ibadah haji 2023

Terkendala Macet dan Panas, Jamaah Indonesia Bisa Tinggalkan Muzdalifah untuk Lanjutkan Tahapan Haji

Jalur itu juga banyak dilalui oleh jamaah haji dari berbagai negara yang akan melakukan lontar jumrah setibanya di Mina.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Ratusan ribu jamaah haji Indonesia beristirahat di Muzdalifah sebelum diberangkatkan dengan bus-bus menuju Mina. 

SURYA.CO.ID, MAKKAH - Tahapan ibadah haji yang dilalui jutaan jamaah haji dari seluru dunia semakin mendekati puncak. Rabu (28/6/223), terlihat kemacetan di jalur Mina - Muzdalifah sudah terurai sehingga bus-bus yang membawa jamaah Indonesia lebih lancar sampai Muzdalifah sehingga mempercepat proses pemberangkatan.

"Alhamdulillah, kemacetan sudah terurai. Bus-bus mulai membawa jamaah menuju Mina," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Muzdalifah, Rabu (27/6/2023).

Hilman memantau langsung ke Muzdalifah untuk melihat kondisi para jamaah haji. Hilman ikut memberikan penjelasan kepada jamaah, sekaligus meminta Mashariq untuk bisa segera menyelesaikan persoalan.

Ikut mendampingi, Direktur Bina Haji Arsad Hidayat, Kasatop Armina Harun Al Rasyid, Kabid Siskohat Hasan Affandi dan sejumlah petugas. "Sekitar pukul 13.30 waktu Arab Saudi, semua jamaah haji Indonesia sudah naik bus menuju Mina," sambung Hilman.

Dari laporan Wartawan SURYA, GALIH LINTARTIKA di Makkah, tahapan mendekati puncak haji menjadi lebih berat karena cuaca panas yang tercatat melebihi 40 Derajat Celcius.

Menurut Hilman, keterlambatan proses evakuasi terjadi antara lain karena kemacetan yang terjadi di jalur taraddudi (shuttle) bus yang mengantar jamaah dari Muzdalifah ke Mina. Jalur itu juga banyak dilalui oleh jamaah haji dari berbagai negara yang akan melakukan lontar jumrah setibanya di Mina. Sehingga menambah kepadatan jalan raya.

"Jalur taraddudi sejak pagi dipadati bus yang antar jemput jamaah. Di tambah banyak juga jamaah yang memilih berjalan kaki. Kondisi ini menghambat pergerakan bus yang akan menjemput jamaah di Muzdalifah," sebutnya.

Kedua, keterlambatan pemberangkatan jamaah dari Muzdalifah tidak hanya dialami Indonesia. Jamaah dari sejumlah negara juga mengalami hal sama, antara lain Filipina, Malaysia, dan lainnya. "Hanya, Indonesia adalah jamaah terbanyak. Sehingga paling terdampak," ujarnya.

Hilman memastikan saat ini kondisi di Muzdalifah sudah tertangani. Sampai siang ini sudah tidak ada lagi jamaah yang berada di Muzdalifah.

"Kita sekarang siapkan mitigasi potensi penanganan masalah di Mina. Sehingga persoalan di Muzdalifah diharapkan tidak berdampak lebih jauh di Mina," tutupnya. ******

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved