SIASAT AKBP Achiruddin Hasibuan Jadi Centeng Gudang Solar Ilegal, Caranya Raup Untung Terbongkar
Terbongkar siasat licik AKBP Achiruddin Hasibuan bisa jadi centeng atau beking gudang solar ilegal milik PT Almira Nusa Raya
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Nama AKBP Achiruddin Hasibuan masih menjadi sorotan.
Sosok AKBP Achiruddin mencuat setelah anaknya, Aditya Hasibuan, menganiaya seorang mahasiswa secara brutal yang bernama Ken Admiral.
Satu per satu fakta mengenai AKBP Achiruddin pun dikuak.
Selain gaya hidup flexing-nya yang dikuliti, dirinya yang menjadi centeng pengawasan gudang solar ilegal juga mendapat perhatian tajam.
Setelah menjadi misteri, akhirnya terjawab rahasia ia bisa menjadi beking pengawasan gudang solar ilegal milik PT Almira Nusa Raya tersebut.
Caranya raup untung dari situ pun terbongkar. Bagaimana ia melakukannya?
Melansir TribunJakarta.com, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara memastikan gudang solar tersebut ilegal dan Pertamina tidak mengetahui aktivitas di dalam gudang solar tersebut.
Belakangan penyidik menetapkan AKBP Achiruddin sebagai tersangka dugaan menerima gratifikasi dari PT Almira Nusa Raya selaku pemilih gudang solar tersebut.
Gudang solar ilegal tersebut tak jauh dari rumah AKBP Achiruddin di Jalan Guru Sinumba, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.
Sebelum berstatus tersangka, AKBP Achiruddin harus rela dicopot dari jabatannya sebagai Kaur Bin Ops Satnarkoba Polda Sumut.
Ia dicopot diduga terlibat mengompori anaknya Aditya Hasibuan sehingga berujung pada penganiayaan seorang mahasiswa bernama Ken Admiral akhir tahun lalu.
Anak AKBP Achiruddin lebih dulu tersangka kasus penganiayaan. Baru AKBP Achiruddin menyusul sebagai tersangka untuk kasus gratifikasi karena dapat upeti pengawasan gudang solar ilegal.
Sejak anaknya jadi tersangka, gaya hidup dan kekayaan AKBP Achiruddin disorot. Di media sosialnya, ia kerap flexing menunggangi motor gede dan jeep Rubicon.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, menjelaskan AKBP Achiruddin mengawasi gudang solar ilegal sejak 2018 hingga sekarang. Dari situ ia mendapat keuntungan.
"Achiruddin Hasibuan mengakui menerima uang dari pemilik gudang PT Almira sebagai jasa pengawas sejak 2018 hingga 2023, karena rumah bersangkutan berdekatan dengan gudang tersebut," kata Hadi tempo hari.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.