (4,81 persen) dan turun 1,16 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2022 (5,49 persen),” tegasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved