ibadah haji 2023

7 Jamaah Indonesia Wafat Usai Wukuf, Menag RI Minta Layanan Kesehatan Dimaksimalkan

saat ini tengah disiapkan skenario-skenario bagaimana agar jamaah yang mayoritas lansia ini dapat beribadah dengan baik

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (kanan) berbincang dengan salah satu jamaah haji Indonesia di KKHI Makkah, Rabu (28/6/2023). 

SURYA.CO.ID, MAKKAH - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyatakan ikut berbelasungkawa atas meninggalnya tujuh jamaah haji Indonesia paska wukuf, Selasa (27/6/2023) lalu. Menag mengaku sempat mengunjungi KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) dan berdiskusi bersama dirjen, penanggung jawab serta Kepala Pusat Kesehatan.

“Innalillahi wa innailaihi roijun. Ada tujuh jamaah haji Indonesia yang meninggal paska wukuf,” kata Gus Men, sapaan akrab Menteri Agama ini, Rabu (28/6/2023).

Gus Men tidak menampik bahwa jamaah yang masuk ke KKHI paska wukuf sangat banyak. Bahkan, penuh dengan jamaah yang masuk ke KKHI.

“Kalau istilah pak dirjen, banjir jamaah pasca wukuf. Seharusnya kapasitas 30 jamaah, tetapi dimampatkan sampai 50 jamaah. Itu karena padatnya jemaah,” paparnya.

Yaqut mengakui sudah memiliki catatan atas kejadian di Arafah hari ini. Ia tidak ingin kejadian seperti ini juga terjadi di Mina. “Kami punya beberapa catatan. Dan kami ingin penanganan jemaah di Mina jauh lebih baik. Di Arafah itu para jamaah hanya diam, itu yang terjadi,” tambahnya.

Dari laporan Wartawan SURYA, GALIH LINTARTIKA di tanah suci, selama di Mina memang para jamaah bergerak dan kondisinya sangat padat. Ia meminta layanan kesehatan di Mina disiapkan matang, jangan sampai kejadian terulang.

Ia menyebut, saat ini tengah disiapkan skenario-skenario bagaimana agar jamaah yang mayoritas lansia ini dapat beribadah dengan baik.

“Saya sudah minta ke dirjen, skemanya seperti apa. Kondisi fisiknya seperti apa. Bagi yang tidak mungkin maka tidak boleh dipaksakan. Jadi yang benar-benar mungkin saja yang bisa lempar jumrah, yang lain itu dibadalkan. Pilihan skenarionya dibadalkan," ucapnya.

Begitu juga jamaah yang boleh tawaf wada, kata Yaqut, adalah jamaah yang bisa melaksanakan lempar jumrah sendiri. Sedangkan jamaah yang lainnya dibadalkan.

"Intinya kita tidak mau jamaah ini dipaksakan kondisi fisiknya. Agama itu kan mempermudah. Kalau memang harus dibadalkan, ya badalkan. Saya kira kita memiliki petugas yang cukup hntuk membadalkan jamaah haji," tutupnya. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved