ibadah haji 2023

Penjelasan Bijak Kemenag, Balas Cuitan Anggota DPR RI Soal PPIH Hentikan Katering Secara Sepihak

Kemenag telah menyosialisasikan kebijakan tersebut sejak jauh-jauh hari, tepatnya sejak 11 Juni 2023 agar jamaah memahami

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/galih lintartika
Jubir Kementerian Agama Anna Hasbie di Makkah, Minggu (25/6/2023). 

SURYA.CO.ID, MAKKAH - Kementrian Agama (Kemenag) RI menyesalkan adanya tudingan sepihak yang menyatakan bahwa katering untuk para jamaah haji Indonesia dihentikan sepihak oleh PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi.

Wartawan SURYA, GALIH LINTARTIKA melaporkan dari Makkah, Cuitan ini sudah diposting lebih kurang lima jam sebelumnya, Minggu (25/6/2023), dan diduga berbau fitnah sehingga mendapat perhatian netizen.

Cuitan itu disebar oleh anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI, Iskan Qolba Lubis. Melalui akun twitternya @IskanQL, Iskan menyebut PPIH Arab Saudi 1444 H/2023 M.

"Darurat Haji 2023?hari ini 25/6 @Kemenag_RI menghentikan katering secara sepihak dn tdk sesuai dg kesepakatan df PANJA HAJI, jemaah terpaksa saweran bersama beli makanan,gmn dg jemaah yg pas-pasan ?kok jadi begini ....??? @FPKSDPRRI," demikian dikutip dari akun @IskanQL.

"Saya sangat sesalkan cuitan Pak Iskan Qolba Lubis melalui akun twitternya. Cuitan itu diposting di Tanah Haram, tetapi isinya bernuansa fitnah," tegas Jubir Kemenag, Anna Hasbie di Makkah, Minggu (25/6/2023).

Menurut Anna, memang benar bahwa hari ini, 7 Dzulhijah 1444 Hijriyah, ada penghentian sementara katering jamaah haji di Makkah. Penghentian sementara juga akan dilakukan pada 14 dan 15 Dzulhijah 1444 Hijriyah.

"Kebijakan penghentian sementara itu bukan diambil sepihak, tetapi hasil kesepakatan dengan Komisi VIII DPR. Inilah yang saya sebut cuitan Pak Iskan bernuansa fitnah. Atau jangan-jangan Pak Iskan tidak tahu substansi kesepakatannya?" sebut Anna.

Dijelaskan Anna, masa tinggal jamaah haji Indonesia di Makkah rata-rata 25 hari. Dalam rentang itu, Kemenag dan DPR menyepakati bahwa selama di Makkah, para jamaah haji Indonesia mendapat 66 kali makan yang terdistribusi dalam 22 hari.

Karenanya, ada tiga hari yang akan dihentikan sementara, yaitu pada 7, 14, dan 15 Dzulhijah. Dalam rentang 8 - 13 Dzulhijah, jamaah akan mendapat layanan katering di Arafah - Muzdalifah - Mina (Armina).

Kemenag, lanjut Anna, bahkan telah menyosialisasikan kebijakan tersebut sejak jauh-jauh hari, tepatnya sejak 11 Juni 2023. Tujuannya, agar jamaah memahami lebih awal dan bisa mempersiapkan diri.

"Jika hari ini jamaah membeli makan itu karena mereka sudah memahami adanya info penghentian sementara layanan katering yang kami sosialisasikan," sebut Anna.

Penghentian sementara layanan katering pada tanggal tersebut dikarenakan kondisi di Makkah sudah sangat padat. Jamaah dari seluruh dunia sudah berada di Makkah. Sehingga sering terjadi kemacetan dan itu tidak memungkinkan dilakukan proses distribusi katering.

“Jangankan wilayah yang jauh, kawasan yang dekat hanya sekitar 2 KMpun harus ditempuh dalam waktu lama. Kalau ada katering, kemungkinan akan terlambat sampai ke para jamaah,” sambungnya.

Anna menegaskan bahwa PPIH Arab Saudi sangat terbuka pada saran dan masukan. Namun, tidak semestinya hal itu bernuansa fitnah, apalagi disampaikan melalui media sosial.

"Kita mengajak netizen untuk bijak bermedia sosial. Dan sebagai anggota DPR, mestinya Pak Iskan harus bisa menjadi teladan dalam kebaikan, bukan malah menyampaikan sesuatu yang tidak benar, bahkan menjurus fitnah atau hoaks," tutupnya. ****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved