Lahar Dingin Semeru Menerjang

Penyaluran Bantuan dan TRC untuk Korban Banjir Lahar Dingin Kabupaten Lumajang

Respon cepat ini dengan mengirimkan tim reaksi cepat bidang kesehatan, TAGANA serta berbagai bantuan logistik dan obat obatan ke lokasi bencana.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa BPBD Jatim
BPBD Jatim menyalurkan bantuan untuk korban banjir lahar dingin Lumajang, Sabtu (8/7/2023). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemprov Jatim merespon cepat bencana banjir lahar dingin maupun tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro, Kab. Lumajang.

Respon cepat ini dengan mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) bidang kesehatan, TAGANA serta berbagai bantuan logistik dan obat obatan ke lokasi bencana.

Berbagai bantuan yang disalurkan oleh BPBD Jatim ini antara lain berupa 2000 sandbag, 100 sembako, 10 cangkul, 10 sekop dan 1 Tim Reaksi Cepat (TRC).

“Selain itu Dinas Sosial juga menurunkan Tagana dan relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) sebanyak 135 personil. Mereka akan membantu pembersihan sejumlah titik yang terdampak longsor dan banjir lahar dingin di Kecamatan Pronojiwo, Kecamatan Tempursari dan Kecamatan Candipuro,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (8/7/2023).

Dinas Sosial juga mengirimkan bantuan berupa buffer stock untuk mengawali pelayanan dapur umum.

Serta, peralatan tidur untuk 30 KK. Secara khusus, DP3AK mengirimkan pula tambahan bantuan berupa kelengkapan korban perempuan sebanyak 200 paket.

Sementara Dinas Kesehatan mengirim tim kesehatan serta obat obatan di dua titik Candipuro dan Pronojiwo.

Mereka menyiapkan poskes di titik pengungsian, melakukan Rapid Health Assesment (RHA) , tim dokter, perawat serta perahu karet.

“Semua tim telah bergerak ke lapangan dipimpin langsung kepala BPBD Jatim yang secara ex officio dijabat oleh Sekretaris Daerah Prov Jawa Timur,” tandasnya.

Berdasarkan data BPBD Jatim, diperoleh penjelasan kondisi hujan yang terjadi di wilayah Gunung Semeru menyebabkan meningkatnya debit pada daerah Aliran Sungai Lahar Gunung Semeru.

Sehingga terjadi banjir lahar dingin yang menyebabkan beberapa jembatan penghubung desa terputus.

Beberapa jembatan putus tersebut yaitu Jembatan penghubung Desa Kloposawit dengan Desa Tumpeng di Kec. Candipuro, Jembatan penghubung Lumajang-Malang di Desa Sidomulyo, Kec. Pronojiwo, dan Jembatan Kali Regoyo penghubung Desa Jugosari dengan Dusun Kebondeli Selatan di Kec. Candipuro.

Selanjutnya, Jembatan penghubung Desa Tumpeng dan Desa Nguter dan Jembatan Kalibaru Pronojiwo.

Terkait hal ini, Gubernur Khofifah secara langsung telah menginstruksikan Dinas PU Bina Marga untuk segera melakukan asesmen dan menentukan tindak lanjut penanganan jembatan yang putus.

"Selanjutnya, kami juga akan mengkoordinasikan lebih lanjut dengan Balai Besar pelaksanaan Jalan Nasional Jawa-Bali," ungkap Gubernur Khofifah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved