KKB Papua

TERJAWAB Asal Usul Senjata KKB Papua, Ada dari Home Industry Filipina Selatan dan 3 Sumber Lain

Akhirnya terjawab asal usul senjata dan amunisi yang digunakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.  

Editor: Musahadah
kolase istimewa/tribun papua
Asal usul senjata KKB Papua diungkap mantan Kapolri Jenderal (purn) Tito Karnavian. Disebutkan ada dari home industry di Filipina Selatan dan tiga sumber lain. 

SURYA.co.id - Akhirnya terjawab asal usul senjata dan amunisi yang digunakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.  

Isu mengenai senjata ini mencuat setelah di media sosial ada foto-foto senjata canggih yang dipamerkan KKB Papua.

Misalnya saja, M16A2 assault rifle dengan pelontar granat M203, Browning Auto 5, hingga Remington 870 Tac shotgun.

Ada juga Lithgow L1A1 SLR disebut sebagai senjata buatan Australia.

Senjata api itulah yang menjadikan KKB Papua tak pernah berhenti melancarkan aksi anarkisnya.

Baca juga: Satu Per Satu Pimpinan KKB Papua di Yahukimo Digulung Aparat, Terbaru Ditangkap Aksinya Meresahkan

Sempat berembus isu yang menyebut KKB Papua mendapat pasokan senjata dan amunisi dari pihak asing. 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membeberkan, sekilas tentang KKB di Papua dan sumber senjata yang dimilikinya selama ini.

Eks Kapolri itu membeberkan fakta tersebut ketika ditemui awak media di Jakarta Utara, Kamis 25 Mei 2023.

Ia mengungkapkan itu terkait fakta tentang KKB Papua yang kerap beraksi.

Dikatakannya, Kelompok Separatis Teroris itu punya empat sumber senjata.

Senjata-senjata dari empat sumber itu kemungkinan tetap digunakan sampai sekarang.

Tito Karnavian mengaku mengetahui sumber-sumber senjata api tersebut, karena dirinya pernah menjabat Kapolda Papua selama dua tahun lamanya.

Ia lantas menyebutkan empat sumber senjata api sebagaimana yang dimaksudkannya.

Pertama, kata Tito Karnavian, senjata KKB Papua itu merupakan hasil rampasan dari prajurit TNI Polri yang lengah. Selain itu, ada juga oknum prajurit TNI Polri yang menjual amunisi.

"Saya pernah jadi Kapolda di sana. Setahu saya ada beberapa kasus seperti itu, tetapi tidak banyak," kata Tito.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved