Safari Ganjar Pranowo di Jatim
Profil dan Sejarah Gedung Balai Pemuda, Cagar Budaya yang Bakal Dikunjungi oleh Ganjar Pranowo
Inilah profil dan sejarah Gedung Balai Pemuda yang akan dikunjungi oleh capres Ganjar Pranowo pada besok, Sabtu (6/5/2023)
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Calon presiden PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, akan mengunjungi Gedung Balai Pemuda pada besok, Sabtu (6/5/2023).
Gedung Balai Pemuda memang menjadi destiasi yang sayang untuk dilewatkan ketikak mengunjungi Kota Pahlawan.
Gedung Balai Pemuda merupakan bangunan cagar budaya yang dilindungi oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Tempat bersejarah ini berada di Jalan Gubernur Suryo No.15, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.
Pada zaman dahulu, gedung ini merupakan pusat rekreasi orang-orang Belanda yang digunakan untuk pesta, berdansa, dan bermain bowling.
Kini gedung balai pemuda ini digunakan sebagai tempat pengembangan seni, ruang pameran, sumber informasi pariwisata, perpustakaan, dan pendidikan bahasa.
Sejarah Gedung Balai Pemuda
Mulanya, Gedung Balai Pemuda bernama De Simpangsche Societeit (Simpangsche Club) yang memiliki arti 'tempat asosiasi kaum elite'.
Pada masa kolonial Hindia-Belanda, yakni tahun 1907, Gedung Balai Pemuda ini dibangun oleh Wakan Westmaes. (1)
Gedung bersejarah ini bergaya ekletisisme, gaya campuran, yaitu neo gothic, renaissance, dan klasika romanika.
Di ruang makan gedung ini terdapat meja makan yang berisi beragam makanan.
Pada saat itu, orang Belanda makan sambil menikmati musik, seperti piano dan cello.
Bahkan, penduduk pribumi dilarang masuk ke dalam gedung ini. Hal ini sesuai dengan tulisan yang terdapat di depan gedung: VERBODEN VOOR HONDEN EN INLANDER.
Tulisan tersebut memiliki arti 'Dilarang bagi orang pribumi dan anjing'. Tulisan tersebut masih utuh hingga sekarang.
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Gedung Balai Pemuda dikuasai oleh Pemuda Republik Indonesia (PRI).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.